Sabtu, 27 Mei 2017

Selamat Datang Ramadan, Selamat Datang Ritme Baru

Kenapa sih bulan ramadan itu ditunggu-tunggu?

Kirain kamu nunggunya awal bulan doang, gajian!

Padahal bulan ramadan itu identik dengan pengeluaran yang membengkak *gak bisa kekepin dompet. Bagaimana tidak menjerit itu dompet kalau ditarik mulu? Es buah melambai, gorengan ngiwi-iwi, es teh aja yang biasanya dicuekin begitu bulan ramadan kok ya keringatnya memunculkan rasa haus yang luar biasa.


Titik-titik keringat yang muncul di sekitar permukaan membuatku tanpa sadar mengusap leher, berharap rasa kering yang tiba-tiba menyergap mau pergi dengan segera. Sungguh bukan rasa manis meleleh yang aku harapkan menyerbu tetapi siraman dingin layaknya setetes air di kerontangnya padang pasir.



Hihihi ... Blogpost ini tidak sengaja ditulis untuk membuat kamu kalap saat buka nanti ya!

Anyway, aku pribadi menunggu bulan ramadan karena bulan ini adalah bulan 'start from the beginning' artinya semua kebiasaan selama sebelas bulan terakhir akan berubah dalam satu bulan ke depan. Apa artinya? Biasanya gak bisa bangun dini hari jadi bangun karena siapin sahur. Sebelas bulan begadang menyelesaikan tugas kantor, satu bulan ini atur jadwal biar bisa ngaji di mushola. Memulai kebiasaan baru dari awal lagi.

Selain memulai dari awal, ada ritme baru yang bisa aku sisipkan selama bulan ramadhan. Menyingkirkan jauh-jauh rasa malas yang menang sebelas bulan kemarin. Ramadan tahun ini, dengan dua anak laki-laki, aku ingin menyisipkan waktu membuat mainan bersama mereka.


Waktu memang yang paling sering kita remehkan. Ah masih ada waktu kok, entar juga bisa.
Di bulan inilah aku sadar bahwa waktu harus aku manfaatkan dengan baik jika tidak tidak akan ada kesempatan untuk memutar kembali. Belum bisa beli Doraemon yang punya mesin waktu untuk kembali.
Mindset "memulai dari awal" sungguh mujarab.
Geni terlihat hepi membuat ulat bulu itu waktu ikut masuk kelas mamas GianGaraGembul. Ibu guru berbaik hati karena Geni penasaran mamasnya buat apa.
Dari kejadian inilah aku memutuskan untuk meluangkan waktu membuat hal-hal sederhana bersama mereka.
Dimulai dari hari ini.
Dimulai dari awal.




Setelah meluangkan waktu untuk anak, selanjutnya aku ingin mengatur ritme untuk menulis. Aku memang tidak pernah berhasil konsisten untuk menulis selama satu bulan penuh. Kecuali ada hadiah yang cukup menggiurkan untuk ditolak. hahaha...

Selamat datang ramadan, betapa aku menunggumu untuk melakukan reparasi.
Selamat datang ramadan, bulan dimana kebaikan begitu mengemuka.
Selanat datang ramadan, satu bulan yang semoga bisa aku isi dengan kegiatan yang bermanfaat.

Selamat berpuasa buat teman-teman yang menjalankan. Semoga lancar hingga satu bulan penuh. Semoga kita bisa isi bulan ini dengan hal-hal baik dan berguna. Aamiin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design