Melatih Kemandirian Anak, Hari 6 Saat Anak Membuat Ulah


Membereskan mainan itu mudah ketika anak dalam suasana hati yang baik. Kenyang, tidur cukup, dan waktu bermain bersama ibu berkualitas.

Hari ini entah kenapa mamas Gian dan dedek Geni membuat kepala ibu tambah pusing. Tidak segera membereskan mainan malah membuat area kerja ibu juga semakin berantakan. Ibu sampai teriak kesakitan saat tanpa sengaja menginjak mainan yang berbentuk pesawat.

👦"Aku mau jalan-jalan ibu."
👶"Geni mau susu ibu."
👩"Lha mamas sama dedek udah tahu kan harus bagaimana?"
👦👶 "Beresin mainan dulu."

Ulah anak-anak terkadang memang karena mereka mencari perhatian orangtuanya. Bukan sepenuhnya ingin membuat orangtua dalam masalah tetapi memang anak-anak sedang mengeksplorasi rasa dan mengekspresikannya.

Ulah demi ulah dilakukan karena anak-anak membutuhkan perhatian. Itu yang sering aku lupakan. Aku berpikir jika anak-anak membuat ulah memang murni ingin membuatku marah. Tentu saja itu pikiran yang salah yang ternyata memperburuk keadaan. Aku teriak, mamas menolak, dedek menangis. Tidak ada solusi yang terpikir.

Duduk diam untuk mengembalikan kesadaran penuh sangatlah diperlukan saat anak mulai membuat ulah.

"Ada apa nak? Apakah kamu butuh sesuatu."
Tanyakan dulu dalam hati sambil mengamati. Setelah paham situasi dan menemukan solusi barulah berdiskusi. Diskusi membutuhkan stamina yang penuh agar ibu bisa melihat anak-anak dengan jernih sebagai anak. Bukan serpihan luka masa lalu yang pantas dijadikan luapan kemarahan.

#harike6
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

No comments