Kamis, 17 Maret 2016

7 Hal yang Patut Disyukuri Setelah Melahirkan

Momen setelah melahirkan (dari pixabay.com)

Setiap wanita memiliki cerita tentang proses melahirkan masing-masing. Ada yang penuh drama, canda, atau malah jadi trauma. 

Apapun ceritanya, tentu setelah melalui proses melahirkan kita akan bersyukur. Bersyukur karena kita sudah lalui proses itu.

Ini adalah 7 hal yang patut disyukuri setelah melahirkan versi emak sensi. 

1. Tidur Tengkurap

Setelah melahirkan, hal pertama yang aku lakukan adalah tidur tengkurap untuk beberapa saat. Aku merayakan sebentar karena selama hamil anak kedua susah sekali memilih posisi tidur. Hanya bisa miring kiri kalau miring kanan dada terasa sesak apalagi jika telentang.

2. Bisa Merasa Ingin Pipis

Saat proses melahirkan, pipis tidak bisa di toilet. Aku harus menggunakan pispot dibantu asisten bidan. Itu juga dengan penuh perjuangan karena tidak terbiasa jadi susah keluar.

Ketika vagina harus dijahit sebab tangan bayi meninggalkan sobekan sehingga saat pipis harus dibantu kateter. Pemasagan kateter menimbulkan sakit yang luar biasa di jahitan. Makanya aku jadi menahan pipis. Ternyata menahan pipis membuatku tidak lagi merasakan hasrat ingin pipis selama tiga hari. 

Hari keempat saat benang sisa-sisa jahitan mulai lepas, aku baru bisa merasakan lagi hasrat ingin pipis itu. Tidak lagi sakit di bagian bawah perut, tidak lagi nyeri di bekas jahitan, dan yang paling buat bersyukur adalah bisa lancar pipis. tidak tersendat seperti orang jawa bilang anyang-anyangan.

3. Begadang Lebih Seru

Bayi baru lahir tentu memiliki pola tidur yang berbeda. Pengalaman anak pertama membuat aku mengatur pola waktu menyusui anak kedua seperti si kakak. Tiap dua jam sekali. Pola itu membuat dia bangun jam tiga pagi untuk ganti popok dan menyusu lagi. Nah setelah selesai aku bisa lanjut begadang jika memang ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Jika tidak ada bisa ada waktu untuk baca buku agar ada ilmu atau sekedar jelajah artikel pareting, blogging, dan kepenulisan.

4. Suami Lebih Telaten

"Suamiku lebih bisa pakein gurita apalagi kalo bedong bayi. Lebih rapi."

Iya aku mengakui hal itu. Di masa awal-awal setelah melahirkan, suami lebih telaten mengurus bayi kami Dia selalu memberikan waktu untuk aku istirahat. Dia ingin aku cukup tenaga saat nantinya cuti kantornya abis. Dia bilang: "Saya cuma bisa maksimalin seminggu Mah, nantinya kamu yang bakalan lebih capek."

Iya bantuan suami ini juga yang membuat aku tidak terhindar dari depresi pasca melahirkan. 

Untuk baca lebih lanjut bisa klik depresi pasca melahirkan.

Suami memahami hal itu sejak kelahiran anak pertama. Namun baru bisa memperhatikan penuh saat anak kedua lahir. Anak pertama aku tinggal dan dirawat penuh ibuku. Suami hanya satu minggu. Anak kedua kita urus berdua. Ibuku hanya menemani satu minggu.

Setelah cuti berakhir, suami berusaha pulang tepat waktu. Pulang kerja dia menemani anak pertama main. Membuat aku bisa istirahat. Sungguh rasa syukur bisa berbagi tugas dan memiliki suami yang telaten seperti dia.


5. Tidak Perlu Alarm

Setelah melahirkan anak kedua, pola alarm jadi mengikut pola menyusui si dedek. Bisa bangun pagi untuk memasak, cuci popok, atau sekedar membaca buku. Tidak lagi mengandalkan alarm untuk bangun pagi.

6. Perawatan dan Pijat Tubuh Rutin

"Badan harus dipijat ya mba terus jamunya juga diminum," pesan ibuku sebelum pulang kampung.

Ada mpok yang tiap pagi sore datang ke rumah untuk memandikan si dedek dan melakukan perawatan serta pijat ke si emak. Hihihi.

Apa lagi sih yang nikmat selain bisa melakukan perawatan dan dipijat? Setelah proses melahirkan yang menguras tenaga dan juga emosi pastilah nikmat jika dipijat. Mengendurkan otot-otot lelah dan setelah itu mandi dengan ramuan-ramuan jamu yang wanginya menenangkan dan menyegarkan. Sungguh surga dunia.

7. Bayi Sehat, Selamat, dan Lengkap

Ini adalah inti dari proses melahirkan. Saat tangisan bayi pecah mengisi seluruh ruangan, ucapan syukur pasti tak henti kita rapal. Apalagi saat bayi diletakkan di dada saat inisiasi menyusui dini, melihat bayi kita sehat, selamat, dan lengkap. Tentu ucapan syukur rasanya tak cukup.


"Melahirkan, proses yang disiapkan Tuhan agar wanita jadi lebih kuat. Karena hanya wanita yang sanggup menahan rasa sakit yang luar biasa baik saat hendak melahirkan maupun setelah melahirkan."

"Aku jadi tahu rasa sakit yang dulu ibuku rasakan, Aku jadi tahu kenapa hanya ibulah yang kakinya boleh disembah. Selain Tuhan tentunya. Setelah melahirkan. Aku tahu itu."

4 komentar:

  1. Hahahah iya yah.byk yg harus disyukuri. Terutama ada si mungil2 yg bisa dicium2 setiap saat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba.Syukur si mungil punya pipi montok yang bisa dicium. Gimana kalo pipinya gompel, kan ngeri ciumnya.

      Hapus
  2. dan sampai 3 bulan setelah melahirkan saya belum pijet yang bener2 pijet...di batam susah cari pijet yang mau ke rumah :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga cepet nemu ya mba. Surga banget pijet setelah melahirkan.

      Hapus

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design