Komunikasi Produktif, Hari 6 Waktu Berkualitas Mengurangi Gadget

Komunikasi produktif hari ini jauh lebih berkualitas karena kami berkunjung ke rumah nenek di Pondok Gede.

Waktu berkualitas karena kami mengurangi waktu untuk memegang gadget dan anak-anak fokus main bersama saudara-saudara sepupu.
💖💖💖


Ban motor sempat bocor kena paku

Pengalaman menarik didapatkan saat perjalanan menuju ke rumah nenek. Ban motor tiba-tiba kempes. Alhamdulillah kami berhenti di depan bengkel sepeda yang juga bisa menambal ban motor.

Aku pikir akan lama nih, tetapi ternyata proses tambal ban bisa selesai kurang dari lima belas menit. 

👨 "Sudah mau selesai kok Mah. Kabari aja tukang pijatnya."
Ibu memang sudah membuat janji untuk pijat hari ini karena anak-anak mulai agak rewel. Ya karena duoG sedang semangat meloncat-loncat di kasur.
👩 "Sudah kok Yah. Gak papa tetap ditunggu."

Cieee yang sudah mulai bisa santai, gak gampang cemberutan. Biasanya kalau ada apa-apa yang tidak sesuai dengan keinginan, aku memang langsung cemberut tetapi sekarang karena sudah mulai belajar konsisten berprasangka baik dengan keadaan, semua jauh terasa lebih enteng. Clear and clarify tidak dilakukan dengan menegangkan otot melainkan lebih menerima dengan ikhlas. Ban bocor jadi bisa angkat kamera jadi kamera yang sudah digembol bisa dipakai. Tidak sekedar dibawa sana-sini tetapi juga bermanfaat.
💖💖💖

Selesai dipijat, kami langsung menuju rumah nenek. Di rumah nenek sinyal di hp ibu memang kurang bersahabat jadi ibu jadi lebih punya waktu untuk ngobrol dan juga membantu aktivitas yang dilakukan nenek dan juga para bude.

👦 "Ibu, bude sedang bikin apa?"
👯 "Mau bikin donat mas. Mamas mau?"
👦 "Kok begitu, dibanting-banting."
👯 "Iya biar cepet kalis."
👩 "Biar nanti kalau dimakan gak keras mas."
👯 "Mamas mau kan?"
👦 "Aku sukanya yang coklat."
👩 "Oke nanti kalau donat coklatnya sudah siap, ibu sama bude panggil mamas."
Belum jawab iya sudah kabur main lagi.


Gak pakai lama, begitu selesai langsung comot
Mamas Gian memang tertarik dengan dunia masak. Ya masih naik turun tetapi sebisa mungkin aku menuntaskan apa yang dia ingin tahu. Terus menerus mencoba fokus saat berkomunikasi jadi lama-lama mamas akan tahu cara komunikasi produktif tanpa perlu menangis atau tantrum.
💖💖💖

👶 "Ah mamas payah."
Ups dari mana ini bayi bisa ngomong payah. 
👧"Nak, mamas itu sama seperti dedek hebat."
👶 "Hebat ya."
👧 "Iya kan dedek udah bisa pipis di toilet. Hebat." 
👶 " Pipis situ ya. Hebat." 
👧 "Iya pipis di toilet hebat. Mamas juga hebat bantu dedek lepas celana."
👶 "Mamas hebat!"

Pelan-pelan aku telusuri, ternyata kartun yang kemarin dia tonton, mengulang-ulang kata payah sehingga itu masuk ke daftar kosakata yang menurut Geni boleh digunakan kapan saja dan ke siapa saja.
💖💖💖
Yuk aku harus memelihara semangat jangan karena di rumah nenek saja nih yang mengurangi main hp tetapi di rumah sendiri juga dong. Jangan sampai nantinya nyesel karena anak-anak lebih dididik tv juga tontonan di y*tube.✊💪✊💪

#hari6
#gamelevel1
#tantangan17hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

6 comments

  1. Sangat bermanfaat sekali isi blgnya.

    ReplyDelete
  2. Inspiratif sekali, saya jadi mau praktek di rumah hehe

    ReplyDelete
  3. Kalau jalan kemana-mana susah sinyal anak-anak biasanya suka ngeyel mintak pulang hehe

    ReplyDelete
  4. Sangan bermanfaat sekali untuk ibu-ibu yang anaknya lengket banget sama gadget nih.

    ReplyDelete
  5. Terimakasih sudah membuat blognya, sangat menginspirasi sekali untuk meluangkan waktu tanpa gedget.

    ReplyDelete
  6. Saya juga kadang suka sebel kalau pas lagi kumpul sama keluarga, semua pada nunduk fokusnya ke hp masing-masing.

    ReplyDelete