Melatih Kemandirian Anak, Hari 16 Semangat sampai Selesai

Aku merangkum agar bisa terus konsisten melatih kemadirian anak.

1. Sadar kalau udah jadi ibu

Terkadang kalau lagi kebawa sebel suka lupa kalau sudah jadi ibu. Sibuk aja sama gadget. Baru nyadar lagi kalau salah satu anaknya protes atau tiba-tiba sliweran menunjukkan kemajuan.
Ih anak piyik udah sadar buang sampah
Ya iklan itulah yang mengembalikan kesadaran kalau aku adalah ibu dari Geni Alden Fadillah.

2. Ikat ilmu parenting agar berkah dan bermanfaat

Akhirnya setelah kesadaran muncul, aku mulai menemukan referensi-referensi tentang mendidik anak yang baik dan benar agar ilmu berkah tidak sekedar berujung copy paste kulwap saja dan menimbulkan tsunami info.
Sedikit dan bertahap adalah cara paling masuk akal di tengah tsunami info.

3. Ajak suami terlibat

Alhamdulillah aku yang awalnya beranggapan mendidik anak adalah tugas istri saja setelah kelas bunsay jadi paham kalau tidak masalah mengajak suami.

4. Komunikasi produktif terus dilatih hingga refleks

Seperti halnya pisau bagi seorang juru masak yang senantiasa diasah, komunikasi produktif merupakan modal awal orangtua dalam mendidik anak-anaknya.

5. Selalu akhiri dengan jurnal syukur atau pengampunan (terima kasih sudah berjuang hari ini dan maafkan diri sendiri jika kelepasan)

Tidak menggunakan buku khusus. Seringnya di notes hp sebelum tidur.


#harike16
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

1 comment

  1. Sangat menginspirasi sekali mbak, peran kedua orang tua itu memang penting sekali untuk membentuk karakter anak yang baik.

    ReplyDelete