Melatih Kemandirian Anak, Hari 11 Teman yang Tidak Tahu Diri


👦"Ibu, Chimey ngajak aku main tapi malah masukin sepeda aku ke got. Katanya aku jahat."
👩"Emang mamas ngapain?"
👦"Aku cuma main sepedaan terus main pedang."

Aku berusaha setenang mungkin saat keluar. Aku memasukkan kemajuan yang sudah mamas Gian peroleh hari ini yaitu bisa main tanpa harus terus diawasi oleh ibunya. Jadi aku tidak boleh merusak kebahagiaan mamas yang mendapatkan hadiah main di luar karena sudah tidur siang.

Saat mengambil sepeda mas Gian yang masuk got, teman-temannya sudah tidak ada. Aku hanya marah-marah dalam hati. Kami berjalan beriringan menuju kran depan untuk mencuci sepeda.

👦"Chimey udah baik tapi kok sekarang jahat lagi sih ibu. Aku kan gak pukul atau marah."
👩"Nak, di dunia ini banyak sekali orang yang belum kenal atau tahu dirinya sendiri. Jadinya suka seenaknya sendiri."
👦"Oh jadi aku harus tahu diriku biar gak jahat."
👩"Pintar mamas. Mamas sudah bisa main sendiri tanpa dilihatin ibu. Ibu bisa bantu dedek cebok. Artinya mamas sudah tahu diri mamas."
👦"Emang gak papa aku bilang ke ibu kalau Chimey jahat."
👩"Iya gak papa. Besok kalau main sama Chimey lagi tanya kenapa sepeda mamas dimasukkan got. Kalau mamas gak salah ya gak usah takut."
👦"Aku main sama Habibi saja lah yang gak nakal. Chimey jahat sama aku."

Mas Gian terus menerus belajar tidak papa tidak punya teman jika mereka tidak tahu diri. Mengajak main tetapi semaunya sendiri. Ya awalnya mamas sering pulang dengan tangisan. Namun ketika dia paham bagaimana berkomunikasi dengan teman yang tidak tahu diri dan tahu posisi dirinya sendiri maka bermain secara mandiri tentu lebih menyenangkan.

#harike11
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

1 comment

  1. Hihi memang lebih baik bermain sendiri di rumah ya mbak. Kalau bareng sama teman-teman tau-tau nangis kadang jadi bikin pusing :D

    ReplyDelete