Rabu, 04 Mei 2016

Secercah Harapan di Pasar Tiban

Apapun asal bisa menebus bosanmu hari ini
"Goro ajak ke sini, ada pasar tiban."

Pesan singkat dari uti Nani membuat Baby Gara bangun dari tidur siangnya. Sudah jam 5 dan dia terbangun lalu langsung minta mandi. Pasar tiban. Betapa matanya berbinar saat uti Wati memintanya mandi dan setelah itu akan diajak ke pasar tiban.

Masih sepi, akan susah lewat selepas maghrib
Pasar tiban sama dengan pasar kaget. Tidak bisa ditebak kapan datang. Tiban atau tiba-tiba.

"Barang lagi mahal mba tapi orang kalo nawar seenak jidatnya. Ya namanya juga pasar. Bukan mall ya mba"

Mainan yang biasanya Baby Gara urut satu-satu

Main sepuasnya dua ribu rupiah. Siapa yang tidak berusaha menyempatkan diri. Apalagi momen pasar tiban tidak pasti sebulan sekali.

Semua serba murah. Murah untuk semua. Dari dua ribu sampai sepuluh ribu. Itu yang paling mahal. Sepuluh ribu. Jangan terkejut lah Mak. Kan pasar bukan mall.

Ini kesukaan emak
Secercah harapan di pasar tiban. Harapan akan hiburan. Hiburan murah meriah. Terjangkau. Untuk semua kalangan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design