Featured Slider

5 Tips Memulai Bisnis Fotografi ala Emak Sensi


"Memulai, perlu keberanian. Membesarkan, perlu ilmu. Itulah kuncinya dalam bisnis." (Ippo Santosa)
Berawal dari niat untuk memaksimalkan kamera yang hampir tiga tahun suami hadiahkan. Aku ingin merasakan lagi bagaimana rasanya produktif dan bermanfaat. 

"Enak dong jadi ibu rumah tangga penuh. Gak ada kerjaan serius. Bisa santai."

Inginku berkata kasar kan yak. Namun dari situlah muncul ide untuk memulai bisnis.  Aku memantapkan niat untuk menggunakan kamera. Belum tahu sih mau bisnis apa dengan kamera.

Ceileee mpok bisnis, makan aja mager mau bisnis apaan. Ya dulu aku begitu memandang negatif diriku sendiri. Yang males lah, penakut juga, inner child belum selesai lagi.

Kemudian fotografi muncul, passion lama yang menyelamatkanku dari hasrat bunuh diri. Ya buat orang lemah kaya aku, mengakhiri hidup adalah pilihan teratas paling cepat. Fotografi memberikan lagi sensasi-sensasi kesenangan kembali ke diri sendiri tanpa harus langsung menghakimi.



***

Pengasuhan Milenial dan Tragedi SMAD


Sosial media mengubah pola pengasuhan. Bagaimana bisa? Ah mungkin kamu hanya sentimen dengan orang-orang yang berhasil menemukan karir baru di media sosial.

Saat ini, semua sudah terpampang nyata bahkan semua orang rela membuat drama demi viral.

Di tahun 2015 pertama kali aku tahu tentang Social Media Anxiety Disorder, Gian baru dua tahun lebih dan media sosial menggila seperti sekarang. Aku masih pake hp BB yang kalau pasang status pun diinterogasi sama Mamahku.

3 Strategi Memiliki Waktu Berkualitas bagi Ibu Rumah Tangga


Tahun 2013 ketika aku memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga penuh. Ada di rumah untuk mengurus suami, anak, dan segala tetek bengeknya. Aku tidak memiliki bekal apapun. Baik ilmu maupun rencana besar untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Berjalan seadanya, sealami mungkin.