Melatih Kemandirian Anak, Hari 14 Iya Aku Kuat


👦"Ibu, aku tadi main terus Koko gak sengaja kenain sepedanya ke badan aku tapi aku gak sakit bu. Aku kuat. Aku berlatih terus."
👩"Alhamdulillah ya nak. Memang bagaimana cara mamas berlatih?"
👦"Naik turun di jendela sama loncat dari kursi."
👶"Sama main poing-poing ya mas."
*loncat-loncat di kasur maksudnya

Menceritakan dengan penuh percaya diri kemudian tidak lagi datang mengadu ke aku sembari menangis.

👦"Kamu gak pulang ke rumah? Udah mau magrib lho nanti ibu sama kakak kamu nyariin. Kamu dikira hilang."
💃"Oke aku pulang dulu ya."

Paham waktu main sampai jam berapa dan tidak perlu diingatkan sudah membereskan mainan dan juga meminta dengan baik ke dedek Geni untuk membantu. Dedek Geni juga dengan sukarela membantu.

👩"Kalau mamas minta baik-baik, dedek bagaimana?"
👶"Ini bantu mamas masukkin."

Kuat secara emosi artinya memahami apa yang ada di dalam diri agar tidak salah merespon dunia luar.

Ya mungkin aku sebagai emaknya kadang berlebihan berpikir anakku akan dimanfaatkan tetapi kekurangan demi kekurangan juga kesakitan demi kesakitan justru membuat kemandirian terbentuk secara alami karena anak-anak sadar bagian mana yang mereka mampu atau sisi mana yang butuh bantuan.

👦"Ibu, aku masukkin baju ayah sama ibu yang udah disetrika sama bu Ani. Punya aku udah aku masukkin yang nyaman. Punya dedek juga. Ini sekarang punya ayah sama ibu."
👩"Terima kasih mamas Gian sudah membantu ibu memasukkan baju ke lemari."

Pujian dan pelukan hangat sudah cukup membuat mamas Gian menuntaskan bantuannya.

#harike14
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

No comments