Menstimulasi Anak Suka Matematika, Hari 1 Apa Itu Matematika?

RUMUS, SUSAH, NILAI JELEK. Itulah ingatan ibu tentang matematika. 

“Matematika itu logika, mana ada orang yang berpikir tidak pakai jalan pikiran yang masuk akal?”

Lha tantangannya, saking takutnya ibu dengan matematika karena guru dan bapak angker, akhirnya yang diingat susahnya. Ibu juga terpaku pada kesimpulan, ya sudah kan wanita lebih pakai perasaan daripada logika jadi ya tidak perlu belajar matematika lah ya.

Setelah itu berusaha sekuat tenaga untuk menghindari matematika, lho kok ibu ketemu lagi di level 6 ini. 

"Ngapain belajar rumus kalau pada akhirnya yang aku pakai hanya tambah kurang buat ngitung kembalian dari mamang belanjaan."

Di level ini bagaimana ibu menstimulasi duoG coba, sementara ibu saja tidak tahu apa itu matematika.

Kalau sama anak-anak, tentu saja ibu menggunakan logika anak. Bukan pakai bahasa rumus. Ibu memperkenalkan matematika logis yang ada di sekitar anak-anak. Mungkin setelah 17 hari menjalani tantangan, ibu akan mulai menyukai matematika. 

Baiklah kalau begitu kesimpulan sederhana ala ibu saja. Bagi ibu yang memiliki anak umur 5 tahun, matematika adalah:

1. Mengelompokkan warna, bentuk, dan ukuran
2. Mengenal lebih dari, kurang dari, paling
3. Menyebutkan bilangan 1-10
4. Mencocokkan jumlah benda dengan lambang bilangan
5. Mengetahui samping, atas, bawah, kiri, dan kanan
6. Menyusun pola

Lantas apa hubungan matematika ini dengan kecerdasan bahasa anak-anak? Ini jawaban ala emak sensi yak. Berdasarkan bacaan dan pengalaman si emak jadi kalau para pembaca memiliki kesimpulan sendiri boleh dijadikan acuan dalam menyelesaikan tantangan ini.

Matematika atau kecerdasan matematika-logis erat kaitannya dengan penalaran juga sebab-akibat yang lebih cenderung abstrak atau menggunakan simbol-simbol kemudian anak-anak mulai belajar menyebutkan lambang-lambang dengan kata-kata.

"Ibu, ini telurnya satu dua tiga, banyak ya ibu."

Nah balik lagi nih, sudah paham kah ibu akan tahap-tahap perkembangan kecerdasan anak? Seperti umur 0-2 tahun lebih ke sensorimotor yang berkembang jadi anak-anak umur segitu akan cenderung menyobek, menginjak, atau menendang. Sementara untuk anak umur 5-6 ada di tahap berpikir intuitif. 

"Pantesan Gian kalau ditanya kenapa bikin jembatannya di atas pasti jawabnya lama dan berujung gak tahu."

Ibu manggut-manggut sambil menyimpulkan, menstimulasi anak suka matematika juga sejalan dengan menstimulasi kecerdasan bahasanya. Untuk kasus ibu duoG karena Geni masih di tahap perkembangan sensorimotor dan mamas GianGaraGembul belum paham benar apa yang dilakukannya, penjelasan kenapa begini kenapa begitu disertakan di akhir. 

๐Ÿ‘ฉ"Setelah selesai bermain maka apa yang harus kita lakukan nak?"
๐Ÿ‘ถ"Gak tahu ibu."
๐Ÿ‘ฆ"Beresin bu."
๐Ÿ‘ฉ"Kenapa?"
๐Ÿ‘ฆ"Gak tahu."
๐Ÿ‘ฉ"Kalau tidak kembali ke tempatnya, terus mamas Gian mau main lagi, kira-kira bisa menemukan lagi mainannya?"
๐Ÿ‘ฆ"Gak bisa terus ibu marah-marah deh suruh beresin semua mainan yang berantakan."

***

STIMULASI GIAN SUKA MATEMATIKA HARI 1

Alat:
Pensil
Kertas A3
Kertas A4
Paku warna-warni
Evamat

Deskripsi
Ayah mengatur posisi evamat seperti papan tulis dan menempelkan kertas A3 dengan paku warna-warni untuk ibu berperan sebagai guru. Mamas duduk memegang pensil bersiap mendengarkan dan menulis. Geni sudah memenuhi kertas A4nya dengan lukisan abstrak.



Mobil = 1
Bunga = 2
Buku yang lebih mirip kasur = 3
Donat yang tidak bulat sempurna = 4
Ikan teri = 5
Kupu-kupu = 6
Ban = 7
Segitiga = 8
Gunting yang diajarin mamas Gian cara buatnya bikin huruf X dulu baru dikasih bulat buat pegangan = 9
Kotak-kotak berisi angka = 10

Dalam menulis angka mamas Gian masih sering terbalik karena urutan menulisnya tidak sesuai. Namun untuk bentuk, jumlah benda dan mencocokkan dengan bilangannya, mamas Gian sudah paham.
tujuan untuk stimulasi hari pertama

STIMULASI GENI SUKA MATEMATIKA HARI 1

Setelah selesai bermain dan Geni membereskan mainan balok-balok, ibu mengamati Geni meletakkan balok dengan bentuk juga warna sama berdampingan. Begitu pula ketika mengembalikan balok donat bulat merah ke timbangan, Geni secara bersamaan memasukkan warna merah. 

๐Ÿ‘ถ"Bulat merah ya bu. Sini masukkin sini. Aku aja ya mas."
๐Ÿ‘ฆ"Iya kan aku kasih tahu aja dek."
๐Ÿ‘ฉ"Dimana baloknya pulang?
๐Ÿ‘ถ"Atas."
๐Ÿ‘ฆ"Bawah dek, kan berat. Biar gak cepet rusak lemarinya."

setelah ini aja kejadian Geni merobek kertas instruksi tangram milik mamas Gian

Tentu saja ibu berusaha sekuat tenaga tidak marah saat menjelaskan kenapa tidak boleh asal merobek. Ya mau bagaimana lagi ibu, memang sedang asyik-asyiknya merobek. Ibu mengingatkan Geni untuk tidak sembarangan merobek kertas kemudian memuji perilaku Geni yang membereskan mainan.

"Ibu, dedek kan masih kecil jadi harus terus terus dibilanginnya."

***

Geni belum bisa berpikir logis karena memang masih ada di tahap sensorimotor. Sementara mamas Gian sudah mulai berpikir logis tetapi lebih sering intuitif. Maka dalam memberikan stimulasi, ibu wajib memahami terlebih dahulu stimulasi matematika apa yang ingin diberikan beserta kata-kata untuk menjelaskan kenapa begini kenapa begitu.

(733)

#Harike1
#Tantangan17hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic

5 comments

  1. Aku jadi inget waktu dulu ngajarin anakku yang sekarang udah kelas 2 hehe

    ReplyDelete
  2. Peran Ibu sangat diperlukan ya bun kalau masalah seperti ini

    ReplyDelete
  3. Wah gambarannya adiknya lucu Bun, aku jadi inget ketika adikku yang kecil baru belajar ngambar wkwkw

    ReplyDelete
  4. Bagus banget Bun gambarannya, lucu hehe :D

    ReplyDelete
  5. Wah bagus banget tuh Bun, mengajari anaknya belajar sambil bermain

    ReplyDelete