Senin, 31 Juli 2017

Ngeblog Selama 30 Hari, Kok Bisa?


Alhamdulillah ternyata bisa juga ngeblog 30 hari selama Juli ini.

Kok BISA? Katanya malas menulis. Tulisan yang aku buat selama 30 hari adalah tulisan dengan sebagian besar curhat dan tidak mencapai 500 kata. Itulah alasannya kenapa akhirnya bisa selesaikan target pribadi konsisten selama 30 hari tayang tulisannya.
Ya aku ingin mengawali dengan memperbaiki ritme dan menjadikan menulis sebagai kebutuhan. Paling tidak dalam sehari ada yang bisa dicurahkan meskipun jumlah katanya terbatas sama seperti saat update FB atau nulis caption IG. 

KOK BISA? Katanya gak ada tema untuk ditulis. Nah akhirnya aku membuka semua indera untuk menangkap semua kegelisahan yang mampir. Apapun itu, apakah nanti akan ditulis atau tidak, aku catat semua di memo hp atau buku kecil yang aku bawa ke mana saja aku pergi.

KOK BISA? Ada dorongan besar dalam diriku untuk menambah ilmu dan pengetahuan seiring makin kritisnya Mamas GianGaraGembul.
"Bu kok ada lampu merah?"
"Kenapa semangka manis?"
"Terus kenapa ibu bisa pusing?"
Pertanyaan yang mau gak mau harus aku tahu jawabannya. Untuk bisa tahu jawabannya, aku harus banyak membaca. Ketika banyak membaca maka pikiran penuh dan harus dibagi. Jadilah aku bagi, sebagian buat menjawab pertanyaan, sebagian lagi ditambah curhat dan tayang di blog.

KOK BISA? Rasa penasaran untuk bisa menaklukkan malas dan juga menunda. Membuat kegiatan menulis semenarik mungkin. Memilih dan edit gambar, memulai menulis, lalu menambah bacaan agar tulisan bisa memiliki manfaat setidaknya untuk diriku sendiri. 

Terus apa saja yang didapat setelah bertahan selama 30 hari? Ini berdasarkan pengalamanku ya. 

1. Tidak perlu kebanyakan mikir, tulis saja hal yang mengganjal saat itu.

Ketika semua aktivitas rutin selesai dan hanya scrolling timeline FB yang tersisa untuk dilakukan maka akan banyak ide yang bersliweran. Tentang beras, artis yang anaknya tertangkap, atau bagaimana cara mempertahankan berat badan.
Tulis saja hal yang bisa memuaskan rasa penasaranmu. 

2. Jangan ragu untuk berbagi di beranda FB

Sangat menyenangkan bisa mendapat respon dari teman-teman ketika aku berbagi tentang kerasnya masa kecil yang aku hadapi dan bagaimana aku akhirnya bisa bertahan dan melaluinya.
Ada yang memberi dukungan, saran, bahkan perhatian.
Semua itu membuat aku bersemangat dalam menulis. Apa lagi yang akan aku bagi hari ini?

3. Milikilah memo atau buku kecil yang mudah ditemukan di dekat kamu

Artinya apa saja yang ada dan kamu tulis bisa jadi tabungan ide yang akan jadi pemantik untuk kamu tulis di blog.

4. Terus membaca

Hanya caption IG bisa mempengaruhi mood kamu lalu dengan semangat membara mulai menulis.
Itulah guna membaca sekilas. Ada kenangan yang mencuat lalu memunculkan ide-ide mendesak untuk dituliskan.

5. Bila draf menghilang artinya kamu memang akan jadi lebih pintar dalam menulis

Sudah panjang lebar menjelaskan tentang kereta tinggal ditayangkan eh kok menghilang 😠. Mau nangis gak keluar air mata, teriak takut anak bangun, nulis lagi dari awal ya ogah lah.
Ya aku menarik napas panjang. Membaca pelan-pelan referensi yang masih aku buka di tab lainnya. Secara ajaib kalimat-kalimat yang aku susun kembali dan malah jauh lebih rapi dan sreg saat dibaca lagi. Asal tidak ngambek dan berhenti menulis. Kamu akan jadi lebih pintar merangkai kata.

6. Semakin sering menulis maka kecepatan akan meningkat

Lima belas menit dapat lima puluh kata lalu dua minggu kemudian jadi seratus sepuluh kata. Ya semakin lancar karena kosakata secara otomatis bertambah.

7. Menulis semoga akan jadi kebutuhan

20.000 kata yang tidak dilisankan semoga bisa berubah menjadi tulisan-tulisan yang bermanfaat. Kebutuhan untuk mengeluarkan 20.000 kata agar tetap waras berubah jadi artikel-artikel yang nantinya bisa digunakan sebagai rujukan. 

8. Bertumbuh dan bermanfaat

"Pik, aku inget tulisan kamu tentang mangga. Boleh gak ya aku makan 2 hari ini?"
Yeiyyy, ada pembaca yang suka artikelku dan jadi bahan rujukan. Inilah yang aku jadikan pegangan untuk terus bertumbuh dan bermanfaat. 

9. Semangat menulis untuk pembaca dan diri sendiri

Kadang merasa GR kalau tulisanku ditunggu. 😜 Ya setidaknya sama suamiku yang bertanya mau nulis apa hari ini.

Buat teman-teman yang ingin mulai menulis di blog. Ayo eksekusi!  Kalian pasti bisa. SEMANGKAAA 🍉🍉🍉

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design