Senin, 20 April 2015

Sarjana kok Pengangguran, Kamu? 5 Pekerjaan yang Sering Dianggap Pengangguran

Apa sih pekerjaanmu? Pekerjaan yang setiap hari dilakukan walaupun bosan dan meskipun lelah bahkan tanpa bayaran yang pasti. Sampe dikira jadi babi ngepet karena gak pernah kelihatan kerja eh kok pulang-pulang bawa mobil. Sakitnya di sini kan ya? *nunjuk gigi.

Belum lagi desahan menyesal orang tua yang sudah membiayai kita dari taman kanak-kanak sampai sarjana. Eh ujung-ujungnya memilih pekerjaan yang dari luar kelihatannya seperti pengangguran.

Emang apa sih pekerjaan yang sering disangka pengangguran?

1. Ibu rumah tangga
"Mak, buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau cuma pake daster di rumah."
Apakah kamu masih mengira jika ibu rumah tangga sama dengan pengangguran? Jika satu hari saja diminta menggantikan mereka ada di rumah dengan daftar pekerjaan yang panjangnya mengalahkan struk belanjaanmu di awal bulan.

Hanya mendengarkan deskripsi bagaimana sibuknya seorang ibu rumah tangga tidak akan membuatmu berubah pikiran. Beda jika kamu mengalami sendiri bagaimana rempong dan ribetnya jadi ibu rumah tangga.

Ini masalah pilihan, ketika kamu seorang sarjana ekonomi memutuskan menjadi ibu rumah tangga maka ilmu ekonomi yang kamu pelajari bagaimana? Wah tentu saja masih berguna. Saat semua barang kebutuhan naik pasti akan ada cara yang bisa diterapkan ketika kamu belajar bagaimana menyusun anggaran yang tidak besar pasak daripada tiang.

Itu sarjana ekonomi? Bagaimana dengan sarjana sastra? Tentu saja kamu bisa mulai merangkai kata untuk dijadikan dongeng pengantar tidur anakmu. Anak yang kamu sayang dengan segenap hati.

Ciee ciee, mulai bisa melihat kan? Apapun nantinya pilihanmu bisa dilihat secara positif. Setiap orang punya mulut dan otak bukan? Lihat ya ngomong, lihat ya komentar, dan lihat ya kepikiran. Tinggal kamu aja ambil sisi positif apa negatif?

diambil di sini
2. Penulis pro
Penulis yang memang benar-benar menjadikan tulisannya sebagai sumber penghasilan utamanya. Bagaimana bisa mereka disebut pengangguran? Ya karena mereka keluar untuk belanja, mengantar anak sekolah, dan kondangan.

Namun di rumah mereka produktif, menghasilkan karya yang disukai banyak orang. Sementara tetangga kanan kirinya tidak tahu siapa dia.

Indah Hanaco, penulis pro yang produktif menulis

3. Editor pro
Tidak jauh berbeda dengan penulis pro. Editor juga kerjaannya di rumah. Melototin naskah novel untuk menemukan kesalahan-kesalahan yang ada seperti eyd.

4. Blogger
Iya yang suka menulis di blog dan menghasilkan uang dengan soft dan hard selling di blognya.

Ah, aku sudah tahu dong Mak. Kan aku blogger juga. Terus kamu masih anggap blogger itu pengangguran juga.

5. Penjual online
Toko gak ada, gak punya stok di rumah, dan kerjaannya cuma pegang hp sama duduk depan laptop. Eh akhir bulan bisa ngajak anaknya nge-mal.

Note: gak papa dianggap pengangguran yang penting rezeki lancar jaya. Amin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design