Selasa, 31 Mei 2016

[Maraton Review Novel Indah Hanaco] Love in Auckland, Berkah Kesabaran Manisnya Pasti Datang Tepat Waktu

Dear Mrs. Hanaco, sebenarnya ini review hadiah buat ulang tahun aku yang ke 29. Kenapa? Membaca bisa membuatku sejenak tidak memikirkan benda tajam, tali, atau kopi.

Dear Mrs. Hanaco, semoga Tuhan beri kau kesehatan agar selalu produktif dan menginspirasi.

31 Mei untuk novel ke 31
LOVE in AUCKLAND

Penulis    :  Indah Hanaco

Penerbit   :  Gramedia Pustaka Utama

Tahun      :   2016

Halaman  :  206 

Aku tidak punya ekspektasi apa-apa untuk novel ini karena takut salah. Novel islami biasanya sangat membosankan dan membuatku bertahan paling banyak 20 halaman.

Dan
DUNCAN MAXWELL
"... bicara di gawainya dengan nada riang..." (halaman 1)

Apa coba artinya gawai? Tentu saja itu menarik perhatian untuk terus membaca.

Indah Hanaco selalu punya kata-kata baru yang tidak biasa. Dia gunakan sinonim agar pembaca juga bisa mendapatkan kata-kata baru. 

"...Hati Duncan bindam seketika." (halaman 57)

bindam/bin·dam/ a hitam lebam dan bengkak-bengkak (karena terpukul dan sebagainya); memar
Itulah kenapa novel Indah Hanaco layak dibaca bagi penulis pemula. Ya tentu saja agar belajar menggunakan kata-kata yang tidak itu lagi-itu lagi

Bagaimana mau bosan kalau kita disuguhkan kata-kata baru dan mencerahkan.

KELLY HADID
"Tapi, kamu selalu berlama-lama. Itulah sebabnya aku benci menungguimu berbelanja," guman Sherwin lagi.
Sesuatu menusuk dada Kelly, tapi dia memilih untuk mengatupkan bibir dan menekan dalam-dalam kombinasi kesal dan sedihnya. (halaman 15)

Kelly tahu dari mana semua keberanian untuk mengabaikan Sherwin datang. Mungkinkah ini akumulasi dari semua kekecewaan dan kesabaran yang dipaksakannya saat berhadapan dengan laki-laki itu? (halaman 54)

Karakter yang dibangun Indah Hanaco pada Kelly Hadid bukanlah karakter yang meledak-ledak. Itulah khas dari Indah Hanaco. Selalu ada alasan logis untuk semua tindakan. Buatku, kalau jadi Kelly pasti sudah putus ketika Sherwin mulai protes.

Namun Indah Hanaco selalu punya alasan lagi, lagi, dan lagi agar karakternya punya alasan yang cukup kuat dan tak terbantahkan untuk memutuskan satu hal. Kelihatan kan Mak? kalau emak sensi mah dicerewetin dikit hawanya sudah pembunuhan aja. Hahaha... Emanglah Indah Hanaco penulis yang sabar.


 AUCKLAND

  • Voyager New Zealand Maritime Museum berada di tepi pantai memberi pengetahuan tentang beragam jenis kapal
  • Auckland War Memorial Museum menyajikan informasi tentang New Zealand
  • Harbour Bridge untuk bungy jumping
  • Sky tower, menara setinggi 328 meter untuk sky jump dan sky walk
Mau tahu tempat wisata lain yang bisa dikunjungi di Auckland, baca saja novel Indah Hanaco ini.

AROUND THE WORLD WITH LOVE
Karena cinta dan iman bisa menyapa di segala penjuru dunia

Love in Auckland adalah yang kedua setelah Love in Edinburgh.


Novel islami yang ringan jadi tidak perlulah proses hidayah yang detil untuk Duncan Maxwell dijelaskan panjang kali lebar hingga membuat mengantuk. Bagiku penjelasan akhirnya tokoh konsisten menjalankan kewajibannya sebagai muslim itu yang utama.

"...Dia bahkan sengaja shalat zuhur di dekat deretan pohon anggur meski harus menggigil kedinginan." (halaman 89)

"...Duncan Maxwell, pria setengah bule yang sempat dikira Kelly tak seagama dengannya." (halaman 91)

Novel ini adalah novel yang cintanya terjadi di segala penjuru dunia. Novel ini juga memuat rasa syukur untuk kita yang tinggal di Indonesia. Bisa dengan nyaman beribadah. Walaupun kadang malah mempermasalahkan masalah-masalah sepele yang jadi besar karena salah menyimpulkan.


Buat yang lagi butuh setting dan bagaimana menjabarkannya biar tidak terkesan hanya tempelan, bisa baca novel ini.

Buat para pemarah dan sensian, bisa baca novel ini agar tahu bagaimana caranya membangun karakter yang gak srudak-sruduk. Marah dan memutuskan tepat waktu.

Buat yang bingung bagaimana cara mengakhiri novelnya dengan 'open ended' yang menawan maka kalian wajib baca novel ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design