Komunikasi Produktif, Hari 4 Hargai Perubahan Kecil

👩"Baru memasuki hari keempat rasanya sudah loyo. Malas buka laptop, malas ngetik, dan malas edit foto."
👱"Kenapa?"
👩"Aku ingin semua serba sempurna. Sesuai dengan keinginanku." 
👰 "Ah semua orang rata-rata begitu."
👯"Iya tapi masa iya mau kalah sama malasnya."

Tidak pernah ada yang bisa sampai di puncak gunung jika dia hanya berdiam diri. Langkah kecil demi langkah kecil akan membawa seseorang terus berpindah. Bila dia tidak kalah dengan segala asumsi dan ketakutan maka akan sampailah dia di tempat tujuannya. Hargai perubahan kecil karena dari yang kecil itulah seseorang berkembang. Pelan tapi pasti.

Catat  meskipun malas. Cerita saja walaupun semua terlihat biasa. Terus praktik. Terus berjalan.
💨💨💨
Suami 👨

Sedang siap-siap untuk mengajak jalan-jalan anak-anak, aku baru nyadar kalau warna baju yang dipakai suamiku sama denganku. Merah.
👩 "Ayah kok so sweet banget warna bajunya samaan sama aku."
👨 😍😍

Perhatian pada hal kecil lalu diungkapkan itu menunjukkan peningkatan pola komunikasi produktif. Waktu yang tepat disertai kesadaran menggunakan kaidah 7-38-55. Yups, 55% bahasa tubuh yang penuh perhatian juga kasih sayang disertai intensitas kontak mata yang mencerminkan ketulusan saat mengungkapkan perasaan. 
Meskipun sudah menikah; terkadang pasangan masih sering diliputi rasa ragu-ragu untuk mengutarakan rasa sayang, cemburu, atau marah. Padahal jika terbiasa mendiskusikan perasaan, komunikasi produktif yang terbentuk akan sangat mudah ditiru oleh anak-anak.
Tak apa kurang, seiring berjalannya waktu jika memang pasangan sama-sama berjuang bersama akan ada hasil yang tidak mengkhianati usaha.
meme receh pemancing senyum
Tidak perlu kado-kado yang mahal atau bertaburan berlian, bisa senyum menyetujui candaan remeh yang hanya diketahui kami berdua saja merupakan rezeki batin.


💨💨💨
Emosi ibu yang naik turun mau gak mau mempengaruhi cara komunikasi anak-anak. Namun terkadang yang membuat terhenyak adalah bagaimana perubahan positif ibu dengan cepat pula ditiru anak-anak.

GianGaraGembul 👦

Sebenarnya kenapa anak-anak terlihat kranky dan punya banyak keinginan jika dekat dengan ayah ibu yang libur di akhir pekan karena ingin perhatian penuh.Tidak ada gangguan atau interupsi. Waktu berkualitas. Kapan lagi anak-anak bisa dekat dengan ayah ibu selain akhir pekan.

👦 "Aku bosan kalau ibu kerja terus. Aku maunya ibu temenin aku main."
👩 "Kan kita sudah sepakat kalau setelah sarapan ibu minta waktu untuk kerja."
👦 "Iya tapi kalau sudah selesai, aku ditemenin dong. Bukan malah tidur, capek terus ibu."
👩 "Iya setelah kerja sebentar, kita baca buku ya."
👦 "Aku suka kalau ibu gak marah-marah. Sayang ibu."

Sebelumnya aku memang akan menunda sepanjang yang aku bisa untuk menemani mamas main. Hingga akhirnya aku marah dan berteriak karena mamas yang terus-menerus merengek minta dibacakan buku cerita atau main bersama. 
Kemudian materi komunikasi produktif yang aku pelajari ternyata membuka nalarku. Anak hanya butuh perhatian bukan berlian yang harus kerja keras bagai kuda untuk mewujudkan. Bahkan lima menit  juga cukup. See, sama-sama mengatakan keinginan dan juga mengendalikan emosi jadi perubahan kecil yang menghasilkan komunikasi produktif.
💨💨💨
DulDenGeni 👶

👩 "Kalau dedek pipis di celana terus main air, ganti semua dong baju sama celananya."
👶 "Aku mau baju uwi-uwi ibu."
👩 "Nah kalau masih mau dipake gak boleh basah."
👶 "Iya dingin."
👩 "Gak mau ganti. Gak main air."
👶 "Iya gak main air."

Selalu berusaha mengambil jeda ketika melihat anak melakukan hal yang tidak sesuai dengan harapan. Jeda membuat aku lebih bisa memilih kata. Kata-kata yang pendek juga sederhana. Kemudian berulang-ulang agar Geni paham apa yang aku mau.

💨💨💨
"Tidak perlu terburu-buru karena yang aku perlukan itu tuntas. Tidak juga langsung berhasil karena mie instan juga butuh proses." (phalupiahero)
Perubahan adalah ketika aku dengan sadar melakukan usaha-usaha untuk menuntaskan yang sudah aku mulai. Komunikasi produktif, bila bukan diriku yang berubah lebih dahulu, rasanya akan sia-sia menuntut orang lain berubah.

Perubahan kecil layak dihargai karena itu langkah awal yang memang harus dijalankan. Hari ini, saat ini, detik ini. Berubah dari dalam bukan dengan gesreknya mengendalikan kondisi di luar.

#hari4
#gamelevel1
#tantangan17hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

6 comments

  1. "Tidak perlu terburu-buru karena yang aku perlukan itu tuntas. Tidak juga langsung berhasil karena mie instan juga butuh proses." saya setuju dengan kalimat ini hehe

    ReplyDelete
  2. Perubahan kecil memang layak dihargai, karena perubahan yang besar di mulai dari yang kecil dulu kan hehe

    ReplyDelete
  3. Ceritannya sangat menginspiratif sekali.

    ReplyDelete
  4. Mengendalikan emosi ini adalah hal yang sulit rasanya hehe

    ReplyDelete
  5. Gambarnya bagus romantis sekali hehe

    ReplyDelete
  6. Sangat mengispirasi sekali isi di dalam blognya.

    ReplyDelete