Senin, 16 Mei 2016

Ibu, Lelahkah Kau?

Sungguh, seorang anak tidak bisa memilih untuk lahir dari seorang ibu yang gila.

Sungguh, seorang anak tidak bisa meminta dilahirkan jika akhirnya berakhir di tempat sampah.

Sungguh, apabila anak bisa memilih tentu saja dia akan memilih ibu yang telah dewasa. Ibu yang tidak memukul, mencubit, atau yang akan melemparnya dari lantai 19 apartemen atau malah menjepitkannya ke eskalator di mal favoritnya.
Ibu, lelahkah kau menyusuiku hingga akhirnya kau memberiku makan pisang?

Ibu, lelahkah kau memandikanku hingga akhirnya kau bayar pembantu untuk memandikanku?

Ibu, lelahkah kau membereskan mainanku hingga akhirnya kau berhenti membelikanku mainan yang baru?

Ibu, lelahkah kau menemaniku bermain hingga aku harus sekolah begitu dini?


Bila kau lelah, istirahatlah!


Bila kau lelah, ambil waktumu untuk bersantai!

Bila kau lelah, anakmu ini tidak akan mengganggu.

Bila kau lelah, tidurlah!

Anakmu akan lakukan apapun agar kau kembali. Kembali menjadi ibuku.

Apapun asal kau tidak mencubitku.

Apapun asal kau tidak memukulku.

Apapun asal kau tidak membuangku ke tempat sampah.

Apapun asal kau memelukku.

Apapun asal kau tersenyum padaku.

Apapun asal kau mau jadi ibuku. Ibu terbaik sedunia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design