Jumat, 10 Juni 2016

[Maraton Review Novel Indah Hanaco] A Scent of Love in London, Hugh Joaquin Levine untuk Ivana Zelde



Penulis    :  Indah Hanaco

Penerbit   :  Elex Media Komputindo

Tahun      :   2015

Halaman  :  359

..."Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan, Va! Oh, aku sungguh menyerah kalau harus berurusan dengan perasaan perempuan. Ada apa sih dengan prasangka? Kenapa kalian suka sekali membuat dugaan sepihak?" (halaman 219)

Hahaha, kamu benar tuan Irving kami memang ahli asumsi.

Ivana Zelde tentu saja tidak akan bisa menolak Hugh Joaquin Levine. Namun Ivana panik setelah Hugh menghilang. Menghilang sesuai mendengar pengakuannya.

Entah Ivana atau Hugh yang lebih kaget saat perempuan itu bicara lirih, "Aku penderita disleksia parah. Aku tidak pernah bisa membaca satu kata pun dalam hidupku..."
(halaman 190)

Kakak Ivana, Irving berusaha meyakinkan Ivana untuk tidak berasumsi.

Ya Hugh memang tidak berencana melepaskan Ivana.

Merasa nyaman sesaat setelah bersama, merasa seperti sudah lama tidak bertemu, dan membuka rahasia tanpa canggung. Ya itulah jika kita bertemu dengan belahan hati.

Ivana mendorong pintu dengan bersemangat. Senyumnya merekah tak terkendali saat menatap Hugh yang buru-buru keluar dari mobil. Lampu jalanan menyinari wajah cowok itu. Hugh tersenyum lebar, menyempurnakan lesung pipinya yang indah.
(halaman 230)

Jika Hugh mengaku jatuh cinta pada pandangan pertama, Ivana bahkan yakin tergila-gila hanya dari tarikan napas pertama saat berada di dekat pria itu. Apakah itu gila?
(halaman 237)

Namun tidak akan sah bila tidak ada ujian yang dilewati. Ujian untuk memantapkan diri. Memantapkan saat menitipkan hati.

Setelah bertengkar hebat di St. James Park dan melihat betapa Hugh marah besar, hidup Ivana seakan terempas ke dasar kepahitan.
(halaman 274)

"Hugh, apa benar kamu dan Claudia Merrick akan kembali bersama? Ada sumber tepercaya yang memastikan kalau kalian berdua pernah terlihat bersama saat di Italia."
(halaman 290)

Hugh tersenyum tipis. "Aku ini seorang pejuang, Si Cantik Ivana. Kalau cuma menghadapi mamamu yang galak, bukan masalah sepertinya."
(halaman 294)

Dua orang dengan kekurangan masing-masing, semakin berusaha memahami karena cinta memang cukup besar. Cukup untuk memberi toleransi. Cukup untuk memberikan pikiran jernih.

Hugh Joaquin Levine untuk Ivana Zelde. Berjuang dan terus berjuang menaklukkan semua halangan yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design