Sabtu, 03 Juni 2017

Impian Perempuan, Betapa Hasil Tak Pernah Mengkhianati Usaha!

Bahagia bisa punya buku lagi 
Rasanya masih seperti mimpi saat mba Deka Amalia bilang buku "Impian Perempuan" akan segera naik cetak. Masih belum begitu yakin saat buku itu sudah di tangan. Begitu segel dibuka dan aroma buku baru menguar barulah senyum mengembang. Aku punya satu buku lagi meskipun antologi.

Buku ini sebenarnya lanjutan proyek 101 Perempuan Berkisah. Begitu buku 101 Perempuan Berkisah terbit, mba Deka memberikan kesempatan untuk menulis lagi dan diterbitkan lagi. 

launching buku 101 Perempuan Berkisah (18 November 2013), GianGaraGembul umurnya baru 6 bulan lebih

Namun karena satu dan lain hal, proyek ini tertunda. 

Cerpen yang aku kirimkan untuk buku ini berjudul "Teror". Begitu aku kirim dan dibaca PJ Mba Risma L Jundi ternyata tidak ada revisi. 

Kisah yang terinspirasi dari seorang ibu yang tega membunuh ketiga anaknya. Terlintas begitu saja untuk membuat kisahnya dalam bentuk cerpen.

Saat itu memang semangat menulisku sedang meroket. Banyak draft dan catatan yang berisi ide-ide. Begitu GianGaraGembul divonis BCGitis disitulah aku mulai kehilangan fokus.


Terkadang ingin kembali menulis tetapi lebih sering berkutat dengan membaca dan konsentrasi untuk kesembuhan GianGaraGembul.

Aku lupakan proyek itu. Tidak banyak berharap akan ada kelanjutan. Mungkin karena saat itu menulis juga bukan hal yang jadi prioritas dan kebiasaanku lagi. Menulis hanya dilakukan saat pikiran benar-benar ruwet. Lagipula tidak ada deadline yang harus aku selesaikan.

Jeda dari 2013 hingga 2017.

Sampai sekarang rasanya masih mengejutkan ^_^
\
Buku "Impian Perempuan" adalah bukti bagi diriku sendiri. Betapa aku harus yakin dengan kemampuan dan usahaku. Bahwa akan ada hasil  dari setiap proses yang dijalani. 

Aku suka menulis. Ada beberapa teman dekat yang bilang aku berbakat. Punya suami yang selalu mendukung langkah apapun yang aku tempuh untuk mengaktualisasikan diri. Kurang apa coba? Ya kurang ajar tentu saja jika dengan semua kemudahan yang ada, aku hanya berpangku tangan dan kalah oleh rasa malas.

Makasih buat mba Deka Amalia dan tim yang membuat impianku bertambah besar. Semoga dari buku antologi menjadi buku sendiri. Aamiin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design