Minggu, 16 Juli 2017

Kacang dan Segenggam Kehangatan


Kami keluarga pengemil kacang. Rebutan kalau ada stok di rumah. Benar-benar hangat cenderung panas.

Segenggam kehangatan yang kacang ciptakan sungguh cepat berlalu. Begitu kacang habis, lomba makan berakhir. Meninggalkan seret di tenggorokan. 😅

Kacang "Mirasa" produk Purbalingga yang belum tentu setahun sekali bisa ikut arus balik. Namun rindu selalu ada untuk bisa membawa satu kantong plastik saat mudik berganti arus balik.

Kacang yang garamnya begitu mendominasi ini katanya digoreng. Hingga renyah menyapa ditiap digigitan geraham. Cocok buat yang lagi baper dan butuh cemilan sambil begadang nonton drama korea. 😩

Kacang buat penghibur saat anak tidak bisa dinego buat ganti Robocar Poli dengan Suspicious Partner 😂

Baby Geni rusuh saat mamas Gara mulai mengunyah cepat dan sudah menodongkan tangan saat ibu masih mengupas kulit. Dia mengunyah kacang sekulit-kulitnya 😥

Kehangatan yang tercipta kadang tak dirasa dan berlalu begitu saja 😢

2 komentar:

  1. Suamiku suka kacang, tapi aku gak begitu karena gatel di wajah. :D

    BalasHapus
  2. Kacang dan secngkir teh di sore hari. :D

    BalasHapus

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design