Melatih Kemandirian Anak, Hari 7 Skill Tanpa Adab


Hari ini adalah yang terparah. Bosan menjadikan duoG uring-uringan.
Meskipun bangun pagi dan sarapan terpenuhi, ada saja alasan yang mereka kasih untuk menolak beberes.

👦"Aku gak mau main itu terus ibu. Aku bosan."
👶"Dedek gak mau bobok ibu, mau nonton kartun."

Akhirnya ibu membawa mereka ke dapur dan memberikan mereka kebebasan.

Mamas bantu ibu memotong semangka sementara dedek memainkan penggorengan.

👩"Kalau mamas bosan lalu teriak-teriak dan gak mau beresin mainan, kira-kira mainan mamas bisa beres sendiri tak?" ibu berusaha mencari celah memasukkan adab.
👦"Kenapa aku terus ibu? Aku udah beresin tapi terus dedek berantakin. Aku capek."
👩"Nak, semua kegiatan itu bisa bikin capek. Bahkan tidur juga. Mamas pilih mana, teriak dan gak beresin atau beresin abis itu bisa santai makan semangka?"
👶"Nih dedek beresin. Masuk mobilnya ke garasi."
👦"Oke abis potong semangka aku beresin mainan sama dedek."

Menggali perasaan sesungguhnya pada anak adalah jalan pembuka menuju adab. Melatih membereskan mainan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Tidak sebatas skill saja tetapi juga dibarengi dengan adab yang baik hingga anak-anak paham setelah main ya ada kewajiban membereskan.

#harike7
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

4 comments

  1. Membuat anak mengerti kebiasaan baik seperti membereskan mainan itu ternyata tidak harus dengan emosi ya mbak. Justru dengan berkata pelan dengan bahasa mereka, mereka akan lebih cepat tanggap dan nurut :)

    ReplyDelete
  2. Peran ibu itu benar-benar penting banget ya mbak, kalau kita tidak bisa mengolah emosional dengan baik di depan anak-anak, maka anak juga akan menjadi temperamental dan susah diatur.

    ReplyDelete
  3. Apa ini juga yang dimaksud KomPro ya mbak?

    ReplyDelete
  4. Semoga selalu menjadi ibu yang terbaik bagi anak-anak ya mbak, sukses selalu :)

    ReplyDelete