Meningkatkan Kecerdasan Anak, Hari 1 Yuk Mengenal Hari!

👦"Ibu kenapa sih semua orang pasti nanyainnya itu melulu. Sekolah, sekolah, sekolah. Aku kan sekolah di rumah sama ibu sama dedek terus sama ayah juga."
👩 "Ya kan semua orang belum tentu tahu kenapa mamas gak mau sekolah."
👦 "Kan aku bilang kalau aku bosan. Ibu gurunya juga marah-marah terus. Aku tidak suka."

Nah lho, awalnya aku juga tidak menyangka kalau semakin umur anak bertambah maka kecerdasannya juga akan meningkat. Paling tidak, aku menyadari bahwa secara emosi mamas GianGaraGembul sudah mulai mengenal emosinya dan mengungkapkannya. 

Kemudian, aku mulai memutar otak juga menuntaskan diri. Jika aku masih saja malas dan berada di dalam rasa sakit masa lalu maka aku akan menciptakan anak yang sama terlukanya sepertiku.

Oleh sebab itu, aku, meskipun berat dan tertatih; mulai berhadapan dengan anak-anak lagi. 
***
Level 3 dimulai hari ini. Semua dirangkum dalam satu family project.


Aku langsung kepikiran untuk memulai dengan memperkenalkan hari ke mamas Gian dan dedek Geni. Ya tentu saja karena mereka sudah mulai sering bertanya tentang hari.

👦"Oh sabtu sama minggu ayah libur terus ada doraemon."
👩 "Jiah ingat ayah apa kartun nih."
👶 "Ibu hari apa sih?"
👩"Sekarang kamis dek, ada Omar Hana tuh di TV."
👦👶"Yeiyyy, ayo nonton."

Rasa ingin tahu duoG memang tinggi karena memang fitrahnya begitu. Ini keterlaluannya aku saja yang lebih kurang menstimulasi dan memuaskan rasa ingin tahu mereka.

***
Ketika mamas mulai mau menulis hari-hari, dedek duduk dengan penuh perhatian menemani mamasnya.

Kegiatan: mengenal hari dengan menulis, melepas, dan menempel.

Menulis di kertas stiker
Selain koordinasi mata dan tangan, mamas juga mempelajari cara memegang pulpen agar bisa menulis dengan nyaman. Mamas berulang kali mencoba. Belajar bahwa dengan terus mengulang, mamas jadi bisa.

👦"Kemarin aku gak bisa ya bu. Sekarang belajar terus jadi pintar."
👩"Kalau mamas ulang terus lama-lama semakin mudah."

Kecerdasan menghadapi tantangan muncul saat mamas mau mengakui jika dia belum bisa. Lalu secara emosi mamas tahu kalau terus berusaha maka pujian membuat mamas semangat.

Satu per satu huruf mamas 
Huruf yang mamas tulis terkadang terlalu besar atau langsung di tengah. Aku memberikan masukan bahwa tidak masalah, saat mamas ulang mamas akan tahu besar atau kecil yang pas dengan panjang kertas.

Melepaskan stiker untuk di pasang di kertas
kuning

Awalnya aku berpikir mamas akan cepat marah saat melepas stikernya. Eh ternyata dia melepas dengan mudah. Aku perhatikan mamas tekuk alasnya baru tarik stikernya dengan mudah. 

Solusi pemecahan masalah alas stiker yang licin dengan mudah ditemukan. 

Disamakan urutannya, ternyata hari seninnya yang belum ada
Mamas menempelkan hari senin tepat di sebelah hari selasa setelah menyamakan dengan kertas hari yang sudah lengkap di atasnya.

👦"Nanti aku tahu hari jumat ayah masih kerja terus sabtu sama minggu ayah libur. Iya kan bu?"
👩 "Yoyoi."

Bersyukur di tengah gempuran ekspetasi yang naik turun dari aku, mamas Gian bertahan walaupun sudah mulai teriak kemudian marah-marah ke adiknya terus nyalahin ibunya. Ini introspeksi buat aku sih sebagai ibu harus bener-bener tuntas dengan diri sendiri dulu baru bisa total membersamai duoG.

***
Setelah selesai dengan hari-hari, dedek minta dibukain yakult terus mamas minum sedikit, dedek marah dan akhirnya gak dibagi lagi deh mamasnya.

Hahaha... Hari ini sampai di sini dulu ya. Besok akan ada lanjutan lagi hari yang ditulis mau dibikin apa.

#harike1
#tantangan10hari
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam
#institutibuprofesional

No comments