Komunikasi Produktif, Hari 12 Hebat Bukan Berarti Tidak Pernah Gagal


Hari ini merasa gagal banget komunikasi dengan kesayangan-kesayangan. Badan rasanya lelah padahal cukup tidur dan habis mendengarkan IG Live mas Adjie tentang overthinking. 

Apakah aku tidak boleh gagal? Boleh dong ya. Siapa yang mengharuskan untuk jadi hebat gak boleh gagal?

Hebat yang bagaimana sih? Hebat yang membuat seseorang sadar dan menerima utuh juga penuh dirinya sendiri. Kemudian bisa menerima jika segala ketidakpastian itu akan semakin menyakiti bila ditambah ekspektasi tinggi.

Begitu aku berhenti sejenak dan melihat diriku sendiri, oh di sanalah aku harus kembali.

Dalam komunikasi produktif ternyata tidak melulu berhubungan dengan orang lain melainkan diri sendiri juga. Eh kok baru sadar setelah hari kedua belas. Ya gak papa mungkin harus salah dulu untuk tahu apa yang benar.
💢💢💢
Pilihan kata, bagaimana bisa berkomunikasi yang produktif bila kosakata terbatas. Terus jadi tambah rumit untuk menyampaikan pesan dengan jelas jika aku tidak punya kosakatanya.

Waktu yang tepat juga akan sulit ditemukan bila aku belum selesai dengan diriku sendiri. Kok bisa? Ya iyalah maunya orang lain aja yang mengalah, akunya ya ogah lah.

Mengendalikan emosi, bagaimana bisa mengendalikan kalau menerima siapa diri aku saja kadang masih terbata-bata. Masih sering nanya ke orang, aku tuh gimana sih?

Observasi, apa yang mau diobservasi kalau rutinitas saja gak punya.

Bingkai referensi dan pengalaman yang seharusnya membimbing menuju nalar yang lebih panjang malah berhenti pada rasa sakit serta masa lalu.
💢💢💢
Aku istri macam apa sih? Bolak-balik suami menegaskan kalau baik kekurangan maupun kelebihan aku akan diterima dengan ikhlas.

Aku ibu macam apa ya? DuoG menerima juga segala kasih sayang juga kegalakan.

Jadi kenapa aku masih saja merasa minder untuk bisa menerima diriku sendiri?

Pada titik berhenti kali ini aku menemukan jika gagal adalah asahan pisau agar pisau kembali tajam dan maksimal digunakan. Selain itu saat berhenti aku juga menyadari kalau menerima ketidakpastian dalam hidup itu jauh lebih masuk akal daripada terus menggenggam ekspektasi.

Besok aku akan coba lagi berkomunikasi dengan diri sendiri saat gigi gemeletuk menahan marah. Berterima kasih pada diri untuk tetap kembali sadar jika anak itu punya hak untuk disayangi bukan sekedar pelampiasan emosi.

👨👦👶 "Peluuuk, Ibu!"
👩😘😘😘


#hari12
#gamelevel1
#tantangan17hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

No comments