Menstimulus Anak Suka Matematika, Hari 8 Fokus ke Kelebihan dan Penerimaan

Seharian multi chatting membuat aku sadar bahwa sangat mudah memberikan saran kepada orang lain tetapi sulit untuk fokus ke ke kelebihan diri kemudian menerima. Seolah orang lain adalah manusia tanpa cela sementara diriku bergelimangan dosa.

Begitu pula pada saat aku memandang anak-anak. Ah anak-anakku tidak sehebat yang lain. Banyak kurangnya. Harus nambah ini perlu dikuatkan di aspek itu. Tuntutan, tuntutan, dan tuntutan. 

Tidak perlu lah cerita ke orang kekurangan anak-anakku yang harus diceritakan adalah kelebihannya saja. Kemudian aku sampai pada titik, siapa sih anak yang sedang membereskan mainan itu? Siapa pula yang lagi menyapu sisa-sisa makanan agar tidak mengundang semut berpesta.

Owow... Itu duoG ibu. Anak-anakmu. Sibuk dengan kasus-kasus anak lain kemudian abai dengan kelebihan anak sendiri. Ah pasti ada kurangnya ini anak. Belum mampu fokus untuk menerima kelebihan anak sendiri. Marah lagi, ngomel mulu, dan nuntut terus.

Ibu membiarkan anak-anak main bebas. Tidak ada pijakan. Ibu mengamati saja sejauh mana mereka berkreasi.

Mamas Gian lapar setelah itu mulai memotong-motong ikan krispi tuna sisa kemarin menjadi empat. Selesai dengan ikan, mamas Gian meminta batuan ibu memasukkan potongan ikan ke dalam nasi panas agar mudah membulat-bulatkan. Ya intinya ikan terbungkus nasi. Lho kok lahap makannya. Beres makan semua piring dan peralatan mamas letakkan di tempat cuci piring.

dipotong empat biar nanti sushinya gak besar banget
Mamas Gian ternyata memperhitungkan komposisi sushi yang dia imajinasikan kemudian dia eksekusi sushi ikan bulat ala GianGaraGembul.


👶 "Buka dulu kulitnya bu!"
🧕 "Dikupas nak."
👶 "Satu, dua, tiga, empat. Selesai deh. Ayo makan."

Geni mengupas kulit pisang sambil menghitung. Begitu pisang yang kedua tinggal setengah, Geni sudah kenyang, dibungkus lagi kulitnya terus dia taruh di tempat sampah. Untung ketahuan sama ibu yang meleng sebentar. Ibu melihat mamas Gian membuat terowongan dari balok di tengah lintasan hotwheel. Akhirnya belum sempat nanya-nanya, ibu keburu  mengambil pisang yang alhamdulillah tertutup sempurna jadi masih bisa diselamatkan. Ibu memasang wajah garang terus menerangkan ke Geni kenapa tidak boleh membuang makanan.


Begitu ibu dan Geni sepakat mengenai makanan, terowongan sudah hancur diserang monster. Geni juga langsung mengambil alih membuat kreasi dari balok. Geni menyusun seperti tangram. Mamas memberi tahu macam-macam bentuk geometri seperti segitiga persegi, persegi panjang, dan bulat pada silinder. 

Tuh kan ibu kalau fokus ke kelebihan dan penerimaan jadi punya rem. Tidak hanya menuntut dan menuntut saja.


#Harike8
#Tantangan17hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath
#MathAroundUs
#ThinkLogic

5 comments

  1. Masya Allah, memang anaknya berbakat ya Bunda.

    ReplyDelete
  2. Masya Allah, mengupas kulit pisang saja sampai di hitung. Hehe.

    ReplyDelete
  3. Rajin sekali ya Bunda anakya.

    ReplyDelete
  4. Pintar sekali anaknya bantu-bantu ibunya.

    ReplyDelete