Menstimulus Anak Suka Membaca, Hari 10 Membuat Pohon Literasi

Mengumpupkan semua kardus bekas pembungkus paket ibu.

Ibu: Albi Tetap Rajin Mandi

Menstimulus Anak Suka Membaca, Hari 9 Membaca dan Drama

Mamas Gian: Dinosaurus

Geni: Paus Biru

Ibu: Parenting ++ 2

Menstimulus Anak Suka Membaca, Hari 8 Jam Biologis dan Sayur

Mamas Gian: What Time Is It?

Dedek Geni: ayo makan sehat

Ibu: Tuntas Motorik

Menstimulus Anak Suka Membaca, Hari 7 Gigi Ibu Sudah Tua

Dedek Geni membaca lagi buku Lima Koki dan Raja Perut Lapar.

Mamas Gian jadi tertarik membaca buku Peri Gigi setelah menemani ibu ke dokter gigi.

Ibu membaca Parenting++


Menstimulus Anak Suka Membaca, Hari 6 Buku dan Rasa Lapar

Kelalaian ini sudah dimulai sejak kemarin. Sakit gigi semakin tidak tertahankan.

Anak-anak mulai bosan. Mamas mulai merengek minta main ke luar, mata ibu berat karena semalam memang tidak bisa tidur dengan nyenyak. Ibu menahan sakit.

"Baca buku gak bisa, main di luar katanya nanti. Bosan aku bu."

Makanan ada tetapi mengunyahnya butuh perjuangan. Lapar menyerang, rengekan menggema.

"Raja perut lapar jadi sakit karena makan terus, kalau ibu sakit gigi jadi gak bisa makan."

Menstimulasi Anak Suka Membaca, Hari 5 Jurnal Safar dan Sakit Gigi


Ternyata seberat ini membaca buku dengan gigi cenut-cenut. Terus menerus berandai-andai: gigi dicabut sementara kemudian kalau semua kerjaan sudah selesai dipasang lagi.

Alhamdulillahnya anak-anak gak protes ibunya bolak-balik berhenti untuk menikmati anugerah sakit dan kepala pusing.

Pulang kantor ayah juga langsung mengambil alih bermain bersama anak-anak karena istrinya teler.

Ini ngetik juga muka bagian kiri kaya mati rasa dan hanya bisa merasakan nyeri giginya saja.

Menstimulasi Anak Suka Membaca, Hari 4 Memastikan Buku Cocok untuk Anak

Paketan buku yang baru datang sudah diserbu sama anak-anak dan kepengen tahu isinya apa saja. 

Ketika tahu, tetot. Tidak begitu menarik perhatian.



Menstimulasi Anak Suka Membaca, Hari 3 Waktu Dibuat Bukan Diluangkan

Setelah liburan panjang, ibu dan anak-anak punya jadwal pijat. Bengkelin badan agar kuat menjalani hari-hari satu bulan ke depan. Bisa menyelesaikan tantangan level 5 dengan baik.

Sebelum berangkat, kami semua sarapan dan mamas Gian meminta ayah membacakan lagi Lima Koki & Raja Perut Lapar 😁, dedek Geni juga ikut terlibat.

Mamas bilang tidak ingin membawa buku bacaan melainkan membawa bahan-bahan puding dan kocokan. Mamas Gian ingin membuat puding bersama bude Kiki.

Selesai pijat, main sebentar kemudian bobok siang.

Sore bermain bersama sepupu-sepupu di rumah Yang Mar, ibu menemukan buku-buku milik kak Icha. Pinjam dulu yak.

buku lama dan tidak begitu menarik perhatian
Ibu berusaha membuat waktu untuk membaca karena tidak ingin agenda membaca yang sudah dua hari berjalan baik, terputus. Eman-eman lah.

Alhamdulillah dedek Geni tertarik jadi mamas juga menyusul. Buku tentang Penguin yang dengan polosnya ibu memastikan kalau penguin itu masuk ke keluarga burung.

🧒"Kenapa penguin jantan jagain telurnya Yah?"
👦"Ya karena bergantian seperti ayah bekerja dan ibu jagain mamas sama dedek."

semoga pemandangan ini konsisten 17 hari kedepan

Dedek Geni hari ini agak rewel. Mamas tidak dibolehin ikut mendengarkan ayah membacakan cerita. Mulai memukul. Saat mamas mendekat, dedek membawa pergi bukunya dan balik ke ayah lagi setelah mamas fokus main sama sepupu-sepupu yang lain.

alunan nada ayah saat membaca semakin baik dan merdu
Ayah memainkan intonasi, itulah yang akhirnya membuat anak-anak suka, dan pastinya karena ayah lebih sabar. Ibu mah aliran sumbu pendek.

Beberapa menit kemudian, drama terjadi lagi. Dedek berteriak tidak bolehin mamas ikut bergabung, membawa buku-buku yang sudah rapuh. Robek lah.


Penguin membawa pembelajaran tentang waktu yang harus dibuat untuk membaca dan berebut bukanlah solusi.

***

Memberikan rangsangan kepada anak-anak memang harus memiliki tekad kuat agar konsisten bukan hanya impian melainkan kenyataan yang dibangun dari kerja keras. Terus dan terus.

Ibu meluangkan sejenak membaca 5 lembar Tuntas Motorik sementara ayah refreshing dengan membaca komik di gawai. 

Buku Aku Bisa Merapikan Mainan ternyata lebih menarik ibu. Bagaimana si Arif yang menunda membereskan mainan lalu mobil mainanya rusak karena tanpa sengaja terinjak Shifa, mengingatkan Ibu untuk tidak menunda karena menumpuk pekerjaan sama dengan mengundang stres juga penyakit.

Mungkin pada awalnya anak-anak belum begitu paham tentang pelajaran yang bisa diambil setelah buku selesai dibacakan. Namun manfaat dari buku-buku tersebut semacam tabungan yang bisa diambil jika ada keadaan darurat. Ya sebenarnya tidak hanya tabungan bagi anak, bagi orangtua juga.

***


Puding ini juga hasil dari lihat-lihat buku-buku referensi cara foto makanan milik ibu. Kebetulan bude Kiki memang sering buatin puding, donat, dan cemilan-cemilan lain. 

Mamas buat dengan arahan bude dan mengaduk-aduk dengan pengocok telur. 

Baca bukunya kapan, praktiknya kapan. Ya nunggu siap dan waktunya tepat. Tidak pernah bisa ketebak kapan pastinya. Memang sejak umur lima tahun, mamas Gian tertarik dengan makanan dan memasak. Masih harus diawasi saat menggunakan kompor panas. 

Pokoknya ibu harus tarik sumbu agar tidak menunda membersamai mamas karena alasan takut kebanyakan aturan.

***

Buku-buku adalah jendela menuju dunia luar yang semoga jadi penyemangat ibu konsisten membuatkan waktu bagi duoG.

Buku-buku yang nantinya memberikan ilmu dan manfaat kemudian menjadikan solusi saat kami semua menemukan tantangan yang butuh penyelesaian bukan kekacauan.

(502)

#GameLevel5
#Tantangan17Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Menstimulasi Anak Suka Membaca, Hari 2 Tak Masalah Berulang jika Senang

Membaca menjadi kegiatan yang sudah kami kenalkan ke duoG sejak di dalam kandungan. Ya mungkin karena kami pada dasarnya memang suka membaca. Buku-buku koleksi baik yang lecek atau masih tersegel adalah investasi bagi kami. Terkadang main beli-beli saja dan baru bisa terbaca satu hingga dua tahun setelah terbeli. Sehingga, anak-anak suka buku memang dari kami orangtuanya. Toko buku kalau sedang rajin bisa sebulan sekali didatangi.

Namun kami menyadari beberapa tahun belakangan, sejak buku digital bertebaran, kami jadi lebih sering membaca lewat gawai yang langsung selesai. Butuh perjuangan ekstra untuk duduk santai menyelesaikan 300 lebih halaman novel.

***

Pohon literasi belum berhasil dibuat karena anak-anak sedang suka bermain di luar. Rangsangan-rangsangan untuk bermain dengan kertas warna, gunting, dan lem belum berhasil menarik minat duoG. Lebih asyik main air, pistol air, dan banjir-banjiran. Mungkin besok akan ada waktu untuk membuat pohon literasi. Membacakan bukunya dulu, dicatat kemajuannya di blog, baru jika sudah selesai anak-anak akan tempel-tempel daunnya.

***

Ibu baru bisa membacakan buku-buku saat akan tidur siang pada saat anak-anak mulai lelah, mata mulai mengantuk, dan minta beristirahat.

Setelah selesai membacakan buku untuk anak-anak, ibu baru tertarik membuka lembar demi lembar buku yang kemarin ibu pilih terkumpul di nampan. Anak-anak kalau sudah suka dengan satu buku pasti sampai lecek, bolak-balik dibaca. Kenapa ibu baru lima lembar saja sudah bosan? 

Tentu saja anak baca buku berulang karena suka. Tidak ada alasan-alasan apalagi ekspektasi. Lha kalau ibu? Ada aja alasan belum lagi ekspektasi tinggi
orangtua adalah teladan, membacakan buku untuk anak bisa pula jadi me time

***
"Ini, kerang yang paling banyak."
Pagi sebelum berangkat ke kantor, ayah menyempatkan waktu untuk membacakan lagi buku Lima Koki & Raja Perut Lapar. Kebersamaan yang digunakan ayah untuk membentuk ikatan dengan si sulung dan membuat kenangan bersama.

Malam hari ketika ayah pulang buku yang ingin dibaca juga masih buku yang kemarin dibaca yaitu Lima Koki & Raja Perut Lapar. Mamas Gian suka buku itu karena ada tebak-tebakan yang memancing rasa penasaran.

Selain itu, ayah dengan intonasi naik turun juga berhasil menarik minat mamas Gian untuk minta dibacakan lagi dan lagi.

Bukunya dibawa tidur, sempat menghilang karena lupa meletakkan di dalam laci
Menurut mamas Gian, si Raja ini ganas karena bisa makan banyak. Apa saja bisa dimakan. Dari roti, hamburger, bahkan kari super pedas pun bisa. Namun akhirnya kasihan karena hanya bisa makan bubur. Entah si Raja jadi tim tidak diaduk atau diaduk *au ah pik garing candaan lau*

Setelah mamas, ayah berganti membacakan buku untuk dedek Geni
Bacaan tentang alat-alat berat sedang menarik perhatian Geni saat ini. Geni memiliki gaya  tersendiri saat dibacakan buku. Ya sudahlah ya, udah ngantuk mah bebas daripada menangis tidak karuan.

***
Terus ibu dan ayah baca apa? Buku ayah masih tersegel sementara ibu baru menaklukkan dua halaman buku eating clean. 

                                                                            













Semoga semangat membacakan buku untuk anak-anak juga membangkitkan kembali semangat membaca buat ayah dan ibu sendiri sehingga anak-anak terus mendapatkan teladan cinta buku yang konsisten. Dari ayah ibunya. Tidak perlu berekspektasi tinggi, hanya contoh dan contoh. Tidak juga banyak kata melainkan bukti nyata.

(501)

#GameLevel5
#Tantangan17Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

Menstimulusi Anak Suka Membaca, Hari 1 Persiapan Penuh Drama

Membuat jadwal membaca buku merupakan momen yang kami tunggu. Kami suka membaca tetapi akhir-akhir ini, aktivitas tersebut tergantikan dengan gadget. Sudah jarang membolak-balik halaman bersama anak-anak maupun sendiri. Informasi semua bisa diakses melalui gawai sehingga untuk sementara waktu buku-buku dibiarkan masih tersegel dulu. 

Kemudian tantangan level 5 dimulai. Ibu dan ayah diminta memberikan rangsangan agar anak-anak suka membaca. Bukan hal sulit sebenarnya karena lingkungan rumah sudah kami atur sedemikian rupa agar akses duoG terhadap buku mudah. Di level ini, tantangan terbesar kami adalah menerima jika kami masih kurang konsisten dalam mematuhi jadwal membaca anak-anak. Sebelum tidur siang dan malam. Dua kali sehari udah kaya mandi.

Hal tersebut terlihat ketika anak-anak diminta ibu memilih buku-buku yang ingin dibaca, mereka sangat antusias. Bahkan langsung nodong untuk dibacakan langsung. Ayah yang baru saja pulang kantor harus meminta izin makan berulang kali.

Siang biasanya ibu keburu-buru ingin me time jadi melewatkan baca buku dan fokus menidurkan anak-anak saja kemudian ayah jika pulang kantor, kondisi juga sudah ingin beristirahat. Oleh karena itu, kami memang harus meluruskan niat untuk mematuhi lagi jadwal membaca baik bagi anak juga diri kami sendiri.

DRAMA BEREBUT BUKU

"Bukunya banyak, yang disuka ya itu-itu saja."

Geni mau dibacakan buku MOBIL sementara buku itu sudah masuk nampan mamas Gian. 


Buku yang jadi primadona malam ini

Jadilah itu buku jadi bahan rebutan yang menyita waktu, tenaga, dan emosi.


Ibu berusaha memberikan pengertian kepada mamas Gian agar kasih waktu bagi Geni membaca dulu kemudian mengembalikan buku ke nampan lagi.

Mamas menolak mendengarkan dan marah kemudian melempar satu buku milik Geni yang ada di nampan. Mamas menangis. Ibu sekilas berpikir mamas Gian sudah mengantuk.

Ayah mencoba kasih pengertian ke Geni untuk meminta izin dengan baik dan benar, berhasil. Namun mamas Gian masih saja tidak mau meminjamkan bukunya.

"Dah dek, kasih bukunya ke mamas. Ayo kita dengar cari kodok di luar."

Ya dengan sedikit marah karena ibu tahu ayah juga lelah. 

Pada saat ayah dan dedek di halaman, ibu berusaha memberikan pemahaman untuk menunggu. Geni pinjam sebentar. Hingga akhirnya mamas mau meminta maaf karena melempar buku dan tidak mau menunggu. Meminta maaf ke Geni dan juga ayah yang sedang lelah.

KETIKA NAMPAN PENUH, MENDADAK KANTUK MENGAMBIL ALIH

Setelah buku selesai disiapkan, langkah selanjutnya adalah membuat pohon literasi dan daun-daun sebagai penanda buku telah dibaca. Bahan-bahan seperti kardus, kertas origami warna-warni, gunting dan lem sudah siap; ayah dan duoG masuk ke kamar untuk mengalihkan perhatian Geni awalnya. Gak berapa lama ketika ibu melongok ke kamar, mereka bertiga sudah terkapar dengan laptop menyala.

YA SUDAHLAH CUKUP NAMPAN-NAMPAN BERISI BUKU-BUKU INI DULU YANG NAMPANG


Nampan-nampan untuk menyuburkan pohon literasi

Ibu memang tidak perlu khawatir dengan ayah dan duoG. Mereka besok akan bangun pagi, sarapan, dan bisa diminta untuk membuat pohon literasi. 

Besok pagi juga, insya Allah ayah akan meluangkan waktu untuk membacakan buku untuk duoG sebelum berangkat kantor.

Tanpa bantuan ayah atau ibu, mamas Gian juga bisa menceritakan isi buku ke Geni dengan membaca gambar atau rangkuman dari yang sudah dibacakan ibu atau ayah.

PEMANASAN DENGAN READING TRACKER

Ibu membuat reading tracker milik mamas Gian karena paling penuh nampannya. Besok dilanjutkan membuat reading tracker untuk ibu, ayah, dan Geni.


(524)

#GameLevel5
#Tantangan17Hari
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst