Kamis, 09 April 2015

Komitmen adalah Mantra Ajaib

Awalnya aku pikir bakalan mudah, hanya dengan suka. Ya aku suka menulis. Titik. Semua akan lancar, aku akan bisa menghasilkan satu novel dalam satu bulan. Lalu secara konsisten menulis blog. Ternyata eh ternyata, tidak cukup hanya 'suka'.

 

Menurut pengalaman pribadiku, suka hanya menjebakku pada penundaan tanpa batas. Memang menunda tidak hanya disebabkan oleh diri kita. Namun tidaklah bijak menyalahkan orang lain untuk apa yang tidak bisa aku selesaikan sendiri. 
  
Lantas apa yang dibutuhkan jika suka menulis saja tidak cukup? Komitmen, ya mantra ajaib yang harus dilafalkan saat kita merasa malas adalah komitmen.

(komitmen/ko·mit·men/ n perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu; kontrak)


Perjanjian? Tentu saja dengan diri sendiri.

Keterikatan? Dengan menulis apa saja. Ide-ide yang bersliweran, gosip-gosip persaingan antar tetangga, atau pikiran-pikiran paling absurd sekalipun.

Seperti halnya pernikahan, kita terikat pada janji sehidup semati. Apapun yang terjadi kita akan mempertahankan pernikahan kita. Kecuali ada kasus-kasus KDRT atau kasus yang bisa dijadikan pengecualian. Di luar pengecualian, kita pasti akan melakukan apa saja untuk terus bersama pasangan kita.


Menulis. Tentu tidak semua orang suka menulis. Namun jika terdesak, tidak ada pilihan lain maka meskipun tidak suka pasti akan dilakukan. Contohnya skripsi, walaupun tidak suka menulis tetapi seorang mahasiswa harus menyelesaikan skripsi itu bila mau lulus.


Semua memang tentang diri sendiri. Bagaimana akhirnya aku benar-benar berkomitmen pada diriku sendiri. Untuk memaksimalkan potensi diri. Berawal dari rasa suka, ada banyak buku diary yang terisi. Alangkah lebih baiknya rasa suka ini bisa menghasilkan. Baik itu karya pengembangan diri dan pada akhirnya bisa lebih memahami diri sendiri.

Saat rasa malas menyapa, layaknya mantra aku merapal janjiku. Komitmenku untuk terus menulis. Satu demi satu kata. Tidak mudah dan cepat pasti. Namun suka menjadikan proses berkomitmen ini jadi lebih menantang.


1. Komitmen pada diri sendiri lebih susah
2. Mengalahkan diri sendiri butuh trik yang sempurna
3. Trik itu hanya kita yang bisa menemukan
4. Mungkin butuh seumur hidup untuk mengenali diri kita sendiri
5. Komitmen akan terpenuhi jika kita terus menerus mempelajari diri kita
6. Orang lain kadang jadi pemantik
7. Lebih bisa bertahan jika kita sendiri bisa jadi pemantik bagi diri sendiri
8. Good luck for me, myself. Hwiting!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design