Senin, 01 Agustus 2016

Terapi Kecambah, Buat Emak yang lagi Galau

Bersihin kecambah sambil merenung, Mak?
Aku kembaliii... Senang rasanya bisa menempelkan pantat di lantai dan mulai merangkai kata. Ya selain itu emang udah ditagih sama si ayah,"Kapan mulai update blog lagi?"

Dan mulailah curhatan hari ini dimulai.
Galau mulu Mak? Kapan bahagianya coba?
ini whatsapp hari ini dari gurunya Baby Gian Gara Gembul

Tanpa usaha buat menelepon dan menunggu aku emaknya, si guru yang katanya berani bertanggung jawab dengan lancangnya mengijinkan anakku diimunisasi campak. Tanpa aku.

Dengan riwayat bcgitis Gian Gara Gembul, aku panik. Aku bawa anakku pulang dan balik lagi dengan buku kendali kesehatannya. Aku minta kalau ada apa-apa dengan anakku, mereka harus bertanggung jawab,

Sebelumnya aku memang telepon suami dan mamahku. Lha kenapa mak? Biar bisa meredam amarah dan tidak menyesal. Aku tanamkan jika tidak ada gunanya marah karena aku datang Gian Gara Gembul sudah diimunisasi.Aku hanya tegaskan bila sampai kejadian ini terulang lagi, aku tidak akan segan melaporkan mereka ke polisi. Bilang aku lebay, gak masalah karena bcgitis Gian Gara Gembul sudah membuat aku belajar. Salah suntik adalah fatal.

Ini kisah bcgitis Gian Gara Gembul, silakan diklik!

Sampai di rumah, Gian Gara Gembul langsung panasnya. Aku sudah memgira karena imun Gian Gara Gembul memang selebay emaknya. Pasti kalau ada yang masuk seketika itu juga bereaksi. Sambil pikiran entah kemana, aku beli air oxy ke apotek langganan. Eh dasar lagi gak fokus, aku jatuh di parkiran. Aku pikir pembatas masih jauh ternyata udah di depan mata. Refleks ngerem depan malah meleset. Gubraaag. Sakit gak seberapa tapi malunya itu.

Oxy sudah dapat, 1 botol untuk turunin panas. Dan berdoa semoga tidak ada implikasi yang aneh-aneh ke depannya.

Sehat terus ya mamas...
Sesudah Gian Gara Gembul tertidur, aku mulai menuang kecambah sambil mulai merenung. Maksudnya biar kecambah beres terus pikiran juga plong. 

"Sekarang campak sedang endemi bu. Imunisasi ini buat menambah kekebalan. Gak akan overdosis kok."
"Ya berdoa saja imun Gara bisa menang karena kalau gak, pasti akan bereaksi."
"Tuhan, kalau ada apa-apa sama Gian Gara Gembul, aku sanggup gak ya?"

Semuanya ada di kepala sambil memetik akar kecambah. Begitu saja sampai akhirnya memutuskan: Tuhan yang beri, Tuhan pula yang kuatkan. Yakini dan berusaha yang terbaik.

Terapi kecambah ini memang tidak sengaja aku temukan. Entah kenapa kalau pikiran lagi berisik dan belum bisa menulis, memetik akar kecambah sambil berdialog dengan pikiran sendiri lalu menemukan jawaban yang seharusnya akhirnya lega. Ya daripada curhat sama tetangga yang dikit-dikit baper, mending curhat ama kecambah. Embeerrr... Kecambah bersih tinggal campurin sama irisan wortel, kol, daun bawang seledri. Aduk sama tepung bakwan jadi deh. Pikiran tenang, perut kenyang, dan hati senang.


7 komentar:

  1. Aku malah paling sebeeellll kalo disuruh petikin kecambah; dipikiranku malah terbayang kerjaan yang belum selesai. jadinya ya ...malah nggak enjoy.

    Btw, rada gerem emang kalau ada sekolah yg kayak gitu.

    BalasHapus
  2. saya kira disayur atau diapain gitu bun buat dimakan heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, iya aku suka dibersihin dulu baru diolah.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  3. Katanya kecambah juga bagus untuk kesuburan.
    benar apa tidak ya Mbak?
    terima kasih

    BalasHapus
  4. buat lalapan enak nih bun, dulu sering lalapan pakai kecambah saat makan nasi goreng

    BalasHapus
  5. dulu saya masih suka rajin metikin ujung kecambah. Tapi sekarang dicuci bersih aja. Atau beli kecambah yang rada gede, biasanya lebih bersih hehehe

    BalasHapus

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design