Memahami Gaya Belajar Anak, Hari 9 Bila Sama Lantas Petaka

Memahami anak tetapi belum memahami diri sendiri, apakah bisa? MODAL NEKAT. Terus mau bagaimana? Lha udah ada anak. Mau mengelaknya kaya apa ya ujungnya harus balik ke tanggung jawab sebagai orangtua. JATUH BANGUN juga NAIK TURUN. Namun, hidup akan selalu begitu kan yak. Tidak hanya menyuguhkan warna-warni tetapi juga gelapnya.

Awalnya menduga-duga dulu aja. Kemudian, aku memutuskan gaya mengajarku adalah memadukan semua baik itu visual, auditori, maupun kinestetik.

Kegiatan:
Membuat label

Bahan dan Alat:
Kertas A3
Krayon
Gunting
Isolasi

Tujuan:
1. Anak memahami konsep merapikan setelah bermain
2. Ibu meneliti gaya belajar anak
3. Ibu mengenalkan konsep gambar dan tulisan

Deskripsi:
Ibu marah karena menemukan mainan yang tercecer dan gak lengkap. Mamas ogah-ogahan membereskan. Ibu mulai menuangkan semua mainan ke karpet main. Setelah itu mengumpulkan semua barang-barang yang bisa dijadikan wadah mainan-mainan. Setelah semua siap, ibu mulai memikirkan taktik untuk mengobservasi mamas yang sedang asyik menonton kartun.

πŸ‘¦"Ibu, kita kemarin sudah beres-beres. Kok beres-beres lagi?"
πŸ‘©"Kira-kira kenapa?"
πŸ‘¦"Mainan aku kebanyakan ya."
πŸ‘©"Terus?"
πŸ‘¦"Ibu marah-marah karena mainan aku berantakan."
πŸ‘©"Kenapa berantakan?"
πŸ‘¦"Dedek kan bikin berantakan melulu. Aku capek ibu kalau suruh beresin melulu."
πŸ‘©"Lalu harus bagaimana? Apa kita buang saja semua?"
πŸ‘¦"Gaaak! Aku bantu ibu beresin."

Mamas mulai menjadikan satu tempat mainan yang satu macam. Ibu memberikan cerita bagaimana label-label membuat kita jadi lebih mudah dan cepat membereskan barang-barang. Mamas menanggapi dengan menggambar mainan-mainan di kertas yang ibu siapkan dengan menggunakan krayon. Mamas gunting dan kasih isolasi. Sempat mengeluh capek karena sudah terganggu dengan suara teman-teman yang berkejaran di luar. Mamas berusaha menyelesaikan dengan cepat dan kabur setelah selesai.



Review:
Ini kaya semacam pemberontakan, “Lu kan baru hadir yak di hidup gue. Terus lu asyik aja gitu mengambil semua waktu gue yang berharga."

Ini yang muncul ketika anak-anak mulai meminta waktu dan juga porsi perhatian yang lebih besar. Aku menjadi kehilangan diriku juga kewarasanku. Padahal kalau dipikir saat waras, anak mana sih yang minta dilahirkan atau bisa memilih orangtua yang sesuai dengan mau mereka? Ya emang kudu orangtuanya kan yang sadar. Oh aku sudah punya anak. Anak pertamaku sangat baperan karena efek aku yang belum selesai dengan diriku. Aku masih saja kelepasan marah karena memang tidak sadar utuh, membuka hati dan pikiran untuk melihat mamas Gian tanpa penghakiman. BELAJAR  IKHLAS MENCINTAI ANAK TANPA EMBEL-EMBEL. Ada kemungkinan karena kita terlalu sama jadi banyak ributnya ya nak. Namun toh kita berusaha untuk nantinya saling mengisi.

Waktu bersama yang terkadang berakhir saling menyakiti, ya tak apa toh usaha tak akan pernah mengkhianati
Kesimpulan sementara observasi gaya belajar GianGaraGembul:
1. Mudah terganggu keributan
2. Saat bekerja suka bicara pada diri sendiri
3. Mudah mengingat jalan atau tempat saat pernah berada/melewati

(435)

#harike9
#tantangan10hari
#KuliahBundaSayang
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#institutibuprofesional 

No comments