Sabtu, 04 Juni 2016

[Maraton Review Novel Indah Hanaco] Delicious Marriage, Yang Penting Jangan Lupa Bahagia

Menikah, menua, bahagia
Penulis    :  Indah Hanaco

Penerbit   :  Grasindo

Tahun      :   2016

Halaman  :  234

Pernah punya keinginan untuk tidak menikah? Atau menikah di usia matang? 30 atau 33 tahun?

Bila kau adalah wanita yang berlabel 'broken home' di keningmu maka usia pernikahan bukanlah yang membuatmu pusing. Karena menikah bukan rumah melainkan neraka.

Bila kau nyaman dengan keluargamu maka menikah di usia 25 tahunan adalah ideal karena kau cenderung naif dan bodoh.
Setelah di Love in Auckland, Delicious Marriage juga mengusung bridal consultant sebagai pekerjaan tokoh utamanya.

MILLY REGITHA

Perempuan itu menjadi penonton saat Keith mengenakan celemek dan bicara dengan salah satu karyawannya. Kemudian lelaki itu mencuci tangan sebelum membuka sebuah kulkas besar. Dari dalamnya, Keith mengeluarkan sebuah kotak.
(halaman 35)

Keith Bertram mulai memasuki hati Milly. Sungguh aku juga akan tergila-gila bila diminta duduk di bangku tinggi menghadap ke meja bergaya bar. Lalu memandangi pria semampai dengan berat badan ideal yang sedang fokus memasak. Oh Tuhan, Indah Hanaco memang sangat pandai membuat hati pembacanya melompat-lompat.

KEITH BERTRAM
"...Maafkan aku ya, Dearling. Jangan marah lagi. Dan tolong percaya padaku. Aku nggak akan pernah mengkhianatimu. Aku terlalu mencintaimu untuk melakukan hal-hal buruk seperti itu."
(halaman 216)

Pria ini memiliki tingkat kepedean yang tinggi, bisa masak dan mata heterochromia. Dituduh playboy karena banyak wanita yang tergila-gila padanya. Sebenarnya setia dan pemegang komitmen nomor wahid.

Milly dan Keith disatukan oleh desakan mata muram milik Milly. Mereka sama-sama menggila jika cemburu. Mereka juga sama-sama gila saat berciuman.

Nikah lari karena kakak Keith, satu-satunya keluarga yang dimilikinya tidak setuju. Ibu Milly juga tidak lagi menganggapnya sebagai anak semenjak perceraiannya dengan Adam.

N.B
1. Jangan letakkan novel ini di sembarang tempat jika anda memiliki anak yang sudah pandai membaca!

"Hei, tolong jangan menggigit bibirmu, Milly! Aku sudah pernah bilang kalau itu adalah godaan terbesar yang membuatku ingin selalu menciummu, 'kan?" (halaman 73)

2. Pastikan memiliki pasangan yang sah jika anda membaca novel ini karena aku pastikan anda tidak akan tahan godaannya!

"Nanti saja bicaranya. Sekarang aku cuma mau memberi hadiah untukmu." Milly bergerak seiring irama musik."Striptease, ingat?" (halaman 232)

3. Bacalah dengan penuh konsentrasi!

Jangan membaca novel ini dengan melakukan pekerjaan rumah anda karena anda akan kehilangan sensasinya.

Yups, novel Indah Hanaco yang ini memang seharusnya dilabeli 17+. Hahaha... Alurnya begitu padat sehingga sulit untuk mengedipkan mata meski sedetik. Novel ini sukses membuatku sejenak melupakan Hugo.

Kopi, perselingkuhan, dan komitmen. Selalu jadi topik yang membuatku menghela napas lega jika sudah di halaman terakhir.

Delicious Marriage mungkin seperti kopi. Jika sudah bertemu dengan api panas perselingkuhan maka wangi penyelesaiannya akan berakhir pahit di mulut peminumnya.

Delicious Marriage juga laksana coklat yang menyisakan kebahagiaan bagi para penikmatnya.

Enjoy reading this novel ya! Recommended!

2 komentar:

  1. lama ga baca novel,kebetulan dirimu lg review. ada beberapa yang tertarik untuk dibaca. semoga bisa melepaskan mata sejenak dari laptop & hp untuk kembali mengasah otak dan imajinasi dg membaca

    BalasHapus
  2. Selamat membaca ya S, novel indah hanaco layak buat dibeli.

    BalasHapus

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design