Melatih Kemandirian Anak, Hari 15 Mandiri Berempati



Aku mulai mengenalkan dunia itu sudah berisi orang "sakit". Banyak yang selalu memaksakan apa keinginannya pada orang lain. Aku gak ingin duoG kehilangan fitrah noble attitude nya.

Akhir-akhir ini teman-teman Gian sering main ke rumah. Itu bagus artinya meskipun sekolah di rumah tetapi sosialisasi tetap jalan.

👿"Awas ya nanti kamu gak boleh main ke rumah aku lagi."
👦"Udah sih gak usah ngomong begitu."

Mamas Gian memang aku didik keras tetapi sosok ayah yang menyeimbangkan semua. Pelan tapi pasti suamiku memberikan masukan bahwa ketika anak sudah paham siapa dirinya maka dia akan dengan mudah mandiri dan berempati. Di samping memang secara didikan kami berdua, duoG harus bisa menghadapi segala perubahan. Baik itu lingkungan baik atau buruk.

👦"Ibu, Peto itu ibunya sering pergi sampe malem jadi dia sendirian. Kasihan kan. Makanya dia sukanya marah-marah. Dia itu sedih sebenarnya."
👦"Ibu, Chimey berubah pikiran lagi. Udah minta maaf tapi terus jahat lagi. Suruh Ipo injak mainan pesawat dedek sampai patah."

Ya noble attitude mereka hilang. Digerus oleh kepentingan-kepentingan orangtua kemudian mengubah malaikat-malaikat kecil menjadi setan-setan yang langsung menyerang saat keinginan mereka tidak terwujud.

👩"Apa salah dedek Chimey suruh Ipo injak mainan dedek?"
👦"Gak tahu mungkin lagi ditemenin setan pas main. Terus jadi jahat lagi."

Aku memang membiarkan mamas atau dedek bebas mengungkapkan apa yang mereka rasa. Biar tidak ada rasa mengganjal di dada mereka.

Mandiri berempati ini aku tuliskan agar saat anak-anakku sudah bisa baca, mereka akan tahu kalau berempati itu bukan karena lemah justru mereka kuat bisa bertahan untuk terus memahami diri mereka sendiri. Didampingi atau sendiri, duoG tahu jalan mana yang harus mereka tempuh.

👦"Ibu, emang Allah itu ada?"
👩"Siapa yang kasih mamas napas?"
👦"Allah."
👩"Allah gak akan pernah tinggalin mamas sendiri. Gak kaya ibu atau teman-teman mamas."
👦"Ya udah aku akan berdoa sama Allah agar teman-temanku terus jadi anak baik. Biar aku punya teman-teman yang baik."

Aku malah jadi belajar bahwa anak-anak murni tidak memelihara rasa sakit hati. Yang sudah ya sudah. Terima kasih ya Tuhan, Engkau percayakan amanah menjadi ibu duoG.

Ya Tuhan, fitrah ini semoga Engkau kuatkan hamba untuk menjaga. Ampuni hamba yang selalu memelihara dendam padahal hamba tahu itu menganiaya diri hamba sendiri.

#harike15
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

1 comment

  1. Bener banget tuh mbak, anak-anak itu memang tidak punya sakit hati. pagi berantem nanti siang main bareng lagi.

    ReplyDelete