Drama Pernikahan via Status Whatsapp



Sesederhana suami merespon status yang dibuat istrinya atau sebaliknya.

Ternyata setelah dirunut, seorang teman mengakui bahwa perhatian-perhatian kecil yang berujung pada senyum tersipu adalah bentuk komunikasi yang sering diremehkan para pasangan. 

"Halah sekedar komen atau like saja kok bikin baper."
"Lho justru dari perhatian remeh itulah komunikasi terbentuk sehingga saling memahami perasaan satu sama lain mulai terjalin."

Coba deh dipikir, karena sudah menikah lantas pasangan sama-sama bersikap 'kamu pasti paham apa mauku", pastilah percikan-percikan kesalahpahaman mulai menggigit. Apabila dibiarkan berkelanjutan maka drama-drama akan tercipta dan terpampang nyata.











Istri sering defensif dengan pujian-pujian suami padahal suami sangat suka ketulusannya diakui. 

"Ih pasti ada maunya deh."
"Lah ya gak masalah kalau maunya sama istri sendiri."

***

Drama-drama pernikahan sejatinya membuat masing-masing individu kembali pada pelajaran 'mengenal diri sendiri'. Kenapa begitu? Apa yang kamu suka bisa jadi apa yang tidak disukai oleh pasangan. Nah bagaimana menemukan jalan tengah hingga akhirnya sama-sama menerima adalah kembali pada keikhlasan diri. 

Kita bisa bilang kebahagiaan pernikahan adalah menerima diri lantas pasangan secara utuh dan penuh. Berdamai dengan mendengkur, tidak bisa bangun pagi, dan juga keahlian pasangan mengungkapkan perasaan.

Tentu saja akan ada masa berat, super berat bahkan tragedi. Namun ketika Tuhan buka jalan kita menuju pernikahan maka Tuhan buka juga jalan-jalan alternatif untuk kita menyelesaikan setiap drama-drama yang muncul.

Tidak melulu awal pernikahan adalah bulan madu. Ada banyak pasangan di luar sana yang mungkin menghadapi gelapnya gerhana bulan dalam pernikahannya. Langsung kerja keras melunasi hutang biaya pernikahan yang super mewah, tudingan yang masuk akal tentang married by accident, atau pertengkaran-pertengkaran diwarnai kekerasan akibat menikah karena terdesak umur. 

Maka dari itulah kesadaran masing-masing pasangan sesaat setelah menikah sangat dibutuhkan. Bahwa perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan pernikahan itu untuk dihadapi dengan kelegaan hati bukan sakit hati apalagi bikin sakit jiwa.

Apresiasi istri kepada suami dan sebaliknya, komunikasi yang dijaga, lantas ujian cinta yang mendewasakan semua.

Kejutan-kejutan dalam mengurangi rumah tangga belum tentu langsung dihadapi dengan pikiran terbuka, ada proses naik turun yang sejatinya mengubah suami istri baik menjadi dewasa atau membabi-buta.

Istri yang belum bisa mengungkapkan isi hati langsung, bertemu dengan suami yang selalu ingin berkomunikasi agar sama-sama menemukan jalan tengah. Saling. Tidak ada yang menang atau kalah.

Temukan alasan yang tepat untuk menikah lalu memperbaharui terus dan terus.

Cerita-cerita dalam kehidupan pernikahan tidak selalu indah. Banyak hal yang diceritakan pasangan mungkin saja rekayasa agar mereka tampak baik-baik saja juga sempurna. 

Pasangan yang menikah karena cinta perlu sadar bahwa setelah pesta meriah nan romantis itu perlu usaha yang tak kenal lelah untuk terus menjaga api cinta tetap menyala.

Tidak perlu rendah diri, hanya perlu memantas-mantas diri. 

Hanya karena kita sudah menikah terus kita menyerahkan kebahagiaan kita seolah itu tanggung jawab pasangan kita, SALAH BESAR! Kita tetap bertanggung jawab atas kebahagiaan kita sendiri.

Kalau ditanya nikah itu berat apa tidak? Kebanyakan pasangan akan jawab iya tetapi beratnya sebanding dengan kebahagiaan menemukan belahan jiwa yang memiliki visi, misi dan juga mimpi untuk diwujudkan bersama-sama. Impian-impian yang berubah menjadi life plan. Semua itu tentu saja dibicarakan sejak awal kalau pun tidak, biasanya setelah ada anak maka semua kehidupan pernikahan kembali ke titik awal. Nah, di waktu itulah pasangan bisa membicarakan visi, misi, dan mimpi bersama dengan anak.

Jadi ketika drama-drama menghampiri hadapi dengan nyaman hati. Selamat menempuh hidup yang sesungguhnya!

(537)

2 comments

  1. Hehehe... lucu-lucu yah status WA nya. Pernah juga sih bikin ginian sama temen tapi temanya humor recehan. Kita berdua kadang war WA buat lucu-lucuan aja.

    ReplyDelete
  2. Emm.. Trimakasih sudah nulis ini. Plekk Seperti kata hatiku yg tak sempat kutuliskan. Dan kuLangsung copy link kirim ke wa misua 😁😍

    ReplyDelete