Selasa, 07 Juni 2016

[Maraton Review Novel Indah Hanaco] You Had Me at "Hello", Love at The First Sight

Cinta, hadirkah kamu pada pandangan pertama?
You Had Me at "Hello"

Penulis    :  Indah Hanaco

Penerbit   :  Elexmedia Komputindo

Tahun      :   2015

Halaman  :  354

Ina tidak memperhatikan kata-kata Alistair. Indra penglihatannya terpaku di satu area. Sepasang mata yang sedang memandang Ina dengan serius. Bukan mata biasa, melainkan mata berwarna biru es! Ina mendadak cegukan. (halaman 41)

Inanna Grace menabrak Alistair Valerius Damanik, si mata biru es. Dan menikah adalah konsekuensi dari kecerobohan Ina.

"Kenapa saya? Rasanya Bapak dan Ibu pasti punya  banyak mengenal perempuan lain yang bersedia menikah dengan Alistair secara sukarela. Kita... kita bahkan tidak bisa dibilang ... saling kenal ..." (halaman 61)

... "Aku anak yang ... patuh. Orangtuaku ingin punya menantu kamu. Dan rasanya ... aku tidak punya alasan untuk menolak." (halaman 70)

Mereka memang tidak membuat aturan soal ranjang, baik secara tersirat maupun tersurat. Tidak ada perjanjian khusus bahwa Alistair dan Ina tidak menjadi suami-istri seutuhnya, seperti yang banyak terjadi di film atau novel seputar pernikahan karena perjodohan. Itu membuat Ina gugup. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya jika suatu saat Alistair menuntut Ina untuk menggenapi tanggung jawabnya. Bagaimana kalau bukan "suatu saat", melainkan malam ini? (halaman 91)

Menikah dan tinggal di rumah kaca sungguh memanjakan otak visualku. Aku begitu menikmati gambaran detail yang seolah begitu terpampang nyata di depan mata. Atap kaca yang bisa membuat aku merasa tidur di bawah langit. Taburan bintang bahkan kilat yang menyambar pun seindah kembang api yang memancar di langit. Tuhan, aku sayang penulis lebayku ini.

"Aku tahu, kita tidak menikah karena cinta. Tapi aku janji Ina, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuatmu bahagia. Aku ingin pernikahan ini berhasil. Jangan kira kalau semua yang diawali dengan cinta bergelora itu akan bahagia selamanya. Cinta juga bisa habis. Kita bisa belajar untuk ... saling mencintai. Oke, pasti memang tidak mudah. Tapi tidak mustahil. Aku akan berusaha sungguh-sungguh." (halaman 122)

Baiklah, bersiap move on dari Hugo Ishmael (klan Ishmael di novel ke 11 Indah Hanaco, The Vanilla Heart).

Alistair Valerius Damanik kalau aku punya anak perempuan, aku akan berdoa dia menabrak dirimu dan bisa pacaran setelah menikah. Hahaha...

Dan proses pacaran setelah menikah Inanna dan Alistair berlanjut. Dari badai satu ke badai lainnya. Dari pelangi satu ke pelangi lainnya.

Novel ini sungguh membuka mata. Bahwa pasti ada di luar sana pasangan yang memang tidak menjalani masa pacaran. Mereka bertemu hanya hitungan jari lalu menikah. Dan bahagia. Jadi jangan takut jika pacaran bukan pilihanmu maka selama kamu pegang teguh komitmen untuk selalu 'saling', tentu pacaran setelah menikah adalah jawabannya.

2 komentar:

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design