Melatih Kemandirian Anak, Hari 1 Beresin Mainan Yuk!

Rasanya melelahkan jika semua dikerjakan sendiri. Kenapa tidak menjadikan anak-anak teman? Tidak terbebani dengan tanggung jawab berat menjadikan anak-anak sempurna layaknya keinginan orangtua. Lagipula bila ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya, bukankah ayah adalah kepala sekolahnya? Jadi harus saling berkerjasama agar semua berjalan sesuai tujuan.

Haruskah komunikasi dengan produktif dengan kepala sekolah? Ya mau gak mau. Setiap pikiran sebaiknya diutarakan juga diselesaikan. Tidak hanya jadi ide mentah dalam otak.


Terus yang maunya sekolah di rumah bagaimana? Justru lebih gampang kan tinggal koordinasi sama suami dan bisa pakai jalan cara yang sesuai dengan visi misi keluarga.
***
Dalam satu minggu ke depan, aku memilih membereskan mainan sebagai pemanasan karena mamas Gian mulai sering marah-marah saat tidak menemukan mainan yang dia inginkan ketika waktu main bebas tiba.

👦 "Mainan aku hilang ibuuu."
👩"Sudahkah mamas sudah taruh di rak dan mengembalikan sesuai tempatnya?"
👦 "Sudah ibu tapi mana? Gak ada."
👩 "Ingat kenapa harus kembalikan apa saja sesuai dengan tempatnya?"
👦 "Iya biar gampang menemukannya."
👩 "Nah terus harus bagaimana?"
👦 "Baik ibu aku akan bereskan semua mainan aku."

Rak di bawah TV memang khusus mainan mamas
Sementara Geni sengaja aku kasih pijakan untuk membereskan mainan juga sebelum menonton film favoritnya. Ya lebih mudah karena pada dasarnya ketika melihat mamas Gian membereskan mainan maka Geni juga akan mengikuti.


Melatih kemandirian anak bukan semata agar anak tidak menempel pada orang tua tetapi lebih pada pijakan-pijakan bertahap yang akan mengenalkan anak pada rasa tangggung jawab. Berawal dari memiliki kesadaran akan apa yang dimilikinya lantas paham untuk menjaga dan merawat apa yang sudah jadi miliknya.

#harike1
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

No comments