Sabtu, 30 April 2016

[Episode 3] Drama Menjadi Mamas Gara

Kakak Zahira adalah kakak Baby Gara
23 Februari 2016

Saat aku harus tinggal di rumah bidan, Baby Gara menemani. Dia tidak mau jauh dariku.

Menemaniku sarapan nasi soto ayam dan teh manis hangat. Dia sepertinya tahu bahwa malam ini tidak akan tidur bersama ayah ibunya. Apa yang akan terjadi?

Papah mamahku belum datang. Lalu bagaimana Baby Gara? Dia akan menginap dimana? Tidur dengan siapa? Bagaimana makannya?

"Sudah kamu fokus aja lahiran. Nanti pasti ada jalan," ujar papahku di sela telepon memastikan apakah bayiku sudah keluar.

Saat makan siang, Baby Gara sudah mulai resah. Aku juga karena belum ada tanda pasti kapan akan keluar.

Suamiku berinisiatif untuk membelikan cemilan kesukaan Baby Gara dan menitipkan dia di rumah tetangga yang rumahnya di depan rumahku.

"Udah om gak usah khawatir. Gara anaknya anteng kok kalau sama Zahira," cerita suami menirukan pesan ibu Faizah, tetangga yang kami titipkan baby Gara.

Proses persalinan yang lama dan melelahkan, tak terasa membuatku melupakan Baby Gara. Sungguh aku hanya ingin bayiku segera keluar.


Setelah semua selesai jam 9 malam, aku baru menelepon ibu Faizah memastikan keadaan Baby Gara.

" Sudah tante tenang saja, Gara sudah makan dan bersiap tidur. Gak usah dipikirin. Tante istirahat saja."

Keesokan harinya Baby Gara datang ke rumah bidan bersama mamahku untuk menjemputku. Dia tahu kalau dia sudah punya adik.

Dia sangat cuek kepadaku dan adiknya. Dia sibuk main bersama kakak Zahira. Secara emosi, dia mempersiapkan diri. Persiapan untuk berbagi perhatian. 

Waktu papah mamahku ada, baby Gara masih tenang. Walaupun kalau malam dia memilih tidur di ruang tv bareng ayahnya. Namun saat kakek neneknya pulang kampung, dia memilih untuk tidur di rumah kakak Zahira. Menginap lagi sama seperti saat adiknya lahir.

"Biarkan aja ya mam," bujuk suamiku setelah mengantarkan susu kotak yang biasa Baby Gara minum sebelum tidur.

Malam berikutnya dia minta tidur di rumah kakak Zahira lagi, dia menangis karena aku tegaskan dia harus tidur di rumah sendiri.

Tidak tega tetapi harus dipaksa. Kami tidak mau dia keterusan.

Malamnya dilarang siangnya dia pasang muka memelas.

"Bobok siang aja ibu,"pinta Baby Gara.
"Baiklah, tapi malam bobok di rumah sendiri ya,"tegasku.
"Iya ibu," janjinya seraya berlalu.

Penyesuaian ini berlangsung tiga hari. Setelah itu, Baby Gara sudah mau tidur siang dan malam di rumah.

Selamat jadi mamas ya Baby Gara. Sayang adek Geni ya.

"Aku pinjam punya dedek ya ibu?"
Berbagi dan bermain bersama. Semoga akur terus yaaa...

2 komentar:

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design