Rabu, 18 Mei 2016

Ibu, Aku Sayang Ibu. 3 Cara Baby Gara Meminta Berbaikan dengan Ibunya!

Beberapa hari lalu Baby Gara memeluk kakiku sambil bilang kalau dia sayang aku.

Ujian memang, dia bisa sangat manis tetapi sangat rewel beberapa menit kemudian. Ujian untuk bisa konsisten dengan mood sendiri dan tidak mempengaruhi anak.

Dan mood swing bisa saja ditularkan. Kok bisa gitu? Lama-lama Baby Gara mengerti pola ibunya. Ibunya sangat mudah berubah perasaannya. Di menit ini senang dan menit berikutnya udah ngomel.

Aku memang ibu egois yang lebih sering meminta Baby Gara mengerti aku. Aku akui itu. Kadang aku sadar, dia baru tiga tahun. Kadang aku tidak peduli, aku hanya mau dimengerti.

Baby Gara sudah punya cara untuk bisa meluluhkan hati ibunya.

1. Baby Gara akan menyodorkan jempolnya dan minta berbaikan

Biasanya anak lain menyodorkan jari kelingkingnya untuk meminta berbaikan. Baby Gara berbeda, dia menyodorkan jempol tangannya.

"Baikan ya ibu?"
Suatu waktu aku memintanya membereskan mainan tetapi dia masih sibuk nonton kartun. Waktu sadar mainannya sudah tertata rapi dan ibunya cemberut. Dia lalu menyodorkan jempolnya dan minta berbaikan.

2. Baby Gara meminta ibunya tersenyum dan menunjukkan gigi

"Ibu gini, hiii," pinta Baby Gara saat minta berbaikan.
Baby Gara sudah tahu kalau senyum itu tandanya ibunya senang
Aku tahu Baby Gara sudah belajar tentang ekspresi saat dia memintaku meringis. Senyum dengan menunjukkan semua gigi yang bisa ditunjukkan. Dia mengidentifikasi jika tersenyum adalah tanda semua baik-baik saja. Ibunya tidak marah kalau tersenyum. 

Duh anakku, aku kau memang guru kecilku. Maafkan ibumu yang masih belajar ini.

3. Baby Gara akan menyentuh kaki atau memeluk kaki sambil bilang, "Aku sayang ibu."

Ini yang paling bikin meleleh. Hahaha... Sebenarnya Baby Gara bukanlah anak yang susah diatur. Akunya aja sebagai ibunya yang kadang tidak sabar. Pengennya cepet. 

Maafkan ibu ya Nak. Ibu gak akan janji-janji untuk berubah. Namun ibu selalu belajar biar jadi ibu yang lebih baik. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design