Sabtu, 07 Mei 2016

Mandiri: Pembelajaran atau Pemaksaan

Sering melihat yang seperti ini di mal?
Ibu menggendong tas anaknya. Anaknya melenggang dengan santai. Santai karena beban berat di pundak telah berpindah.

"Anak SD sekarang kalau bisa itu buku satu lemari masuk tas semua."

Awalnya karena kasihan, ibu menggendong tas anaknya yang super berat. Berat karena berisi tiga buku paket tebal, buku dan alat tulis, dan tas bekal terpisah.

Lalu mereka mengeluh tentang pegal-pegal yang mereka rasakan dan betapa anak-anak sangat tergantung pada mereka. Mereka ingin anak-anak mereka mandiri, bertanggung jawab atas segala kewajiban dan tidak perlu ceramah panjang lebar tentang apa yang harus dilakukan.

"Ibu, bawakan tasku!" teriakan yang  terdengar saat ibu menjemput anaknya di sekolah.

"Ingin rasanya melihat kamu membawa sendiri tasmu. Tapi memang salah ibu yang membiasakan dirimu bergantung pada ibu."
mandiri/man·di·ri/ a dalam keadaan dapat berdiri sendiri; tidak bergantung pada orang lain: sejak kecil ia sudah biasa -- sehingga bebas dari ketergantungan pada orang lain; (kbii online)

Kebiasaan, ya mandiri itu tentang kebiasaan. Ibu harus membiasakan anaknya untuk tidak bergantung. Artinya ada proses belajar untuk dapat berdiri sendiri. Jika ibu ingin maka harus juga disertai kesadaran untuk beraksi. Aksi memberikan rangsangan-rangsangan agar anak akhirnya berproses menjadi mandiri.

Buku berat yang harus masuk tas setiap harinya adalah ide untuk berpikir memanfaatkan loker di sekolah. Buku-buku yang bisa ditinggal bisa menghuni loker.

Buku berat yang harus masuk tas tiap harinya juga mengajarkan anak akan prioritas. Tidak semua buku harus dibawa. Tahu prioritas membuat anak tahu cara mengukur kapasitas diri sendiri. Bila anak tahu kapasitasnya maka dia juga tidak akan sembarangan mengalihkan tanggung jawab ke orang lain meski itu ibunya sendiri.

Buku berat yang harus masuk tas tiap harinya membuat anak arti kata cukup. Cukup berat bagi anak bisa jadi berat juga bagi orang lain.

Pemaksaan. Ya awalnya akan tampak kejam. Ibu membiarkan anak membungkuk karena membawa beban berat di bahunya. Namun bisa dilihat hasilnya. Bila ibu tidak lelah membangun komunikasi tentang mandiri dan tanggung jawab anak maka proses akan membentuk anak jadi pribadi yang mampu berdiri sendiri dan bertanggung jawab atas diri sendiri.

Ibu adalah guru pertama anak jadi usahakan untuk menjadi contoh yang baik agar anak bisa meniru yang baik pula.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design