Melatih Kemandirian Anak, Hari 3 Beberes Bersama Ayah

👯"Suami ya pulang kerja, istirahat, makan malam."
👱 "Langsung mandi abis itu main hp di kamar."
👩 "Kok aku merasa durhaka ya dengan membiarkan anak-anak menyambut ayahnya terus menodong minta langsung main."

Banyak ibu yang salah berasumsi jika membersamai anak-anak adalah tugas mereka semata. Padahal kalau mau berkomunikasi suami bisa jadi partner yang solid.

harus memotret acara nikahan
Ya inginnya selalu menemani anak-anak 1x24 jam tetapi ternyata oh ternyata suami sudah paham jika istrinya juga butuh kegiatan di luar mengurus anak-anak. Bukan hanya demi kebaikan ibu tetapi juga kebaikan seluruh anggota keluarga. Bahwa ketika sang menejer keluarga merasa bahagia maka semua yang ada di lingkungannya juga akan terbawa.
***
Suami menceritakan jika anak-anak membereskan semuà tanpa bantuan. Mulai dari mainan, sajadah setelah sholat dan juga buku-buku yang sudah selesai dibaca.

Awalnya memang berat karena banyak kemungkinan-kemungkinan yang dipikirkan. Namun setelah sering menghabiskan waktu berkualitas bersama dengan anak-anak, suami tidak lagi memiliki kekhawatiran yang berlebihan saat harus membersamai anak-anak tanpa ada aku di rumah.

Aku juga akhirnya memiliki kepercayaan saat harus bekerja dan meninggalkan anak-anak bersama dengan suami. Lho emangnya gak percaya? Ya lebih ke khawatir kalau ternyata Geni terus menerus nangis karena kangen ibunya.

Ya memang harus dicoba biar akhirnya tahu seberapa besar sih porsi yang harus ayah berikan kepada anak-anak biar secara emosi stabil juga tercukupi hingga bisa menjalankan tugas-tugas perkembangan dan kemandirian secara baik.
***
Membereskan mainan bersama anak-anak ternyata bisa begitu menyenangkan jika dilakukan dengan ayah.  Anak-anak bercerita selain bermain mainan yang sudah ada, mereka juga membuat jalur mobil baru menggunakan barang bekas bersama ayah.

“Ibu mah marah-marah terus. Kalau ayah menyenangkan.”
“Aku mau sama ayah.”

Inilah ternyata yang terjadi. Apabila suami ikut berperan serta dalam keseharian anak-anak, aku bisa mengosongkan kembali bagian otak yang berisi ekspektasi-ekspektasi. Kemudian mengisi hati dengan kasih sayang agar anak-anak bisa melihat ibunya murni sebagai ibu atau kadang teman bukan musuh atau monster.


#harike3
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

No comments