Kamis, 22 Juni 2017

Tidak Hanya Niat, Butuh ASUS E202 untuk Makin Kreatif dan Produktif di Mana Saja


Lagi mengejar deadline cerpen yang mau dikirim ke majalah. Niat dan semua amunisi sudah siap. Mulai mengetik.
Ini aib tetapi ada bocah songong yang tidak punya empati memaksaku bergulat lagi. Bermain drama lagi dengan anak perempuan itu. Anak perempuan manis yang tatanan rambutnya berganti-ganti. Rambutnya menambah daya tariknya. Dia kelas 3 SD. Camkan. Masih pakai baju putih rok merah. Pintar walaupun selalu ranking dua. Panggil saja dia Bunga seperti di koran-koran kalau cerita tentang pemerkosaan. Gak kok gak sampai separah itu tapi sekali lagi, kejadian ini dialami anak perempuan kelas 3 SD.
            ####
Ada anak laki-laki pindahan dari kalimantan. Rio seharusnya sudah kelas 6. Ceritanya sering terlibat perkelahian jadi ya gak naik kelas. Begitu pindah dia sekelas dengan Bunga. 
####
"Bung, bung, bung."
"Bung, bung, emang rebung apa?
Tawa menggelegar dari kursi deretan belakang. 
Bunga tetap fokus dengan tulisan di papan hitam yang sedang ditulisi soal sebagai tugas dari pak Slamet.
Dengan cepat Rio punya geng, Deni si anak tukang becak berbadan tinggi langsing dan Cekre yang emang pendek tetapi sok gagah. Rio berbadan tinggi dan berisi. Begitu mengintimidasi kami yang memang sesuai dengan kelas.
Hari naas itu emang diawali dari kelas kosong karena pak Selamet harus rapat. Kelas begitu riuh. Hanya segelintir anak yang rajin menyalin tugas lalu mengerjakannya. 
Rio melemparkan penghapus ke kepala Bunga. Meninggalkan debu putih sisa kapur tulis. Bunga diam.
"Heh, dipanggil kok gak nengok sih!"
Hidup Bunga sudah rumit, dia tidak mau ada masalah lagi. Bunga ingin sekolah tetap menjadi tempat favoritnya untuk melarikan diri. Beli kojek, bakar opak angin, dan es teh bungkusan. 
Anak-anak segera keluar kelas setelah bel istirahat berbunyi. Seingat Bunga dia hanya terlambat sekedipan mata ketika kerahnya ditarik dengan kuat ke pojok kelas memunggungi sapu. Dia berdiri dan Rio duduk berganti menarik rambut kepangnya. Deni dan Cekre menarik Didi yang sekuat tenaga berontak.
"Cium! Cium!"
Bunga panik dan berusaha lari tetapi perih di kulit kepalanya mengurangi kekuatannya.
Deni dan Cekre mendorong tubuh Didi ke tubuh Bunga. Rio menahan Bunga untuk bergerak. 
"Cium Di, kalau gak aku pukul kamu."
Didi memiringkan kepalanya, begitu dia gak bisa bergerak dan ciuman itu mendarat di bahu Bunga. Deni dan Cekre lengah karena misi berhasil.
"Maaf ya Bunga," sesal Didi sambil membalik badan dan menghambur keluar.
Bunga kaku. Harga dirinya terluka. Saat itu juga ada karakter lain yang bangun. Sosok brutal yang tidak mengenal penolakan.
"Seneng kan? Seneng!"
Bunga mematung. Dia tahu dia bukan dirinya lagi. Dia punya lubang besar yang menganga.
####
"Kamu tuh cantik, ada lesung pipinya kalau senyum."
Buat apa cantik kalau hanya menarik masalah lebih banyak. 
Bunga terbiasa mendengar riuhnya piring pecah diselingi tangisan saat pagi menjelang. Kursi-kursi kosong saat sarapan dilengkapi pemandangan muka bengkak Mamahnya.
Beginikah jadi wanita? Hanya sarana pelampiasan?
Bagaimana Bunga bisa menceritakan apa yang dialami? Sementara keadaan Mamah lebih buruk dari tragedi.
Makian, tendangan, bahkan paksaan saat berhubungan.
"Tidak akan ada pernikahan apalagi anak perempuan di hidupku." 
#### 
"Puzzlenya udah lengkap kan mba?" Mas Adjie tidak pernah memaksa Nonik mengingat Bunga. Anak perempuan kelas 3 SD itu. Mas Adjie menunggu Nonik siap. Makanya Nonik berterima kasih pada anak songong yang gak punya empati itu karena akhirnya dia buka semua luka dan melengkapi setiap kepingan-kepingan yang berhamburan.
Sesi-sesi terapi yang melelahkan, serangkaian tes psikologi, dan mood swing datang menyiksa di saat yang tak terduga. Bahagia sesaat lalu menangis sesenggukan tanpa alasan yang jelas.
"Nonik mimpi Bunga lagi mas Adjie. Dia minta tolong."
"Dadanya masih sesak? Ada serangan manik?" mas Adjie bertanya dengan nada halus.
"Iya mas."
"Mba masih lampiaskan ke anak-anak?"
"Pisau sama anak-anak sudah diamankan mas."
"Res tahu?"
"Tahu makanya dia langsung buat janji buat hari ini."
"Oke, kalau mimpinya berlanjut apa mba tahu yang harus dilakukan?"
"Iya mas, ingat wajah anak-anak dan Res," Nonik menjawab masih dengan posisi mencengkram bajunya.
"Lalu?" Mas Adjie dengan perlahan mengurai jari-jari Nonik.
"Anak-anak adalah obat, Res adalah nyaman jadi Nonik harus berani dan bantu Bunga. Dengan nama Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang, terima kasih atas keberanian yang Kau berikan."
Nonik adalah wanita kuat. Dia berusaha terus dan terus untuk bisa menjalani kehidupan normal. Meski sering dia menyerah pada segenggam obat tidur tetapi begitu sadar dan melihat Res serta dua anak laki-lakinya, dia kembali ke tekadnya. Tekad untuk sembuh.
####
Hei bocah songong yang gak punya empati, kamu memang gak tahu masa lalu tiap orang. Namun ketika ada peringatan belajarlah membuka mata hatimu, bagi sedikit belas kasihmu meski kamu tak kenal orang itu.
Jika kamu memang suka baca, resapilah dan gunakan pengalaman penulis. Jangan contoh penulis sastra kelas tinggi yang meremehkan penulis novel romantis recehan yang terbit dari wattpad. Bagaimanapun untuk ada di posisi itu pasti ada usahanya. Jangan meremehkan orang lain hanya karena usahamu lebih berdarah-darah karena kamu tak akan pernah lihat luka dalam apa yang dia sembunyikan.

Tinggal sedikit lagi. Aku mau kasih kutipan yang cetar terus judul dan...

Diiip, diiip, diiip...

Listrik mati dan laptop ASUS N43S yang harus selalu nyolok itu meninggalkan layar hitam. Belum disimpan. 

Tuing, tuing, tuing. 

Aku galau. Sungguh tidak mudah mengumpulkan segenap tenaga dan juga niat. Sebagai ibu rumah tangga, aku harus memastikan anak-anak dalam posisi aman untuk akhirnya bisa fokus menulis. Niat akhirnya bulat dan anak-anak sudah siap, lha kok laptop yang jadi alat tempur malah gak mendukung.


Laptop ASUS N43S ini memang sudah aku miliki sejak 2011. Kami berjuang bersama dan sudah menghasilkan 3 buku antologi dan cukup stok cerpen. Laptop ini juga yang belakangan jadi andalan untuk memiliki waktu yang berkualitas saat menonton bersama anak-anak. Meskipun ya harus sabar ketika listrik mati.

Suamiku geleng-geleng kepala. Terus bagaimana? Niatmu sudah bulat lho? Katanya ingin mengejar kembali impian menjadi penulis. Kan sayang kalau nanti niat tak didukung dengan perlengkapan perang yang mumpuni. Laptop seperti sepatu bagi pemain sepakbola. 

Aku mulai cari-cari info. Harus ASUS lagi karena sudah terbukti dalam enam tahun terakhir tidak pernah ngambek. Hanya baterai, itu juga karena salahku yang sering kelamaan nge-charge. Lupa mencabut adapter.

Tidak Hanya Niat, Butuh ASUS E202 untuk Makin Kreatif dan Produktif di Mana Saja

Kenapa harus ASUS E202?
1. Ukuran yang compact

Notebook berukuran 12 inci yang notabene lebih kecil dari kertas A4, pastinya membuat kita jadi semangat membawa si ASUS E202 ini ke mana saja tanpa khawatir akan sakit punggung malah bisa saja membuat lupa kalau ada laptop di dalam tas jinjing kita. 
Produktif? Tentu lahhh, kita bisa kerja di mana pun berada. Mau ngerjain deadline cerpen di bis, mengetik paragraf pertama sambil makan di restoran favorit, atau harus segera selesaikan presentasi saat terjebak di KRL.

Selain laptop yang hanya 1,25 kg, charger ASUS E202 juga tidak lebih besar dari kartu kredit. Ya sekitar 53 mm saja. Tentu semakin memudahkan kita membawa dan menggunakan ASUS E202 di berbagai tempat.

2. Senjata dalam ASUS E202
Notebook ini memang istimewa karena hadir dengan Dual Core Intel Celeron Processor, Windows 10 dan juga DOS. Apa artinya? Kita akan menggunakan notebook yang mampu mengolah data dengan cepat, memiliki browser yang ketika menemukan halaman menarik bisa langsung di-edit dan diberi catatan langsung pada halaman tersebut, serta multitasking. Kegiatan kreatif yang kita lakukan tentu akan lebih cepat selesai kan?
                  
3. Baterai yang tahan lama

Notebook berukuran A4 ini menggunakan prosesor Intel hemat daya yang menawarkan masa aktif baterai hingga 8 jam.

8 jam? Pastinya tidak perlu cemas akan kesulitan menyelesaikan pekerjaan saat berada di daerah yang tidak ada pasokan listrik atau waktu  kamu ada di perjalanan dan lupa bawa charger. 


4. ASUS E202 memiliki port USB 3.1 Type-C yang sangat menghemat waktu. Kenapa hemat? Karena USB dapat dicolok dengan berbagai arah dengan colokan reversible setiap saatnya dan kecepatan transfer USB 3.1 ini lebih cepat 11x dibandingkan USB 2.0.


5. Touchpad yang besar dan one piece chiclet keyboard

Fitur ini cocok buat yang ngaku sering typo karena jarak antar keyboard sempit. 1.66 mm cukup untuk mengucapkan selamat tinggal kepada typo.
Nyaman dengan responsifnya touchpad dan ketahanan hingga 10 juta kali pengetikan akan membuat kita dengan semangat mengeksekusi ide-ide kreatif yang sliweran tanpa sempat melamun.


6. Kualitas audio terbaik ASUS E202 dual speaker disempurnakan dengan ASUS splendid dengan sistem vivid

Teknologi ASUS SonicMaster dan speaker yang menghadap depan membuat kita dimanjakan dengan suara jernih saat mendengarkan lagu atau menonton film. Suara dalam dan bersih walaupun kita memaksimalkan volume.


Bagiku laptop bukan hanya alat perang tetapi juga sarana mendapatkan waktu bersama anak-anak.  ASUS splendid dengan sistem vivid pada ASUS E202 menyesuaikan akurasi warna secara otomatis dengan display setting optimal untuk semua gambar yang ada sehingga tampilan yang memesona bisa dinikmati. Baik saat melihat video atau film, notebook ASUS E202 menghasilkan warna yang sempurna bagi mata kita.



7. Fanless terobosan yang aku tunggu

Kenapa? Saat beraktivitas di luar ruangan dan tidak ada meja maka aku sering memangku laptop ketika bekerja. Nah memangku laptop kan lama-lama panas tuh karena udara panas yang dihasilkan kipas laptop jadi selain tidak bising, teknologi fanless ini juga mengurangi efek panas dari laptop. Tidak bising? Iya jadi kita tidak takut membangunkan anak-anak saat harus lembur hingga dini hari. Aku bisa produktif memanfaatkan waktu yang ada.



9. Notebook yang hadir dengan versi Windows 10 dan DOS ini tersedia dalam pilihan warna Silk White, Dark Blue, Lightning Blue dan Red Rouge

Pilihan warna yang memikat meskipun aku berharap ASUS E202 dark blue yang akan menemaniku berkreativitas dan produktif menghasilkan karya.

Ssttt... Teknologi Wi-Fi terbaru 802.11ac yang memiliki kecepatan hampir 3 kali lipat dari 802.11n; membuat browsing, download, dan streaming video jadi lebih hemat waktu. Sudah ngeces belum? Eh iya setiap ASUS E202 dilengkapi 16G ASUS WebStorage gratis selama 1 tahun.



Semoga semua informasi yang aku berikan di artikel ini membuka wawasan bagi yang juga sedang mencari notebook.

NB: gambar dan data-data diambil dari www.asus.com dan www.uniekkaswarganti.com


Tulisan ini adalah salah satu ikhtiarku untuk mendapatkan ASUS E202. Tulisan ini aku ikutkan dalam:

Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com

5 komentar:

  1. Makasih yaaa mba Uniek.Sama-sama mba.

    BalasHapus
  2. Notebook Asus E202 emang keren deh. Desain minimalis, kualitas maximalis, apalagi harganya cukup ekonomis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mas. ASUS E202 cocok untuk yang punya budget minimalis tetapi butuh yang maximalis. Makasih sudah mampir mas.

      Hapus
  3. potongan cerpennya menarik Mbak 👍

    salam kenal

    BalasHapus
  4. Makasih sudah mampir. Salam kenal juga.

    BalasHapus

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design