Menstimulasi Anak Suka Membaca, Hari 3 Waktu Dibuat Bukan Diluangkan

Setelah liburan panjang, ibu dan anak-anak punya jadwal pijat. Bengkelin badan agar kuat menjalani hari-hari satu bulan ke depan. Bisa menyelesaikan tantangan level 5 dengan baik.

Sebelum berangkat, kami semua sarapan dan mamas Gian meminta ayah membacakan lagi Lima Koki & Raja Perut Lapar 😁, dedek Geni juga ikut terlibat.

Mamas bilang tidak ingin membawa buku bacaan melainkan membawa bahan-bahan puding dan kocokan. Mamas Gian ingin membuat puding bersama bude Kiki.

Selesai pijat, main sebentar kemudian bobok siang.

Sore bermain bersama sepupu-sepupu di rumah Yang Mar, ibu menemukan buku-buku milik kak Icha. Pinjam dulu yak.

buku lama dan tidak begitu menarik perhatian
Ibu berusaha membuat waktu untuk membaca karena tidak ingin agenda membaca yang sudah dua hari berjalan baik, terputus. Eman-eman lah.

Alhamdulillah dedek Geni tertarik jadi mamas juga menyusul. Buku tentang Penguin yang dengan polosnya ibu memastikan kalau penguin itu masuk ke keluarga burung.

🧒"Kenapa penguin jantan jagain telurnya Yah?"
👦"Ya karena bergantian seperti ayah bekerja dan ibu jagain mamas sama dedek."

semoga pemandangan ini konsisten 17 hari kedepan

Dedek Geni hari ini agak rewel. Mamas tidak dibolehin ikut mendengarkan ayah membacakan cerita. Mulai memukul. Saat mamas mendekat, dedek membawa pergi bukunya dan balik ke ayah lagi setelah mamas fokus main sama sepupu-sepupu yang lain.

alunan nada ayah saat membaca semakin baik dan merdu
Ayah memainkan intonasi, itulah yang akhirnya membuat anak-anak suka, dan pastinya karena ayah lebih sabar. Ibu mah aliran sumbu pendek.

Beberapa menit kemudian, drama terjadi lagi. Dedek berteriak tidak bolehin mamas ikut bergabung, membawa buku-buku yang sudah rapuh. Robek lah.


Penguin membawa pembelajaran tentang waktu yang harus dibuat untuk membaca dan berebut bukanlah solusi.

***

Memberikan rangsangan kepada anak-anak memang harus memiliki tekad kuat agar konsisten bukan hanya impian melainkan kenyataan yang dibangun dari kerja keras. Terus dan terus.

Ibu meluangkan sejenak membaca 5 lembar Tuntas Motorik sementara ayah refreshing dengan membaca komik di gawai. 

Buku Aku Bisa Merapikan Mainan ternyata lebih menarik ibu. Bagaimana si Arif yang menunda membereskan mainan lalu mobil mainanya rusak karena tanpa sengaja terinjak Shifa, mengingatkan Ibu untuk tidak menunda karena menumpuk pekerjaan sama dengan mengundang stres juga penyakit.

Mungkin pada awalnya anak-anak belum begitu paham tentang pelajaran yang bisa diambil setelah buku selesai dibacakan. Namun manfaat dari buku-buku tersebut semacam tabungan yang bisa diambil jika ada keadaan darurat. Ya sebenarnya tidak hanya tabungan bagi anak, bagi orangtua juga.

***


Puding ini juga hasil dari lihat-lihat buku-buku referensi cara foto makanan milik ibu. Kebetulan bude Kiki memang sering buatin puding, donat, dan cemilan-cemilan lain. 

Mamas buat dengan arahan bude dan mengaduk-aduk dengan pengocok telur. 

Baca bukunya kapan, praktiknya kapan. Ya nunggu siap dan waktunya tepat. Tidak pernah bisa ketebak kapan pastinya. Memang sejak umur lima tahun, mamas Gian tertarik dengan makanan dan memasak. Masih harus diawasi saat menggunakan kompor panas. 

Pokoknya ibu harus tarik sumbu agar tidak menunda membersamai mamas karena alasan takut kebanyakan aturan.

***

Buku-buku adalah jendela menuju dunia luar yang semoga jadi penyemangat ibu konsisten membuatkan waktu bagi duoG.

Buku-buku yang nantinya memberikan ilmu dan manfaat kemudian menjadikan solusi saat kami semua menemukan tantangan yang butuh penyelesaian bukan kekacauan.

(502)

#GameLevel5
#Tantangan17Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

No comments