Jumat, 01 April 2016

Ayah, 3 Hal yang Membuat Kau adalah Superheroku


Ayah, Kau Superheroku

27 April 2013, Sabtu Legi, Gian Segara Abhipraya lahir. Jam 10.17 wib di RS. Bunda Semarang. Ayah, kau ada di sana untuk melantunkan adzan di telinga kananku. Sungguh, aku dengar tetapi belum bisa mengungkapkan bahagiaku.


Aku adalah anak pertama yang kau damba. Tentu banyak hal yang berubah sejak kelahiranku. Susah senang kau nikmati.

1. Momen pertama yang membuat kau adalah superheroku, bermain bersama.

Malam itu hujan deras. Meski jas hujan melindungimu tetap saja kuyup membuat tubuhmu dingin. Kedinginan, lapar yang menyerang, hingga kantuk yang menusuk. Kau tetap tersenyum saat aku menyambutmu di depan pintu.
"Ayah keujanan? Ayo main sama Gara!"
"Bentar ya, ayah ganti lepas jas hujan dulu. Mandi dan ganti baju."

Lelah tak menghalangimu untuk langsung menemaniku bermain. Kadang aku berteriak ketika kau tak paham apa maksudku. Teriakanku tak lantas membuat kau naik pitam.

"Bermain bersama harus dinikmati. Ini waktu mahal karena hanya sebentar. Saat beranjak empat tahun pastilah Gara akan lebih suka main sama teman-teman."

menemaniku bermain meski lelah

2. Momen kedua yang membuat kau adalah superheroku, bahumu selalu membuatku nyaman

Menemani ibu bekerja hari ini membuatku marah. Aku tidak suka bila waktu bersama kita bertiga jadi berkurang. Ini hari sabtu, hari berkumpulnya kita. Aku rewel, tidak mau ditinggal ibu. Aku menangis kencang. Kau berusaha membujukku. Membawaku melihat pertunjukkan badut berkostum panda-panda yang imut. Tempat acara yang penuh sesak membuat aku tidak bisa melihat. Lalu kau menggendongku, meletakkanku di bahumu. Jelas ayah, aku bisa melihat panda-panda lucu itu menari dengan jelas. Aku suka. Aku senang.

sungguh kau selalu bisa membuatku senang
3. Momen kedua yang membuat kau adalah superheroku, tidak pernah ada kata 'tidak' yang ada hanya sabar menunggu

Hari sudah larut ketika aku masih ingin bermain.
"Gara harus sabar menunggu ya, besok kalau matahari sudah keluar kita main lagi."
Tidak pernah ada larangan. Kau selalu punya kata untuk membuatku menunggu. 


Ayah, terima kasih tidak sibuk main ponsel dan memilih main bersamaku
Ayah, terima kasih selalu ada waktu untukku
Meski lelah
Meski payah
Kau selalu ada dan aku yakin akan selalu ada untukku
Ayah, kau adalah superheroku
Ayah, kau adalah malaikatku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design