Kamis, 28 April 2016

[Episode 1] Drama Kehamilan Kedua

Kehamilan kedua, orang bilang jauh lebih santai.

Kehamilan kedua, orang bilang tidak neko-neko.

Kehamilan kedua, orang bilang tidak ada morning sickness.


Aku sarankan jangan percaya apa kata orang. Camkan di otakmu bahwa jangan percaya apa kata orang sebelum kamu merasakan sendiri.

Kehamilan keduaku  penuh drama. Baru selesai dengan proses sapih baby Gara di bulan April, bulan Juli ternyata sudah delapan minggu.

garis langsung berubah dua saat test pack dicelupkan

Ketika hasil positif didapat. Bukannya santai dan ngebo seperti saat hamil baby Gara, ini malah manjanya minta ampun. Apalagi kalau ayahnya libur kerja. Ya yang pusing lah, yang muntah lah, dan paling parah adalah batuk yang tak kunjung sembuh hingga delapan bulan.

Penyakit gatal seperti eksim juga aku alami sama seperti saat kehamilan baby Gara. Bedanya ini lebih gatal dan cepat sekali meluas. Sama seperti yang dulu, eksimku tidak sembuh meski sudah diobati baik obat tradisional maupun obat dokter. Ya memang bawaan bayi jadi harus sabar hingga bayi lahir. Toh saat bayi lahir akan sembuh sendiri.   

Eksim basah yang sangat gatal, tidak boleh digaruk jadi tahulah bagaimana rasanya disuruh nahan
Sering ditebak bayinya cewek membuatku stres berat selama empat bulan pertama. Apakah aku siap memiliki anak perempuan? Apakah aku bisa mendidik anak perempuanku? Apakah nantinya dia akan cukup kasih sayang dari ayahnya? Apakah dia akan jadi anak perempuan labil dan obsesif kompulsif seperti aku?

Pikiran obsesif dan perilaku kompulsif. Berawal dari masa bonding antara bapak dan anak yang tidak terpenuhi lalu sering melihat dan mengalami KDRT maka ruang kosong terbentuk. Aku mulai cemas dan membeli apapun untuk mengisi ruang kosong itu. 

Aku stres karena takut anak perempuanku akan seperti itu juga. Stres yang menurunkan daya tahan tubuh sehingga saat hamil kedua aku mudah sakit. Sempat diduga kena TBC karena batuk yang tak juga sembuh. Hamil kedua harus rontgen dan tes dahak untuk memastikan apakah TBC atau tidak. Alhamdulillah hasil rontgen baik dan tes dahak negatif bakteri TBC. 

Lega juga setelah lima bulan dokter kandunganku memastikan adik baby Gara berjenis kelamin laki-laki.

Drama oh drama semoga saat persalinan semua lancar.  

aku akan masih jadi yang paling cantik di tim ayah Hari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design