3 Bukti Suami Perhatian, Bukti Ketiga Khusus untuk Penulis

Suami sering dituding kurang peka hanya karena istri ingin perhatian yang gamblang dan terang-
terangan. Bukan yang tipis-tipis sehingga perlu kecermatan. 
“Ah kalau kebayakan nanya nanti dikira kepo,” cetus Suami.
Ups… Memang susah ye pak kalau urusan ama bini yang lagi PMS, apa-apa bawaannya salah mulu.
Bagi para istri, selain memperbaiki komunikasi perlu juga mencermati sinyal-sinyal yang dikirimkan suami. Bukti perhatian suami ke istri dari tiga hal yang mungkin tidak terlihat.

1. Rempong kalau istri telat makan

Terlambat makan mungkin hal biasa bagi istri. Serangkaian tugas rumah tangga, mengurus anak, dan juga pekerjaan-pekerjaan kantor yang harus diselesaikan karena sudah deadline.
“Aku tuh udah makan belum ya Beb?”
“Gimana sih kok kamu malah nanya aku?”
Langsung deh suami gerak cepat order makanan via ojol. Sedikit panik karena sebentar lagi pesawat take off dan ponsel harus dimatikan.
“Mas kalau hp saya mati pas ditelpon, hubungi aja nomor yang saya kasih tadi ya. Pastikan istri saya terima makanannya!”
Busyet dah si Bapak pake nada sedikit mengancam gitu. Begitu pesanan makanan sampai maka pipi istri pastinya memerah. Memang tidak setiap hari tetapi ini adalah bukti bahwa suami perhatian. Dia tidak ingin istri kesayangan sakit dan terkapar tanpa daya.
Ada juga yang pulang kerja, mandi, terus lanjut masak untuk makan malam. Begitu semua makanan siap, nyamperin istri yang baru saja berhasil menidurkan si bayi.
Kerempongan yang jadi bukti betapa suami memperhatikan istri hingga hal-hal detil. Senang? Tentu saja. Maka dari itu jika memang ingin mendapatkan perhatian, komunikasikan saja atau perhatikan lebih teliti. Suami pasti punya caranya sendiri. Istri hanya perlu merasakan dengan ikhlas sepenuh hati.

2. Galau bila istri terlihat begitu mandiri

“Sayang, besok aku ada acara sama ibu-ibu kompleks di restoran X. Aku udah tahu tempatnya kok. Tinggal isi bensin aja sebelum berangkat.”
Buat istri yang belum bisa baca peta atau gagal paham jika berhubungan dengan arah, suami yang dapat memberi tahu naik kereta dari mana dan di stasiun apa harus berhenti adalah anugerah. 
Namun ketika istri sudah mampu sendiri, suami kehilangan akses untuk memberikan perhatian. Apa lagi yang akan dilakukan untuk membantu?
Istri seharusnya pandai-pandai melihat peluang ini. Peluang suami untuk membuktikan perhatiannya kepada istri. Terkadang, istri sendiri yang menutup jalan bagi suami memberi perhatian. 
Emang suami bisa galau ya? Hahaha… Suami macam robot saja yang tidak bisa galau. Perhatikan! Bila ada kode-kode yang menunjukkan suami ingin membantu, biarkanlah dia membuktikan perhatiannya.

3. Kepo dengan update tulisan istri

"Bi, aku ke acara Z ya sabtu depan. Kamu gak lembur kan?"
"Lho padahal blognya sepi, kok bisa ikutan acara itu. Kirain bakalan satu hari satu postingan? Mana cuma status aja."
Yaelah pak udah kaya rentenir nagih hutang aja. 
Memang di era serba media sosial seperti sekarang, status kadang lebih mencerminkan perasaan. Suami yang istrinya adalah penulis, justru lebih sering tahu perkembangan mood dari tulisan yang diunggah. Istri lebih cepat mengeluarkan uneg-uneg di media sosial ketimbang curhat sama suami.Semakin kepo maka semakin perhatianlah suami. 
"Lama kelamaan orang akan malas romantis karena takut disebut galau, malas peduli karena takut disebut kepo, malas mendetail karena takut disebut rempong, malas berpendapat karena dikira curhat." (Sudjiwo Tejo)
Pernikahan melibatkan dua orang, suami dan juga istri, demi mendapatkan pernikahan yang adem ayem dan juga bahagia maka suami istri harus saling belajar satu sama lain. Belajarlah untuk berkomunikasi dan menyaring segala prasangka buruk dengan pengetahuan. Jangan sampai suami menjadi malas karena respon istri yang kurang bijaksana. Lihat dengan teliti bukti-bukti perhatian suami yang tersaji meski kadang seolah tersembunyi.

No comments