Kamis, 17 Agustus 2017

Lomba Yuk! Momen Dirgahahayu 72 yang Bikin Merasa Merdeka


"Ibu, nanti kalau mamas ikut lomba malah kalah."

Itulah jawaban yang anak sulungku berikan ketika aku tanya mau ikut lomba apa. 

Baiklah tak perlu mendesak. Biarkan nantinya dia yang memutuskan. Aku juga tak punya ingatan spesial tentang lomba kecuali kemah sebelum Upacara Bendera memperingati Hut RI. Tujuh belasan. Bukan seperti anak lain yang semangat, aku lebih sering tidur banyak seusai kemah. Sungguh terlalu memang. Makanya ketika Raisa membukam nyinyiran yang bilang kenapa pilih Hamish yang blasteran dengan bertanya: kamu emang udah ngapain? Aku merasa malu juga. Apa ya yang sudah aku lakukan untuk Indonesiaku? Piknik dan menjelajah daerah, belum. Aarrrgh...

Balik ke lomba. Akhirnya suatu pagi di tanggal 13 Agustus 2017 itu Mamas jalan sama dedek dan juga ayahnya untuk beli susu. Lewatlah depan lapangan RT kan pas balik dari warung. Lha kok rame anak-anak kumpul. Tertariklah dia. Akhirnya mau ikut lomba. Makan kerupuk, pindahin bendera, dan membawa kelereng. Adiknya ikutan main waktu mamasnya lomba. Waktu berkualitas juga buat aku dan suami menemani anak-anak.

"Gak apa-apa kan Yah kalau gak menang."
"Gak papa mamas yang penting mamas senang."

What a perfect day. Senang karena setelah lomba dia dapat donat coklat plus susu yang dikira hadiah. Ditambah kerupuk yang harus dihabiskan karena keburu waktu habis.

Lomba kerupuk, posisinya belum pas jadi kurang tinggi. Mamasnya belum bisa kira-kira jadi dia bete dan cuma pura-pura gigit kayak dinosaurus yang mau makan mangsa tapi ogah-ogahan. Suaranya aja. Herrr, auk auk auk. Asli ngakak lihatin ekspresinya tetapi harus tahan biar mamas gak tambah senewen. Udah mau ikut aja udah bagus. Memang hanya itu tujuan kami. Mamas mau mencoba.

Lomba pindahin bendera. Dipilih yang setara umurnya sama mamas. Menang dia. Malah kesannya larinya malas-malasan gitu. Dia hepi karena bisa menang. Senyum-senyum.

"Ibu nunggu lomba apa lagi?"
"Nanti lomba bendera lagi tapi sama kakak."
"Ah gak mau nanti aku kalah."

Mamas sudah bisa ukur kemampuan dirinya. Perlu sedikit motivasi agar mau mencoba apapun hasilnya. Begitu diadu lagi dengan yang umur 6, kalah dia. Ya gimana memang umurnya 4 sampai 6. Namanya juga untuk senang-senang.

"Ah mamas kalah Yah."
"Gak papa yang penting mamas mau coba."

#################################################

Pawai di tanggal 17 Agustus 2017, Bekasi Barat. Pejuang muterin THB balik lagi ke rumah RT masin-masing.

Entah kenapa waktu di Bekasi kok melow. Pawai begitu meriah. Sampai gak fokus foto-foto saking terkesimanya. Semuanya total. Sepeda hias, ondel-ondel, bahkan sepeda yang dihias jadi burung garuda. Hanya sempat foto ini aja yang lain dinikmati oleh mata dan jiwa.

Jalanan macet. Biasanya orang-orang akan perang klakson dan heboh. Kali ini fokus lihat pawai sambil nyanyi Indonesia Raya dan bawa-bawa bendera kecil. Begitu semarak. 

Inilah Indonesia. Katanya banyak yang gak suka dengan budaya sendiri tetapi nyatanya semua anak-anak muda berperan dalam mengisi peringatan 72 tahun Indonesia merdeka dan sangat antusias. Mereka mengkoordinir acara lomba, pawai, dan juga membuat kostum yang "Indonesia banget". Iya nyesel gak potret detil karena rempong bawa-bawa Geni yang lagi ngemil mendoan.

Inilah Indonesia. Sejauh apapun pergi tetap merasa yang dipijak adalah rumah. Indonesia. Ah mewek deh. Sudahlah kalau dilanjutkan nanti heboh. Pokoknya JAYA TERUS INDONESIA. MERDEKA!!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design