Jumat, 24 April 2015

Google Sandbox, Hukuman atau Pembelajaran?

Lagi rajin-rajinnya mengisi blog, komentar banyak, bahkan ada yang sampai membagi artikel yang aku tulis. Eh hari ini cek alexa, naik drastis dari 2.036.767 ke 2.759.155.

Awalnya sih gak panik ya tetapi pas baca beberapa artikel di www.google.com kok mulai deg-degan. Kenapa? Di salah satu artikel yang aku baca, ada yang bilang kalau website milikku masuk ke google sandbox.

Merasa penasaran apakah benar blogku masuk ke google sandbox aku klik alamat link-nya: https://www.searchenginegenie.com/sandbox-checker.htm

Dan setelah memasukkan artikel yang aku curigai, inilah hasilnya:
Ternyata blog aku masuk di google sandbox. Langsung deh rasanya pusing dan ingin pingsan. Oke, sepertinya aku terlalu lebay.

Google sandbox sebenarnya semacam penjara. Penjara yang mengurung blog kita sehingga saat kita mencarinya di google.co.id maka kita tidak bisa menemukannya. Artikel yang kita tidak terlacak SERP Google.

Untuk kasusku, di artikel yang aku posting berjudul: Book Hoarder, Yes I Am ternyata judul mirip-mirip dan keyword yang diulang-ulang yang tidak sesuai dengan google webmaster guidline. Sehingga blogku masuk di google sandbox dan menurunkan jumlah pengunjung secara drastis.

Google sandbox adalah hukuman bagiku untuk konsisten mengisi blog dengan konten-konten yang segar. Bukan sekedar kumpulan link tetapi hasil dari membaca, diberi foto-foto dengan keterangan yang sesuai, dan secara berkala di posting.

Lalu apa cara apa yang bisa digunakan untuk bisa keluar dari google sandbox?

1. Mengedit artikel yang sudah masuk di google sandbox.

Artikel yang sudah aku edit dari Book Hoarder, Yes I Am menjadi Si Penimbun Buku Itu Aku

2. Membuat kronologi kenapa artikel di blog bisa masuk ke google sandbox.

Untuk kasusku, judul yang aku gunakan mirip-mirip dan juga mengulang keyword 'book hoarder'

3. Saat membuat artikel tentang google sandbox, masukkan baclink menuju ke google, wikipedia, dan artikel yang masuk ke google sandbox. Seperti artikel yang sedang saya tulis ini.

Selain artikel "Book Hoarder, Yes I Am" artikel yang berjudul Depresi Pasca Melahirkan sempat tidak terindex. Namun setelah melakukan editing artikel tersebut bisa terindex lagi.

4. Setelah semua selesai dan di-posting, submit sitemap dengan klik webmaster tool. 

5. Berdoa agar semua usaha dan pembelajaran dari kurungan google sandbox bisa dilewati dengan baik.

Semoga aku segera bebas dari hukuman google sandbox dan pembelajaran yang aku dapatkan hari ini selain bisa bermanfaat buatku juga bermanfaat buat pembaca semua.

Aku berharap artikel Google Sandbox, Hukuman atau Pembelajaran? ini bisa membuat aku segera bebas dari google sandbox. Amin.

Jika ada yang punya lebih banyak ilmu dan pengalaman bisa bantu aku dengan menuliskan cara lain yang lebih efektif di kolom komentar.Terima Kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Design By Wulan Kenanga | Blogger Theme By Black Coffee Design