Hadiah, Bentuk Refleksi Diri


Aku menulis ini sambil menangis, meluapkan semua rasa yang ada. Bukankah menyelesaikan tulisan adalah hal yang membanggakan tetapi mendadak berubah menjadi beban.

Tugas BunCek juga, biasanya bersemangat. Sudah dua minggu ini aku merasa terseok-seok. 

Minggu lalu waktu diminta berkenalan, minggu ini memberikan hadiah. 

Bagaimana siap memberi kala diri tak punya isi sama sekali? Banjir menenggalamkan semua perhatian. Aku fokus ke air dan bertahan tetap mengambil hikmah.
***
Hadiah pertama muncul di WA. Kakak Virni memberikan ilmu "Forgiveness Theraphy", aku membalas dengan kutipan yang aku buat sendiri.

Nanti aku upload kalau sinyal sudah lancar. Kondisi mati lampu dan semua area terendam jadi gagal unduh dari galeri.


No comments