Menstimulasi Anak Suka Membaca, Hari 2 Tak Masalah Berulang jika Senang

Membaca menjadi kegiatan yang sudah kami kenalkan ke duoG sejak di dalam kandungan. Ya mungkin karena kami pada dasarnya memang suka membaca. Buku-buku koleksi baik yang lecek atau masih tersegel adalah investasi bagi kami. Terkadang main beli-beli saja dan baru bisa terbaca satu hingga dua tahun setelah terbeli. Sehingga, anak-anak suka buku memang dari kami orangtuanya. Toko buku kalau sedang rajin bisa sebulan sekali didatangi.

Namun kami menyadari beberapa tahun belakangan, sejak buku digital bertebaran, kami jadi lebih sering membaca lewat gawai yang langsung selesai. Butuh perjuangan ekstra untuk duduk santai menyelesaikan 300 lebih halaman novel.

***

Pohon literasi belum berhasil dibuat karena anak-anak sedang suka bermain di luar. Rangsangan-rangsangan untuk bermain dengan kertas warna, gunting, dan lem belum berhasil menarik minat duoG. Lebih asyik main air, pistol air, dan banjir-banjiran. Mungkin besok akan ada waktu untuk membuat pohon literasi. Membacakan bukunya dulu, dicatat kemajuannya di blog, baru jika sudah selesai anak-anak akan tempel-tempel daunnya.

***

Ibu baru bisa membacakan buku-buku saat akan tidur siang pada saat anak-anak mulai lelah, mata mulai mengantuk, dan minta beristirahat.

Setelah selesai membacakan buku untuk anak-anak, ibu baru tertarik membuka lembar demi lembar buku yang kemarin ibu pilih terkumpul di nampan. Anak-anak kalau sudah suka dengan satu buku pasti sampai lecek, bolak-balik dibaca. Kenapa ibu baru lima lembar saja sudah bosan? 

Tentu saja anak baca buku berulang karena suka. Tidak ada alasan-alasan apalagi ekspektasi. Lha kalau ibu? Ada aja alasan belum lagi ekspektasi tinggi
orangtua adalah teladan, membacakan buku untuk anak bisa pula jadi me time

***
"Ini, kerang yang paling banyak."
Pagi sebelum berangkat ke kantor, ayah menyempatkan waktu untuk membacakan lagi buku Lima Koki & Raja Perut Lapar. Kebersamaan yang digunakan ayah untuk membentuk ikatan dengan si sulung dan membuat kenangan bersama.

Malam hari ketika ayah pulang buku yang ingin dibaca juga masih buku yang kemarin dibaca yaitu Lima Koki & Raja Perut Lapar. Mamas Gian suka buku itu karena ada tebak-tebakan yang memancing rasa penasaran.

Selain itu, ayah dengan intonasi naik turun juga berhasil menarik minat mamas Gian untuk minta dibacakan lagi dan lagi.

Bukunya dibawa tidur, sempat menghilang karena lupa meletakkan di dalam laci
Menurut mamas Gian, si Raja ini ganas karena bisa makan banyak. Apa saja bisa dimakan. Dari roti, hamburger, bahkan kari super pedas pun bisa. Namun akhirnya kasihan karena hanya bisa makan bubur. Entah si Raja jadi tim tidak diaduk atau diaduk *au ah pik garing candaan lau*

Setelah mamas, ayah berganti membacakan buku untuk dedek Geni
Bacaan tentang alat-alat berat sedang menarik perhatian Geni saat ini. Geni memiliki gaya  tersendiri saat dibacakan buku. Ya sudahlah ya, udah ngantuk mah bebas daripada menangis tidak karuan.

***
Terus ibu dan ayah baca apa? Buku ayah masih tersegel sementara ibu baru menaklukkan dua halaman buku eating clean. 

                                                                            













Semoga semangat membacakan buku untuk anak-anak juga membangkitkan kembali semangat membaca buat ayah dan ibu sendiri sehingga anak-anak terus mendapatkan teladan cinta buku yang konsisten. Dari ayah ibunya. Tidak perlu berekspektasi tinggi, hanya contoh dan contoh. Tidak juga banyak kata melainkan bukti nyata.

(501)

#GameLevel5
#Tantangan17Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

No comments