Meningkatkan Kecerdasan Anak, Hari 3 Maut Itu Begitu Dekat


Baru selesai belajar make up sama rumbel sehat cantik, di perjalanan pulang, aku hampir ke serempet truk kontainer. Alhamdulillah hanya nyeri di dada bagian kiri karena kepentok kursi rotan kecil yang dibawa.

Kok bisa? Pulang naik ojol karena udah tahu akan macet parah. Terus udah ngerasa gak enak ketika si abang ojol ini lama datangnya. Ada sepuluh menit padahal status arrived. Begitu tiba di hadapan aku berpikir untuk meng-klik kaitan helm. Bayangan kecelakaan tiba-tiba melintas.

Begitu sampai di jembatan Kranji, tiba-tiba si abang ojol minggir ke kanan jalan, matanya kemasukan debu katanya. Begitu mau kembali ke jalur kiri, karena kurang hati-hati abang ojol gak cek spion, ada truk kontainer melintas dan nyerempet motor. Dada kiriku tertekan kursi rotan yang aku bawa dan abang ojol kena tangan sebelah kiri. Untungnya gak sampai jatuh hanya kena misuh si supir truk kontainer. Abang ojol minta maaf, aku masih kosong beberapa menit.

Baru ketika sampai di rumah badan sebelah kiri sakit semua dan mendadak lemas.

👩"Mamas ibu mau cerita dong."
👦"Kenapa ibu?"
👩"Ibu tadi keserempet kontainer."
👨"Astagfirullah!"
👦"Terus berdarah?"
👩"Alhamdulillah gak sampai jatuh mas."
👦"Kalau jatuh ibu berdarah?"
👩"Iya mungkin masuk rumah sakit."
👨"Alhamdulillah gak kenapa-kenapa ya. Bisa sampe rumah sekarang."
👦"Aku pernah jatuh berdarah gak masuk rumah sakit. Sini mana yang sakit. Biar aku pijitin."

Secara kecerdasan emosi, mamas bisa berempati dengan orang lain. Meskipun secara khas anak, mamas tidak luput dari peningkatan kecerdasan dengan meneliti sebab akibat dari cerita ibunya.

Sungguh hari ini proyek yang ada di kepala mendadak buyar karena masih naik turun antara percaya Tuhan sayang karena masih dilindungi dengan masih terbayang skenario terburuk dari kejadian tadi.

#harike3
#tantangan10hari
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam
#institutibuprofesional

No comments