Kamis, 28 September 2017

Bali Funky, Bawa Aku Kembali ke Bali!


"Ah, Bali mah gitu doang," nyinyir seorang teman yang sudah bolak-balik ke sana.
Namun kenanganku tentang Bali selalu membuat aku ingin kembali. Ada desiran aneh jika menyebut Bali, semacam panggilan untuk datang lagi.

Ya 2004 adalah tahun di mana pertama kali aku menginjakkan kaki di Bali. Darmawisata masa SMA *ketahuan jadulnya 😂. Waktu itu uang Rp500.000 rela Mamah Papah sisihkan demi anak ABGnya yang ingin punya pengalaman piknik jauh. Aku bersyukur meskipun banyak pengalaman yang akhirnya hanya tersimpan di memori karena kamera film ditambah kurang bisa mengambil angle, banyak foto yang begitu dicetak terbakar 😧. Aku bersama rombongan menggunakan bis pariwisata yang kala itu tampak begitu istimewa bagi anak SMA. Kemudian pengalaman pertama menyebrang dengan kapal, ya ampun anak ndeso piknik ke Bali. Untungnya gak mabuk lauk kalau muntah-muntah kan nambah tegas ndesonya. Waktu di penyebrangan sempat melempar koin-koin, berharap bisa balik lagi. 

Sekolah sempat was-was dan memberikan tujuan lain karena masih ada imbas bom Bali tahun 2002. Namun akhirnya tetap sesuai dengan jadwal semula setelah keamanan dipastikan. Pantai Sanur dan Kuta, Bedugul, mengunjungi monyet-monyet, melihat penangkaran penyu dan puncaknya melihat pementasan Ramayana. Aku tidak ingat pasti di mana tempat menginap. Maklum zaman itu gak kepikiran untuk mendokumentasikan setiap detil karena harus hemat film.

Pantai Sanur kala itu (dokpri)


Lalu 2017 semua kenangan Bali itu menyeruak ketika timeline dipenuhi tautan teman-teman yang mengikuti lomba blog . Bali Funky bekerjasama dengan blogger hits Pungky Prayitno mengadakan lomba blog yang berhadiah perjalanan 4 hari 3 malam ke Bali.

Aku belum pernah kembali ke sana sejak 2004. Itu yang pertama dan semoga bukan yang terakhir. Lomba ini membuka kembali harapan untuk bisa ke Bali. Suasana yang tentu saja sangat berbeda. Tahun 2004 dengan tahun 2017. Bukan lagi menyebrang dengan kapal melainkan pesawat. Tidak ada lagi ketakutan akan kurang dokumentasi karena hasil jepretan langsung bisa dilihat tanpa harus cetak lebih dulu. Bagaimana dengan tempat wisata yang akan dikunjungi? Tentu saja akan lebih mengagumkan. Ah...

Bali Funky, Bawa Aku Kembali ke Bali!

Aku ingin merasakan bagaimana suasana setelah 13 tahun tidak menjejakkan kaki di Bali. Pastilah banyak yang berubah. Namun aku yakin perubahan itu masih selalu menyisakan ketenangan dan atmosfer yang membuat semua orang ingin kembali ke sana.

Bali Funky menawarkan kegiatan yang menerbitkan semangat untuk aku menyelesaikan tulisan ini. Selesai kepoin Instagram dan web Bali Funky, aku memutuskan untuk mengikuti lomba blog ini. Wish me luck!

Apa saja yang ingin kamu lakukan di Bali?

1. Rafting

Teman-teman yang sering bolak-balik ke Bali jarang cerita tentang rafting. Mereka panjang kali lebar berbagi kisah tentang indahnya diterpa ombak ketika surfing atau kenapa Bali begitu memuaskan hasrat belanja mereka.
Nah jika aku berkesempatan ke Bali maka rafting di sungai Telaga Waja adalah yang ingin aku coba. Bagaimana adrenalin terpompa ketika menuruni jeram, teriakan-teriakan kepuasan, dan menuntaskan penasaran karena aku belum pernah bisa menikmati olahraga menantang ini.


2. Bersepeda

Udara segar, hamparan hijau, dan sepoinya angin. Tidak pernah bisa didapatkan jika kalian tinggal di daerah perkotaan. Tentu saja kita harus menepi. Nah di Bali, kita bisa menikmati indahnya sawah, udara bersih, dan warna hijau yang menyejukkan mata.


3. Mengeksplor "The Hidden Gem" Nusa Penida

Nusa Penida saat ini dijuluki "The Hidden Gem". Pulau yang sedang berkembang pesat ini sungguh menawarkan pemandangan yang membuat mulut menganga. Belum lagi beningnya air yang begitu mengundang untuk diselami. Aku ingin sekali bisa menikmati langsung, gak hanya lewat foto-foto.



4. Menjajal ATV, SUV, dan water sport

Pengalaman menjajal ATV, SUV, dan water sport akan jadi pengalaman pengalaman pertama. Maaf ya aku memang kurang piknik. Banyak hal yang ternyata belum pernah dijajal selama hampir tiga puluh tahun hidup. Kasihan!



5. Kembali pada alam

Trekking di tengah sawah, meditasi di Green Canyon, atau jalan santai sepanjang Campuhan Ridge Walk. Rasanya nyaman sekali bisa mendapatkan waktu mendekatkan diri, kembali pada alam.

Bali, Bali, Bali.

Di tengah hingar-bingar kemewahan dan modernisasi, Bali tidak kehilangan pesona alamnya. Banyak wisatawan baik dalam maupun luar negeri justru kembali karena kerinduan akan alam asri Bali.


Semoga setelah tiga belas tahun, Bali Funky membawaku kembali ke Bali sehingga aku bisa membungkam nyinyiran. Bali bukan hanya tentang pantai atau ketemu bule, melainkan banyak hal indah yang belum di-eksplor.

Foto-foto diambil dari Instagram @balifunky

12 komentar:

  1. Balasan
    1. Ayo mom, kita pasti bisa. Nunggu waktu yang pas.

      Hapus
  2. Sama-sam pengin ke Bali. Bali memang mempesona

    BalasHapus
  3. Wah 13 belas tahun gak ke sana ya. Aku jg mau ke Bali lagi tapi masih galau sama suami dan anak2 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Galau emang mba, tapi selalu ada jalan 💪

      Hapus
  4. Mau dong ke Bali juga, apalagi sama Bali Funky ya

    BalasHapus
  5. Wah ternyata alam hijau di Bali kece juga ya, kukira cuma pantai aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba. Ternyata oh ternyata 😉 Bali punya banyak tempat yang belum dieksplor.

      Hapus
  6. Semoga bisa kembali lagi ke Bali :)

    BalasHapus

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design