Minggu, 30 Juli 2017

Magic in My Mom's hands



Ibuku jarang memasak tetapi kalau sudah eksekusi meskipun hanya bawang merah dan putih, penyedapnya cuma pake garam gula; aku pasti gak berhenti nambah nasi kalau sambal belum habis.

Aku gak tahu pasti magic apa yang diberikan. Mengutip kata Damian setelah aksinya selesai: sempurna. Iya selalu saja memanjakan lidah.

Menunya biasa: sayur sop, telur dadar yang kata ibu jadi mirip martabak saking tebalnya, dan sambal. Namun selalu sukses membuat aku kekenyangan karena tidak ingin berhenti sebelum sambal habis.

Aku selalu penasaran dengan sambal racikan ibu. Semua rasa ada. Manis, pedas, dan gurih. Dengan bahan dan komposisi sama, hasil ulekan ibu selalu lebih sedap dibandingkan punyaku. Magic in My Mom's hands.

Ibuku adalah ibu bekerja. Dia memang tidak begitu dekat denganku. Namun sekarang ketika posisiku juga sebagai ibu dua anak, aku selalu merindukan segala hal tentangnya. Aku jadi paham tentang semua keputusan yang dia ambil.

Selain masakan, keajaiban lainnya adalah ibu sangat pandai merajut dan kreasi kerajinan tangan lainnya.

Ibuku juga pandai memijat. Kedua anakku selalu suka jika Utinya mulai memainkan jari-jari dengan lembut tapi tepat sasaran.

Kami jadi sering berbagi cerita dan pengalaman. Ah mewek malam-malam 😢. Kangen 👵


"Home is where my mom is."      Brittany Murphy
Aku sayang ibu. Sehat selalu ya bu. Semoga aku selalu diberi kesempatan buat bahagiain ibu. Aamiin 

1 komentar:

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design