Melatih Kemandirian Anak, Hari 17 Panen Hadiah

Berenang. Besok anak-anak meminta waktu berkualitas bersama ayah ibu dengan berenang.

Hari ini mamas meminta kejelasan dengan pesan suara yang dikirimkan ke whatsapp ibu. 

Ibu hari ini kerja seharian jadi full di rumah sama ayah.

Minggu, bisa berenang sebagai hadiah bisa secara mandiri mengahadapi segala perubahan.

#harike17
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 16 Semangat sampai Selesai

Aku merangkum agar bisa terus konsisten melatih kemadirian anak.

1. Sadar kalau udah jadi ibu

Terkadang kalau lagi kebawa sebel suka lupa kalau sudah jadi ibu. Sibuk aja sama gadget. Baru nyadar lagi kalau salah satu anaknya protes atau tiba-tiba sliweran menunjukkan kemajuan.
Ih anak piyik udah sadar buang sampah
Ya iklan itulah yang mengembalikan kesadaran kalau aku adalah ibu dari Geni Alden Fadillah.

2. Ikat ilmu parenting agar berkah dan bermanfaat

Akhirnya setelah kesadaran muncul, aku mulai menemukan referensi-referensi tentang mendidik anak yang baik dan benar agar ilmu berkah tidak sekedar berujung copy paste kulwap saja dan menimbulkan tsunami info.
Sedikit dan bertahap adalah cara paling masuk akal di tengah tsunami info.

3. Ajak suami terlibat

Alhamdulillah aku yang awalnya beranggapan mendidik anak adalah tugas istri saja setelah kelas bunsay jadi paham kalau tidak masalah mengajak suami.

4. Komunikasi produktif terus dilatih hingga refleks

Seperti halnya pisau bagi seorang juru masak yang senantiasa diasah, komunikasi produktif merupakan modal awal orangtua dalam mendidik anak-anaknya.

5. Selalu akhiri dengan jurnal syukur atau pengampunan (terima kasih sudah berjuang hari ini dan maafkan diri sendiri jika kelepasan)

Tidak menggunakan buku khusus. Seringnya di notes hp sebelum tidur.


#harike16
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 15 Mandiri Berempati



Aku mulai mengenalkan dunia itu sudah berisi orang "sakit". Banyak yang selalu memaksakan apa keinginannya pada orang lain. Aku gak ingin duoG kehilangan fitrah noble attitude nya.

Akhir-akhir ini teman-teman Gian sering main ke rumah. Itu bagus artinya meskipun sekolah di rumah tetapi sosialisasi tetap jalan.

👿"Awas ya nanti kamu gak boleh main ke rumah aku lagi."
👦"Udah sih gak usah ngomong begitu."

Mamas Gian memang aku didik keras tetapi sosok ayah yang menyeimbangkan semua. Pelan tapi pasti suamiku memberikan masukan bahwa ketika anak sudah paham siapa dirinya maka dia akan dengan mudah mandiri dan berempati. Di samping memang secara didikan kami berdua, duoG harus bisa menghadapi segala perubahan. Baik itu lingkungan baik atau buruk.

👦"Ibu, Peto itu ibunya sering pergi sampe malem jadi dia sendirian. Kasihan kan. Makanya dia sukanya marah-marah. Dia itu sedih sebenarnya."
👦"Ibu, Chimey berubah pikiran lagi. Udah minta maaf tapi terus jahat lagi. Suruh Ipo injak mainan pesawat dedek sampai patah."

Ya noble attitude mereka hilang. Digerus oleh kepentingan-kepentingan orangtua kemudian mengubah malaikat-malaikat kecil menjadi setan-setan yang langsung menyerang saat keinginan mereka tidak terwujud.

👩"Apa salah dedek Chimey suruh Ipo injak mainan dedek?"
👦"Gak tahu mungkin lagi ditemenin setan pas main. Terus jadi jahat lagi."

Aku memang membiarkan mamas atau dedek bebas mengungkapkan apa yang mereka rasa. Biar tidak ada rasa mengganjal di dada mereka.

Mandiri berempati ini aku tuliskan agar saat anak-anakku sudah bisa baca, mereka akan tahu kalau berempati itu bukan karena lemah justru mereka kuat bisa bertahan untuk terus memahami diri mereka sendiri. Didampingi atau sendiri, duoG tahu jalan mana yang harus mereka tempuh.

👦"Ibu, emang Allah itu ada?"
👩"Siapa yang kasih mamas napas?"
👦"Allah."
👩"Allah gak akan pernah tinggalin mamas sendiri. Gak kaya ibu atau teman-teman mamas."
👦"Ya udah aku akan berdoa sama Allah agar teman-temanku terus jadi anak baik. Biar aku punya teman-teman yang baik."

Aku malah jadi belajar bahwa anak-anak murni tidak memelihara rasa sakit hati. Yang sudah ya sudah. Terima kasih ya Tuhan, Engkau percayakan amanah menjadi ibu duoG.

Ya Tuhan, fitrah ini semoga Engkau kuatkan hamba untuk menjaga. Ampuni hamba yang selalu memelihara dendam padahal hamba tahu itu menganiaya diri hamba sendiri.

#harike15
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 14 Iya Aku Kuat


👦"Ibu, aku tadi main terus Koko gak sengaja kenain sepedanya ke badan aku tapi aku gak sakit bu. Aku kuat. Aku berlatih terus."
👩"Alhamdulillah ya nak. Memang bagaimana cara mamas berlatih?"
👦"Naik turun di jendela sama loncat dari kursi."
👶"Sama main poing-poing ya mas."
*loncat-loncat di kasur maksudnya

Menceritakan dengan penuh percaya diri kemudian tidak lagi datang mengadu ke aku sembari menangis.

👦"Kamu gak pulang ke rumah? Udah mau magrib lho nanti ibu sama kakak kamu nyariin. Kamu dikira hilang."
💃"Oke aku pulang dulu ya."

Paham waktu main sampai jam berapa dan tidak perlu diingatkan sudah membereskan mainan dan juga meminta dengan baik ke dedek Geni untuk membantu. Dedek Geni juga dengan sukarela membantu.

👩"Kalau mamas minta baik-baik, dedek bagaimana?"
👶"Ini bantu mamas masukkin."

Kuat secara emosi artinya memahami apa yang ada di dalam diri agar tidak salah merespon dunia luar.

Ya mungkin aku sebagai emaknya kadang berlebihan berpikir anakku akan dimanfaatkan tetapi kekurangan demi kekurangan juga kesakitan demi kesakitan justru membuat kemandirian terbentuk secara alami karena anak-anak sadar bagian mana yang mereka mampu atau sisi mana yang butuh bantuan.

👦"Ibu, aku masukkin baju ayah sama ibu yang udah disetrika sama bu Ani. Punya aku udah aku masukkin yang nyaman. Punya dedek juga. Ini sekarang punya ayah sama ibu."
👩"Terima kasih mamas Gian sudah membantu ibu memasukkan baju ke lemari."

Pujian dan pelukan hangat sudah cukup membuat mamas Gian menuntaskan bantuannya.

#harike14
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 13 Jangan Abaikan Emosiku


Pagi-pagi panik karena dedek Geni panas. Bagaimana tidak panik, Geni kalau sudah panas agak susah untuk turun.
👶"Ibu, aku mau susu coklat."
👩"Ayo kita bikin!"
👶"Gak mau, maunya beli. Pergi. Naik motor."
👩"Oke, bangun dulu adek."
👦"Mamas tunggu di rumah aja ya bu. Masih mau nonton kartun."
Alhamdulillah masih ada selera makan atau minum berarti baru gejala pilek. Langsung siap-siap sekalian belanja sayur biar gak merambat jadi radang tenggorokan.

Merasa bersalah saat melihat dedek Geni minum susu dengan tangan dan bibir bergetar seperti saat dia dalam keadaan sangat lapar. Langsung habis 2 botol ukuran 250ml.
👦"Kan dedek kemarin makan sedikit bu."
👶"Bu dedek laper, mau makan."
👩"Iya ibu masak dulu ya."
👦"Mamas bantu ya bu."
👩"Ya potong sosis. Jangan terlalu kecil nanti cepat gosong."
👦"Waktu aku main game di hp ayah gak papa dipotong dua begini bu."
👩"Iya nanti gosong mamas yang makan mau?"
👦"Gak mau."

Rekor masak tercepat, hanya 15 menit. Rebus jagung manis, sayur bayam+wortel+oyong, dan goreng sosis.

Sambil sarapan sambil nonton kartun. Awalnya dedek Geni hanya mau makan sosisnya saja. Habis satu mangkok kecil, makan sendiri, dengan bahagia. Begitu minta lagi ibu kasih sosis sedikit dan banyak sayur, ngamuk gak mau makan. Aku biarin. Begitu melihat mamasnya makan nasi plus sayur plus sosis, barulah dia mendekat dan minta disuapin.

👩"Dedek kenapa tadi nangis?"
👶"Mau sosis aja."
👦"Sayur kan sehat. Nih aku juga makan sayur biar kuat."
👶"Ibu aku juga mau sayur."
👩"Iya. Gak papa dedek nangis tapi ibu diemin dulu. Kalau udah bisa diajak ngobrol lagi baru ibu mau ngomong sama dedek."

Sore hari setelah selesai main, mamas Gian lapar dan minta dimasakkin nasi goreng.
👦"Nasi goreng ibu kan enak ada bawangnya. Aku yang bantuin kocok telur ya bu."
Aku belum menjawab karena sibuk menyiapkan bahan-bahan. Ketika mengambil nasi, mamas Gian berusaha membuka cangkang telur sendiri dan tumpah kemana-mana.
👩"Kamu ngapain sih mas? Kenapa gak nunggu ibu dulu. Ayo beresin yang tumpah."
👦"Itu lengket ibu."
👩"Ya makanya harus dibersihin biar gak tambah banyak lengketnya."

Pertama mamas mengambil lap kemudian tisu basah untuk membereskan sisa telur. Kuning telur dan sedikit yang tersisa di mangkuk, mamas kocok dan tambah garam sedikit.

👩"Maaf ya mas tadi ibu teriak sama mamas."
👦"Iya aku maafin bu. Kan aku juga tadi gak tunggu ibu makanya tumpah. Maafin aku juga ya bu."

Dalam kemandirian terdapat emosi-emosi yang perlu diolah sehingga anak-anak paham akan dirinya dan porsinya. Setelah paham maka aku berharap duoG jauh lebih mudah untuk konsisten dengan mempraktikkan skill yang sudah dimiliki. Tidak lagi maju mundur karena pengaruh emosi.

#harike13
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 12 Jadikan Tuntas sebagai Kunci

Saling bahu membahu ya nak, kalian pasti bisa


Mandiri erat hubungannya dengan ketuntasan. Ibu ingin duoG pada akhirnya menghargai proses sebagai sarana mengembangkan diri. Hasil akhir atau skill yang diperoleh adalah hal wajar setelah semua jatuh bangun yang dialami.

#harike12
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 11 Teman yang Tidak Tahu Diri


👦"Ibu, Chimey ngajak aku main tapi malah masukin sepeda aku ke got. Katanya aku jahat."
👩"Emang mamas ngapain?"
👦"Aku cuma main sepedaan terus main pedang."

Aku berusaha setenang mungkin saat keluar. Aku memasukkan kemajuan yang sudah mamas Gian peroleh hari ini yaitu bisa main tanpa harus terus diawasi oleh ibunya. Jadi aku tidak boleh merusak kebahagiaan mamas yang mendapatkan hadiah main di luar karena sudah tidur siang.

Saat mengambil sepeda mas Gian yang masuk got, teman-temannya sudah tidak ada. Aku hanya marah-marah dalam hati. Kami berjalan beriringan menuju kran depan untuk mencuci sepeda.

👦"Chimey udah baik tapi kok sekarang jahat lagi sih ibu. Aku kan gak pukul atau marah."
👩"Nak, di dunia ini banyak sekali orang yang belum kenal atau tahu dirinya sendiri. Jadinya suka seenaknya sendiri."
👦"Oh jadi aku harus tahu diriku biar gak jahat."
👩"Pintar mamas. Mamas sudah bisa main sendiri tanpa dilihatin ibu. Ibu bisa bantu dedek cebok. Artinya mamas sudah tahu diri mamas."
👦"Emang gak papa aku bilang ke ibu kalau Chimey jahat."
👩"Iya gak papa. Besok kalau main sama Chimey lagi tanya kenapa sepeda mamas dimasukkan got. Kalau mamas gak salah ya gak usah takut."
👦"Aku main sama Habibi saja lah yang gak nakal. Chimey jahat sama aku."

Mas Gian terus menerus belajar tidak papa tidak punya teman jika mereka tidak tahu diri. Mengajak main tetapi semaunya sendiri. Ya awalnya mamas sering pulang dengan tangisan. Namun ketika dia paham bagaimana berkomunikasi dengan teman yang tidak tahu diri dan tahu posisi dirinya sendiri maka bermain secara mandiri tentu lebih menyenangkan.

#harike11
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 10 Membuktikan Kemandirian

Hari ini mamas Gian berhasil mandi, cebok, dan pakai baju sendiri.

Kemudian menyiapkan makanan, makan, juga membereskan semua setelah selesai.

Catatan buat ibu adalah bagaimana tuntutan kemandirian sejalan dengan pemenuhan perhatian.

Emosi anak-anak baik itu mamas atau dedek haruslah terpenuhi karena bila mereka merasa diabaikan maka mulai ada percikan-percikan api kemarahan untuk memperoleh perhatian.

👶"Mas aku pipis nih."
👩"Kok di lantai dek. Biasanya udah pintar bilang terus ke kamar mandi."
👦"Ibu lihat hp terus sih. Aku panggilin gak denger. Dedek keburu pipis di celana deh."

Membuktikan kemandirian anak itu mudah karena pada dasarnya anak punya fitrah yang jadi perbekalan mereka selama diamanahkan ke orangtua. Tinggal pilihan orangtua mau memaksimalkan atau justru menonaktifkan fitrah tersebut.

Ya lagi-lagi evaluasi buat ibu agar bisa menjadi orangtua yang baik dan benar.

Membuktikan kemandirian dengan mau menunggu

Pada akhirnya memang orangtua belajar banyak dari anak. Bagaimana anak belajar dengan cepat untuk memahami diri hanya dalam hitungan hari.
Jadi mak, sebenarnya siapa yang harus banyak belajar? Iya aku. Aku yang harus banyak belajar. 🙈

#harike10
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 9 Ibu Aku Kangen Ayah


Dulu, aku sangat suka sendiri. Membaca dan memikirkan serta memimpikan banyak hal. Apakah ada hubungannya kesendirian dengan kemandirian? Apakah mandiri itu selalu sendiri? Ternyata setelah dewasa, aku merasa mandiri dan sendiri itu berbeda. Mandiri lebih ke rasa yakin akan kemampuan diri, mau mencoba, dan tidak masalah mendelegasikan tugas ke orang lain. Kemudian sendiri lebih pada suasana yang mungkin cocok bagi sebagian orang.

***

👦 "Kalau aku di daycare, aku mikirin ibu. Aku takut ibu kena gempa atau diculik. Aku nanti gak punya ayah atau ibu lagi."

Pembicaraan ini muncul ketika ibu menanyakan apakah mamas takut ketika ayah harus dinas luar kota dan hanya ada ibu juga dedek di rumah. Mamas bilang dia tidak tidak takut karena ada ibu.

Topik berat bagi anak lima tahun mungkin. Namun semakin dini anak-anak paham apa itu sendiri, siapa yang harus dia andalkan, juga bagaimana menghadapi semua rasa tidak enak; aku rasa anak-anak perlu diperkenalkan dengan topik-topik berat semacam ketakutan akan kesendirian.

Rasa takut akan kesendirian, tiba-tiba aku menyadari bahwa berada dekat dengan anak-anak belum tentu memiliki jiwa yang utuh untuk mereka. Ya disambi pegang hp, lihat laptop, dan juga menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga.

Semacam kedekatan semu yang ternyata membuat anak-anak sudah kesepian walaupun ibu atau ayahnya ada.

Kemandirian akan terbentuk saat anak-anak siap. Ibu membuktikan sendiri. Hanya perlu pijakan-pijakan kecil kemudian konsisten selama 5 hari maka kemandirian akan terbentuk jika anak-anak memang siap. Kasih sayang tulus dan kehadiran yang utuh juga penuh lah yang utama.

"Kenalkan Tuhan maka semua jalan akan terasa lebih tenang."

Ketika anak-anak mengungkapkan apa yang mereka rasakan, aku merasa harus mengevaluasi diri sendiri. Sikap masa bodoh harus ditempatkan di posisi pertama agar pikiran fokus pada yang benar-benar penting. Tidak seperti benang kusut yang tak ketahuan juntrungannya.

👶"Mas, aku pipis nih."
👦"Ibu, dedek pipis di celana nih."
👶"Ibu marah dedek pipis disitu."
👦"Makanya pipis di kamar mandi sih dek."
👶"Iya cebok aja."

Mamas takut kalau pisah agak lama dari ayah atau ibu. Dedek takut saat ibu marah dan berubah.

"TUNTASKAN YANG DI DALAM MAKA KAMU AKAN KELUAR DENGAN KEPALA TEGAK."

Kemandirian anak-anak benar-benar murni kesiapan orangtua untuk ikhlas akan jalan yang akan ditempuh anak tanpa ditemani. Bila orangtua ikhlas maka anak-anak akan percaya dan yakin akan dirinya.

#harike8
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari ke 8 Aku Takut Sendiri

Dulu, aku sangat suka sendiri. Membaca dan memikirkan serta memimpikan banyak hal. Apakah ada hubungannya kesendirian dengan kemandirian? Apakah mandiri itu selalu sendiri? Ternyata setelah dewasa, aku merasa mandiri dan sendiri itu berbeda. Mandiri lebih ke rasa yakin akan kemampuan diri, mau mencoba, dan tidak masalah mendelegasikan tugas ke orang lain. Kemudian sendiri lebih pada suasana yang mungkin cocok bagi sebagian orang.

***

👦 "Kalau aku di daycare, aku mikirin ibu. Aku takut ibu kena gempa atau diculik. Aku nanti gak punya ayah atau ibu lagi."

Pembicaraan ini muncul ketika ibu menanyakan apakah mamas takut ketika ayah harus dinas luar kota dan hanya ada ibu juga dedek di rumah. Mamas bilang dia tidak tidak takut karena ada ibu.

Topik berat bagi anak lima tahun mungkin. Namun semakin dini anak-anak paham apa itu sendiri, siapa yang harus dia andalkan, juga bagaimana menghadapi semua rasa tidak enak; aku rasa anak-anak perlu diperkenalkan dengan topik-topik berat semacam ketakutan akan kesendirian.

Rasa takut akan kesendirian, tiba-tiba aku menyadari bahwa berada dekat dengan anak-anak belum tentu memiliki jiwa yang utuh untuk mereka. Ya disambi pegang hp, lihat laptop, dan juga menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga.

Semacam kedekatan semu yang ternyata membuat anak-anak sudah kesepian walaupun ibu atau ayahnya ada.

Kemandirian akan terbentuk saat anak-anak siap. Ibu membuktikan sendiri. Hanya perlu pijakan-pijakan kecil kemudian konsisten selama 5 hari maka kemandirian akan terbentuk jika anak-anak memang siap. Kasih sayang tulus dan kehadiran yang utuh juga penuh lah yang utama.

"Kenalkan Tuhan maka semua jalan akan terasa lebih tenang."

Ketika anak-anak mengungkapkan apa yang mereka rasakan, aku merasa harus mengevaluasi diri sendiri. Sikap masa bodoh harus ditempatkan di posisi pertama agar pikiran fokus pada yang benar-benar penting. Tidak seperti benang kusut yang tak ketahuan juntrungannya.

👶"Mas, aku pipis nih."
👦"Ibu, dedek pipis di celana nih."
👶"Ibu marah dedek pipis disitu."
👦"Makanya pipis di kamar mandi sih dek."
👶"Iya cebok aja."

Mamas takut kalau pisah agak lama dari ayah atau ibu. Dedek takut saat ibu marah dan berubah.

"TUNTASKAN YANG DI DALAM MAKA KAMU AKAN KELUAR DENGAN KEPALA TEGAK."

Kemandirian anak-anak benar-benar murni kesiapan orangtua untuk ikhlas akan jalan yang akan ditempuh anak tanpa ditemani. Bila orangtua ikhlas maka anak-anak akan percaya dan yakin akan dirinya.


#harike8
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 7 Skill Tanpa Adab


Hari ini adalah yang terparah. Bosan menjadikan duoG uring-uringan.
Meskipun bangun pagi dan sarapan terpenuhi, ada saja alasan yang mereka kasih untuk menolak beberes.

👦"Aku gak mau main itu terus ibu. Aku bosan."
👶"Dedek gak mau bobok ibu, mau nonton kartun."

Akhirnya ibu membawa mereka ke dapur dan memberikan mereka kebebasan.

Mamas bantu ibu memotong semangka sementara dedek memainkan penggorengan.

👩"Kalau mamas bosan lalu teriak-teriak dan gak mau beresin mainan, kira-kira mainan mamas bisa beres sendiri tak?" ibu berusaha mencari celah memasukkan adab.
👦"Kenapa aku terus ibu? Aku udah beresin tapi terus dedek berantakin. Aku capek."
👩"Nak, semua kegiatan itu bisa bikin capek. Bahkan tidur juga. Mamas pilih mana, teriak dan gak beresin atau beresin abis itu bisa santai makan semangka?"
👶"Nih dedek beresin. Masuk mobilnya ke garasi."
👦"Oke abis potong semangka aku beresin mainan sama dedek."

Menggali perasaan sesungguhnya pada anak adalah jalan pembuka menuju adab. Melatih membereskan mainan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Tidak sebatas skill saja tetapi juga dibarengi dengan adab yang baik hingga anak-anak paham setelah main ya ada kewajiban membereskan.

#harike7
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 6 Saat Anak Membuat Ulah


Membereskan mainan itu mudah ketika anak dalam suasana hati yang baik. Kenyang, tidur cukup, dan waktu bermain bersama ibu berkualitas.

Hari ini entah kenapa mamas Gian dan dedek Geni membuat kepala ibu tambah pusing. Tidak segera membereskan mainan malah membuat area kerja ibu juga semakin berantakan. Ibu sampai teriak kesakitan saat tanpa sengaja menginjak mainan yang berbentuk pesawat.

👦"Aku mau jalan-jalan ibu."
👶"Geni mau susu ibu."
👩"Lha mamas sama dedek udah tahu kan harus bagaimana?"
👦👶 "Beresin mainan dulu."

Ulah anak-anak terkadang memang karena mereka mencari perhatian orangtuanya. Bukan sepenuhnya ingin membuat orangtua dalam masalah tetapi memang anak-anak sedang mengeksplorasi rasa dan mengekspresikannya.

Ulah demi ulah dilakukan karena anak-anak membutuhkan perhatian. Itu yang sering aku lupakan. Aku berpikir jika anak-anak membuat ulah memang murni ingin membuatku marah. Tentu saja itu pikiran yang salah yang ternyata memperburuk keadaan. Aku teriak, mamas menolak, dedek menangis. Tidak ada solusi yang terpikir.

Duduk diam untuk mengembalikan kesadaran penuh sangatlah diperlukan saat anak mulai membuat ulah.

"Ada apa nak? Apakah kamu butuh sesuatu."
Tanyakan dulu dalam hati sambil mengamati. Setelah paham situasi dan menemukan solusi barulah berdiskusi. Diskusi membutuhkan stamina yang penuh agar ibu bisa melihat anak-anak dengan jernih sebagai anak. Bukan serpihan luka masa lalu yang pantas dijadikan luapan kemarahan.

#harike6
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 5 Usahakan Selalu Menyenangkan

Dalam keseharian ibu tidak selalu dalam keadaan baik saat mendampingi anak. Seperti hari ini seharian dada rasanya sesak. Berusaha semaksimal mungkin untuk bermain bersama anak-anak.

👩"Ibu hari ini boleh sering minta istirahat gak nak?"
👦"Emang ibu kenapa?"
👶"Ibu sakit?"
👩"Iya dada ibu sesak."
👦"Ya udah aku main sama dedek di kamar aja jadinya ibu bisa sambil bobok."
👶"Iya, di kamar aja."

DuoG hari ini semangat main tetapi mengeluh capek saat diminta beresin. Aku berusaha membuat suasana menyenangkan saat beberes. Bernyanyi dan meluncurkan mainan sehingga akhirnya duoG tertarik membereskan mainan mereka lagi.



#harike5
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 4 Bila Ibu Mandiri maka Anak Mengikuti


Awalnya aku tidak paham kenapa terpikir untuk menulis ini. Namun setelah dua hari tidak membersamai anak-anak dari pagi hingga pagi lagi, aku akhirnya mudeng.

👦"Ibu, kenapa mainan aku lama sih datangnya?"

Ini anak, ibunya baru datang terus beban kerja yang ternyata tidak ringan membuat ibu sekuat tenaga menahan mulut. 

Ya ibu butuh tenang agar tidak bergantung pada anak untuk meluapkan emosi. Ibu mandi dan menyegarkan diri.

👩"Nak paket mainan itu masih harus menunggu karena antrian kita baru masuk ke tokonya."

Ibu sadar kalau setelah mandi dan menyegarkan diri, ibu jauh lebih bisa mandiri secara emosional. Tidak bergantung pada anak-anak untuk sarana pelampiasan.

Jadi sebenarnya siapa yang butuh mandiri? Tentu saja orangtua. Selama 5 tahun mendampingi mamas Gian, ibu merasa jauh merasa lebih mudah menambahkan skill apapun ke mamas jika dalam keadaan siap. Tidak memiliki ekspektasi tetapi tetap memberi stimulasi. Saat ibu sadar dan mandiri secara emosional maka mamas Gian dengan mudah mengikuti. Sementara Geni lebih mencontoh apa saja yang dilakukan mamas. Ibu siap, mamas santai, Geni mah ikut aja.

Pola komunikasi antara ayah dan ibu juga berperan sangat penting karena aura keharmonisan juga memberikan anak-anak ketenangan. Lebih siap menjalani aktivitas dengan baik.

#harike4
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 3 Beberes Bersama Ayah

👯"Suami ya pulang kerja, istirahat, makan malam."
👱 "Langsung mandi abis itu main hp di kamar."
👩 "Kok aku merasa durhaka ya dengan membiarkan anak-anak menyambut ayahnya terus menodong minta langsung main."

Banyak ibu yang salah berasumsi jika membersamai anak-anak adalah tugas mereka semata. Padahal kalau mau berkomunikasi suami bisa jadi partner yang solid.

harus memotret acara nikahan
Ya inginnya selalu menemani anak-anak 1x24 jam tetapi ternyata oh ternyata suami sudah paham jika istrinya juga butuh kegiatan di luar mengurus anak-anak. Bukan hanya demi kebaikan ibu tetapi juga kebaikan seluruh anggota keluarga. Bahwa ketika sang menejer keluarga merasa bahagia maka semua yang ada di lingkungannya juga akan terbawa.
***
Suami menceritakan jika anak-anak membereskan semuà tanpa bantuan. Mulai dari mainan, sajadah setelah sholat dan juga buku-buku yang sudah selesai dibaca.

Awalnya memang berat karena banyak kemungkinan-kemungkinan yang dipikirkan. Namun setelah sering menghabiskan waktu berkualitas bersama dengan anak-anak, suami tidak lagi memiliki kekhawatiran yang berlebihan saat harus membersamai anak-anak tanpa ada aku di rumah.

Aku juga akhirnya memiliki kepercayaan saat harus bekerja dan meninggalkan anak-anak bersama dengan suami. Lho emangnya gak percaya? Ya lebih ke khawatir kalau ternyata Geni terus menerus nangis karena kangen ibunya.

Ya memang harus dicoba biar akhirnya tahu seberapa besar sih porsi yang harus ayah berikan kepada anak-anak biar secara emosi stabil juga tercukupi hingga bisa menjalankan tugas-tugas perkembangan dan kemandirian secara baik.
***
Membereskan mainan bersama anak-anak ternyata bisa begitu menyenangkan jika dilakukan dengan ayah.  Anak-anak bercerita selain bermain mainan yang sudah ada, mereka juga membuat jalur mobil baru menggunakan barang bekas bersama ayah.

“Ibu mah marah-marah terus. Kalau ayah menyenangkan.”
“Aku mau sama ayah.”

Inilah ternyata yang terjadi. Apabila suami ikut berperan serta dalam keseharian anak-anak, aku bisa mengosongkan kembali bagian otak yang berisi ekspektasi-ekspektasi. Kemudian mengisi hati dengan kasih sayang agar anak-anak bisa melihat ibunya murni sebagai ibu atau kadang teman bukan musuh atau monster.


#harike3
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 2 Sadar Menjaga Milik Orang Lain


Hari ini duoG menemani ibu menemui klien yang akan difoto. Sudah ada perjanjian setelah sampai di lokasi, ibu akan lama mengobrol dengan klien yang artinya duoG harus main sendiri. 

Postingan kali ini tidak ada gambar karena ibu memang lebih fokus ke klien.
***
Sampai di lokasi pertama alhamdulillah duoG langsung menikmati lingkungan yang asri. Ada ayam, kolam ikan, dan juga bebatuan.

👶"Ibu, dedek mau lihat ikan."
👦"Mamas mau main mobil yang tadi mamas bawa."

Ya begitulah, terkadang ibu terlalu mengkhawatirkan si anak lalu merasa harus memperhatikan setiap detik berlalu. Padahal anak jika diberi kesempatan bisa juga mandiri.

Ketika rapat dengan klien selesai, tanpa perlu diingatkan mamas membereskan mainan dan memasukkan ke dalam tas sesuai tempat semula.
***
Tempat yang kedua adalah cafe kopi yang memang sudah biasa duoG kunjungi bersama ayah dan ibu. Begitu ibu rapat dengan panitia workshop, duoG main mandiri bersama teman-teman(anak-anak dari temen-temen ibu). 

👦"Dedek ayo kita beresin."
👶"Ayo mas."
👦"Harus rapi ya dek biar kita bisa main lagi, gak hilang, gak rusak."
👶"Iya mas.

Ibu memperhatikan dari jauh saat duoG berjalan menuju rak dan mengembalikan lego mobil juga rubik ke tempat semula.

Memang hanya perlu keikhlasan dari ibu dan juga ayah jika anak punya masa untuk akhirnya dilepaskan. Tidak melulu disetir harus begini , harus begitu.

#harike2
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional

Melatih Kemandirian Anak, Hari 1 Beresin Mainan Yuk!

Rasanya melelahkan jika semua dikerjakan sendiri. Kenapa tidak menjadikan anak-anak teman? Tidak terbebani dengan tanggung jawab berat menjadikan anak-anak sempurna layaknya keinginan orangtua. Lagipula bila ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya, bukankah ayah adalah kepala sekolahnya? Jadi harus saling berkerjasama agar semua berjalan sesuai tujuan.

Haruskah komunikasi dengan produktif dengan kepala sekolah? Ya mau gak mau. Setiap pikiran sebaiknya diutarakan juga diselesaikan. Tidak hanya jadi ide mentah dalam otak.


Terus yang maunya sekolah di rumah bagaimana? Justru lebih gampang kan tinggal koordinasi sama suami dan bisa pakai jalan cara yang sesuai dengan visi misi keluarga.
***
Dalam satu minggu ke depan, aku memilih membereskan mainan sebagai pemanasan karena mamas Gian mulai sering marah-marah saat tidak menemukan mainan yang dia inginkan ketika waktu main bebas tiba.

👦 "Mainan aku hilang ibuuu."
👩"Sudahkah mamas sudah taruh di rak dan mengembalikan sesuai tempatnya?"
👦 "Sudah ibu tapi mana? Gak ada."
👩 "Ingat kenapa harus kembalikan apa saja sesuai dengan tempatnya?"
👦 "Iya biar gampang menemukannya."
👩 "Nah terus harus bagaimana?"
👦 "Baik ibu aku akan bereskan semua mainan aku."

Rak di bawah TV memang khusus mainan mamas
Sementara Geni sengaja aku kasih pijakan untuk membereskan mainan juga sebelum menonton film favoritnya. Ya lebih mudah karena pada dasarnya ketika melihat mamas Gian membereskan mainan maka Geni juga akan mengikuti.


Melatih kemandirian anak bukan semata agar anak tidak menempel pada orang tua tetapi lebih pada pijakan-pijakan bertahap yang akan mengenalkan anak pada rasa tangggung jawab. Berawal dari memiliki kesadaran akan apa yang dimilikinya lantas paham untuk menjaga dan merawat apa yang sudah jadi miliknya.

#harike1
#tantangan17hari
#gamelevel2
#kuliahbundasayang
#melatihkemandirian
#institutibuprofesional