Komunikasi Produktif, Hari 8 Komitmen Menjaga Amanah

Katanya sayang sama anak-anak tetapi gampang marah saat mereka melakukan kesalahan kecil.

Katanya anak-anak adalah amanah kenapa tangan begitu ringan untuk mencubit, menampar, bahkan menghabisi nyawa mereka. 

Cerita-cerita sedih nan miris seputar hubungan orangtua dan anak membuat aku dan suami mengkaji ulang bagaimana pola asuh yang kami terapkan.

Komunikasi produktif yang sedang kami pelajari, membuat kami akhirnya berkomitmen untuk kembali pada kesadaran menjaga amanah. Bertanggung jawab atas titipan dan terus menerus belajar agar lebih berusaha membuktikan pada anak-anak kalau kami bersungguh-sungguh sayang mereka.

Memang butuh satu kampung untuk membesarkan anak tetapi berawal dari tim orangtua yang kompak
πŸ™…πŸ™πŸ™…πŸ™
Aku mulai paham kalau memberikan waktu istirahat sejenak setelah suami pulang kerja adalah bentuk kesadaran demi komunikasi yang lebih produktif.
Tidak lagi terus menerus menuntut suami 'tahu diri' melainkan sama-sama tahu waktu yang tepat. 

Selain itu, memastikan kontak mata dan bahasa tubuh yang tepat jauh lebih mudah jika sama-sama dalam kondisi sadar utuh dan penuh.

πŸ‘¨"Besok kita bicarakan ya gimana enaknya. Cari jalan tengah yang tepat."
πŸ‘©"Iya harus sesuai biar anak tetap punya waktu di luar tetapi juga gak ketinggalan masa kemajuan teknologi."
πŸ‘¨"Tetap main di luar dan hp maksudnya." 
πŸ‘« Sepakat πŸ‘«

Kejutan hari ini adalah duoG anteng dan mengikuti acara ulang tahun sepupu mereka. Iya sepertinya setelah aku melepaskan diri untuk tidak terlalu mengontrol mereka dan mulai berkomunikasi dengan tenang juga sadar, mereka santai serta menikmati.

πŸ‘© "Nak, ibu fotoin kakak Iqbal dulu ya."
πŸ‘¦πŸ‘Ά "Iya ibu."
πŸ‘© " Duduk ikutin acara. Oke."
πŸ‘¦πŸ‘Ά "Oke."


Setelah selesai acara, mamas membantu memasukkan kado ke kardus besar dan dedek menikmati donat.

πŸ‘© "Terima kasih mamas sudah mau membantu. Hebat!"
πŸ‘¦ "Iya aku kan udah 5 ya bu. Hebat!"
πŸ‘©"Dedek juga hebat bisa habis donatnya."
Meskipun cemot-cemot aku mampu mengolah emosi kemudian berpikir baju bisa dicuci tetapi otak yang tidak rusak akibat bentakan akan sulit diperbaiki. Iya aku sempat menarik napas panjang dan membiarkan diriku menerima apa yang telah terjadi.
πŸ‘Ά "Hebat ya ibu. Aku hebat."
πŸ‘‹πŸ‘‹tosssπŸ‘‹πŸ‘‹
Tidak pernah ada kata terlambat untuk berubah. Bukan hanya demi anak tetapi demi diri sendiri yang sadar dan bertanggung jawab.

#hari8
#gamelevel1
#tantangan17hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

1 comment