Meningkatkan Kecerdasan Anak, Hari 10 Ujian Ketahanan Mental

Level 3 berakhir dengan rasa menyesal. Kenapa tidak ada perencanaan matang dan jadwal tertib.

Ibu berpikir, keahlian multitasking akan membereskan segalanya. Family project akan selesai sesuai waktu begitu pula laporan.

Ternyata oh ternyata, semua bubar jalan.

Uji ketahanan mental saat ibu sibuk menjadi panitia di beberapa acara rumah belajar sementara mamas Gian menuntut kegiatan agar tidak bosan.

Ibu juga kecewa karena ketiduran dan lupa bikin laporan yang sudah ada di draft.

Ya sudahlah. Mari dibenahi sama-sama. semoga di level selanjutnya lebih maksimal dan utuh lagi.

#harike10
#tantangan10hari
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam
#institutibuprofesional

Meningkatkan Kecerdasan Anak, Hari 9 Tak Apa Jika Tak Pintar

Kecerdasan anak bermacam-macam. Maka bila ternyata kecerdasan intelektualnya tidak sebesar anak-anak yang lain haruskah ibu berputus asa?

Gian mogok sekolah di umurnya yang kelima karena lingkungan sekolah tidak nyaman baginya.

Di saat anak-anak lain sudah mulai tertarik dengan angka dan huruf, Gian masih suka-suka dengan air dan pasir. Bukan hal-hal serius semacam duduk menulis atau berhitung. Awalnya ibu panik dan stres, mau family project macam apa coba agar kecerdasan intelektualnya terstimulasi.

Meskipun begitu, akhirnya ibu berinisiatif untuk menulis angka dan huruf di pasir dan menghitung saat Gian memasukkan air ke dalam botol. Paling tidak ada stimulasi yang ibu berikan agar anak tahu terlebih dahulu konsepnya.

Kemudian ibu juga jadi tahu bahwa indikator pintar tentulah tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya karena akan kembali pada fitrah masing-masing.

#harike9
#tantangan10hari
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam
#institutibuprofesional

Meningkatkan Kecerdasan Anak, Hari 8 Ibu Teriak Anak Membentak

👩"Ibu makan dulu ya biar gak marah-marah.
👦"Katanya kalau makan dulu gak marah-marah."
👶"Ibu marah ya mas."

Meningkatkan kecerdasan anak secara emosional bagi ibu adalah yang paling berat. Kok begitu? Ya karena anak-anak tidak pernah keliru mencontoh.

Family project hari ini adalah membuat papan emosi atau ungkapan rasa hari ini. Selain agar ada kegiatan, papan ini juga bisa membantu ibu lebih jujur akan rasa yang dirasakan. Anak-anak juga lebih tahu lagi apa itu emosi atau rasa.

#harike8
#tantangan10hari
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam
#institutibuprofesional

Meningkatkan Kecerdasan Anak, Hari 7 Mengenalkan Apa Keluarga

Mengejutkan. Kami sebagai orangtua semaksimal mungkin berkomunikasi dengan baik jika ada di hadapan anak-anak. Kemudian hari ini ketika Gian sedang bermain, tanpa sengaja dia melihat dan mendengar orangtua temannya adu mulut hebat.

"Kok ayahnya marah-marah ke ibunya. Kan gak boleh."

#harike7
#tantangan10hari
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam
#institutibuprofesional

Meningkatkan Kecerdasan Anak, Hari 6 Tantrum Pipis di Celana Lagi

Menemani ibu bekerja tak selamanya tanpa drama. Entah kenapa si mamas kalau pegang hp dan nonton youtube kok agak susah dengerin ya abis itu.

#harike6
#tantangan10hari
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam
#institutibuprofesional

Meningkatkan Kecerdasan Anak, Hari 5 Terima Kasih Sudah Fokus Main Balok

Gian mendapatkan mainan balok baru yang sudah lama ditunggunya.

Mamas fokus, sedikit pelit, dan memgembalikan sesuai tempat semula.

#harike5
#tantangan10hari
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam
#institutibuprofesional

Meningkatkan Kecerdasam Anak, Hari 4 Mampu Mengontrol Diri

Gian mampu menunjukkan kemampuan mengontrol diri dengan mampu ditinggal di rumah selama 1 hari.

#harike4
#tantangan10hari
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam
#institutibuprofesional

Meningkatkan Kecerdasan Anak, Hari 3 Maut Itu Begitu Dekat


Baru selesai belajar make up sama rumbel sehat cantik, di perjalanan pulang, aku hampir ke serempet truk kontainer. Alhamdulillah hanya nyeri di dada bagian kiri karena kepentok kursi rotan kecil yang dibawa.

Kok bisa? Pulang naik ojol karena udah tahu akan macet parah. Terus udah ngerasa gak enak ketika si abang ojol ini lama datangnya. Ada sepuluh menit padahal status arrived. Begitu tiba di hadapan aku berpikir untuk meng-klik kaitan helm. Bayangan kecelakaan tiba-tiba melintas.

Begitu sampai di jembatan Kranji, tiba-tiba si abang ojol minggir ke kanan jalan, matanya kemasukan debu katanya. Begitu mau kembali ke jalur kiri, karena kurang hati-hati abang ojol gak cek spion, ada truk kontainer melintas dan nyerempet motor. Dada kiriku tertekan kursi rotan yang aku bawa dan abang ojol kena tangan sebelah kiri. Untungnya gak sampai jatuh hanya kena misuh si supir truk kontainer. Abang ojol minta maaf, aku masih kosong beberapa menit.

Baru ketika sampai di rumah badan sebelah kiri sakit semua dan mendadak lemas.

👩"Mamas ibu mau cerita dong."
👦"Kenapa ibu?"
👩"Ibu tadi keserempet kontainer."
👨"Astagfirullah!"
👦"Terus berdarah?"
👩"Alhamdulillah gak sampai jatuh mas."
👦"Kalau jatuh ibu berdarah?"
👩"Iya mungkin masuk rumah sakit."
👨"Alhamdulillah gak kenapa-kenapa ya. Bisa sampe rumah sekarang."
👦"Aku pernah jatuh berdarah gak masuk rumah sakit. Sini mana yang sakit. Biar aku pijitin."

Secara kecerdasan emosi, mamas bisa berempati dengan orang lain. Meskipun secara khas anak, mamas tidak luput dari peningkatan kecerdasan dengan meneliti sebab akibat dari cerita ibunya.

Sungguh hari ini proyek yang ada di kepala mendadak buyar karena masih naik turun antara percaya Tuhan sayang karena masih dilindungi dengan masih terbayang skenario terburuk dari kejadian tadi.

#harike3
#tantangan10hari
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam
#institutibuprofesional

Meningkatkan Kecerdasan Anak, Hari 2 Kreasi Kumpulan Hari Gian

"Hal bodoh yang sedang aku lakukan saat ini adalah membiarkan anak-anak tumbuh dengan fitrahnya sementara aku bermalas-malasan dengan smartphone seharian."
Sebuah panggilan darurat datang dari si anak sulung, "Ibu dedek kalau ee' di celana jangan dimarahi sih! Kan dedek masih kecil. Ibu marah-marah terus sekarang."

Mendadak ponsel mengalirkan panas yang begitu menyengat, membangkitkan kesadaran, lalu membuat perhatian tercurah pada kalimat apa yang selanjutkan keluar.

👦"Kalau ibu marah-marah sama dedek nanti ditemenin setan lho. Allah juga marah."
👶"Mas, aku ee' di celana nih."
👦"Dedek, nanti kalau mau ee' ke kamar mandi sih. Kan biasanya udah pinter."

Kecerdasan spiritual yang memang secara teori aku tahu berasal dari fitrah noble attitude anak-anak. Ibu gesrek macam aku dapat anak-anak luar biasa yaitu duoG, tentu seharusnya bersyukur. Mau macam apa masa laluku, sekarang Tuhan buka jalan untukku bisa menjaga amanah dan tumbuh bersama anak-anak. Ya anak-anak justru memberikan pelajaran dan mendidikku.

Mamas GianGaraGembul (5 tahun 6 bulan) memberikan arahan dengan lemah lembut kepada adiknya DulDenGeni (2 tahun 8 bulan) untuk buang air besar di toilet sementara aku ibunya merasa terganggu karena masih asyik dengan ponsel. 

Akhir-akhir ini ketika aku berniat untuk menuntaskan inner child, ada saja teguran-teguran lemah lembut hingga teriakan yang datang dari si sulung. 

👦"Ibu kan ibu aku kenapa marah lagi, marah terus. Ayah saja gak marah."
👩😥😥

Karena tidak mau berlanjut maka aku catat di sini. Bukan anak-anak yang butuh diberi pelajaran melainkan anak-anak justru membuka jalan orangtua untuk bertumbuh.


***






Rangkaian gambar di atas adalah ide-ide mas GianGaraGembul untuk proyek hari ini. 

Kecerdasan emosi nampak dari bagaimana mamas Gian melanjutkan proyeknya untuk mengalihkan rasa bosannya saat ibu main hp melulu.

Kecerdasan intelektual terlihat saat mamas Gian berusaha menggunakan bahasa ibu dengan baik dan benar untuk berkomunikasi dengan adiknya.

Menghadapi tantangan dengan jelas digambarkan pada waktu bermain dengan lem, semua jari menjadi lengket, mamas Gian terus berusaha agar idenya tuntas dieksekusi.

Kecerdasan spiritual muncul saat mamas Gian berusaha memberikan pengertian ke ibunya kalau marah-marah pada dedek itu bisa membuat Tuhan marah. 

#harike2
#tantangan10hari
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam
#institutibuprofesional

Meningkatkan Kecerdasan Anak, Hari 1 Yuk Mengenal Hari!

👦"Ibu kenapa sih semua orang pasti nanyainnya itu melulu. Sekolah, sekolah, sekolah. Aku kan sekolah di rumah sama ibu sama dedek terus sama ayah juga."
👩 "Ya kan semua orang belum tentu tahu kenapa mamas gak mau sekolah."
👦 "Kan aku bilang kalau aku bosan. Ibu gurunya juga marah-marah terus. Aku tidak suka."

Nah lho, awalnya aku juga tidak menyangka kalau semakin umur anak bertambah maka kecerdasannya juga akan meningkat. Paling tidak, aku menyadari bahwa secara emosi mamas GianGaraGembul sudah mulai mengenal emosinya dan mengungkapkannya. 

Kemudian, aku mulai memutar otak juga menuntaskan diri. Jika aku masih saja malas dan berada di dalam rasa sakit masa lalu maka aku akan menciptakan anak yang sama terlukanya sepertiku.

Oleh sebab itu, aku, meskipun berat dan tertatih; mulai berhadapan dengan anak-anak lagi. 
***
Level 3 dimulai hari ini. Semua dirangkum dalam satu family project.


Aku langsung kepikiran untuk memulai dengan memperkenalkan hari ke mamas Gian dan dedek Geni. Ya tentu saja karena mereka sudah mulai sering bertanya tentang hari.

👦"Oh sabtu sama minggu ayah libur terus ada doraemon."
👩 "Jiah ingat ayah apa kartun nih."
👶 "Ibu hari apa sih?"
👩"Sekarang kamis dek, ada Omar Hana tuh di TV."
👦👶"Yeiyyy, ayo nonton."

Rasa ingin tahu duoG memang tinggi karena memang fitrahnya begitu. Ini keterlaluannya aku saja yang lebih kurang menstimulasi dan memuaskan rasa ingin tahu mereka.

***
Ketika mamas mulai mau menulis hari-hari, dedek duduk dengan penuh perhatian menemani mamasnya.

Kegiatan: mengenal hari dengan menulis, melepas, dan menempel.

Menulis di kertas stiker
Selain koordinasi mata dan tangan, mamas juga mempelajari cara memegang pulpen agar bisa menulis dengan nyaman. Mamas berulang kali mencoba. Belajar bahwa dengan terus mengulang, mamas jadi bisa.

👦"Kemarin aku gak bisa ya bu. Sekarang belajar terus jadi pintar."
👩"Kalau mamas ulang terus lama-lama semakin mudah."

Kecerdasan menghadapi tantangan muncul saat mamas mau mengakui jika dia belum bisa. Lalu secara emosi mamas tahu kalau terus berusaha maka pujian membuat mamas semangat.

Satu per satu huruf mamas 
Huruf yang mamas tulis terkadang terlalu besar atau langsung di tengah. Aku memberikan masukan bahwa tidak masalah, saat mamas ulang mamas akan tahu besar atau kecil yang pas dengan panjang kertas.

Melepaskan stiker untuk di pasang di kertas
kuning

Awalnya aku berpikir mamas akan cepat marah saat melepas stikernya. Eh ternyata dia melepas dengan mudah. Aku perhatikan mamas tekuk alasnya baru tarik stikernya dengan mudah. 

Solusi pemecahan masalah alas stiker yang licin dengan mudah ditemukan. 

Disamakan urutannya, ternyata hari seninnya yang belum ada
Mamas menempelkan hari senin tepat di sebelah hari selasa setelah menyamakan dengan kertas hari yang sudah lengkap di atasnya.

👦"Nanti aku tahu hari jumat ayah masih kerja terus sabtu sama minggu ayah libur. Iya kan bu?"
👩 "Yoyoi."

Bersyukur di tengah gempuran ekspetasi yang naik turun dari aku, mamas Gian bertahan walaupun sudah mulai teriak kemudian marah-marah ke adiknya terus nyalahin ibunya. Ini introspeksi buat aku sih sebagai ibu harus bener-bener tuntas dengan diri sendiri dulu baru bisa total membersamai duoG.

***
Setelah selesai dengan hari-hari, dedek minta dibukain yakult terus mamas minum sedikit, dedek marah dan akhirnya gak dibagi lagi deh mamasnya.

Hahaha... Hari ini sampai di sini dulu ya. Besok akan ada lanjutan lagi hari yang ditulis mau dibikin apa.

#harike1
#tantangan10hari
#KuliahBundaSayang
#GameLevel3
#FamilyProject
#MyFamilyMyTeam
#institutibuprofesional